MAHASISWA PPG UMPRI EDUKASI IBU-IBU PKK MATARAM OLAH SABUN CAIR BERBAHAN LOKAL MELALUI PROJEK BERSERI

MAHASISWA PPG UMPRI EDUKASI IBU-IBU PKK MATARAM OLAH SABUN CAIR BERBAHAN LOKAL MELALUI PROJEK BERSERI

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Pringsewu

Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) PGSD-C Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) menggelar kegiatan Projek Kepemimpinan BERSERI (Bersih, Sehat, dan Ramah Lingkungan) sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan lokal menjadi produk yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi. Projek yang mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemanfaatan Bahan Lokal menjadi Produk Sabun Cair Bernilai Ekonomi” tersebut berlangsung di Balai Pekon Mataram, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, pada Kamis (24/9/2026).

Kegiatan ini bertujuan mengedukasi sebanyak 20 ibu-ibu PKK dari Dusun 3 Pekon Mataram. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat dalam mengenali potensi lingkungan, mengolah bahan lokal, mengemas produk, hingga memahami dasar perhitungan nilai ekonomi dan pemasaran sederhana.

Melalui Projek BERSERI, bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti daun pandan, bunga telang, dan jeruk nipis, dimanfaatkan sebagai bagian dari inovasi pembuatan sabun cuci cair. Produk yang dikembangkan memiliki dua varian utama, yaitu varian pandan dan varian bunga telang. Pemanfaatan bahan lokal tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan produktif sekaligus mendorong masyarakat untuk melihat potensi sumber daya di lingkungan sekitar secara lebih kreatif.

Ketua pelaksana kegiatan, Septri Prakusa, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang secara partisipatif, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut terlibat langsung dalam setiap proses kegiatan. “Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar melalui praktik, bekerja sama dalam kelompok, serta mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan produk,” jelasnya.

Septri melanjutkan melalui kegiatan tersebut, diharapkan peserta mampu membuat sabun cair secara mandiri, menghasilkan produk varian pandan dan bunga telang, serta meningkatkan wawasan tentang pemanfaatan bahan lokal yang bernilai ekonomi.RI, pihaknya menargetkan sedikitnya 80 persen peserta dapat mengikuti proses pembuatan sabun cair, menghasilkan produk varian pandan dan bunga telang, serta memahami dasar pengemasan, perhitungan biaya produksi, penentuan harga jual, dan pemasaran sederhana. “Kemampuan membuat sabun secara mandiri juga diharapkan dapat meningkatkan wawasan tentang pemanfaatan bahan lokal,” terangnya.

Ditambahkan oleh Septri, melalui Projek Kepemimpinan BERSERI, mahasiswa PPG PGSD-C UMPRI berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga mendorong peningkatan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, kerja sama, kepedulian terhadap lingkungan, serta pengenalan peluang ekonomi berbasis potensi lokal. Semangat tersebut dirangkum dalam slogan “Bersih Alami, Sehat Setiap Hari, Lestari untuk Bumi,” imbuhnya.

Dosen pembimbing kegiatan, Yesi Budiarti, M.Pd., memberikan apresiasi atas antusiasme dan partisipasi aktif ibu-ibu PKK Pekon Mataram dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa PPG dalam memberdayakan masyarakat berbasis potensi lokal.

“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan ibu-ibu PKK yang telah mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat terus dipraktikkan dan bahkan dikembangkan menjadi usaha rumahan yang bernilai ekonomi,” ujar Yesi Budiarti.

Kepala Pekon Mataram, Rahmat Riyadi, turut menyambut baik kegiatan yang digelar mahasiswa PPG UMPRI tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong warga, khususnya ibu-ibu, untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi lingkungan sekitar.

Kegiatan Projek Kepemimpinan BERSERI ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Pekon Mataram dalam mengembangkan produk berbasis bahan lokal yang bernilai ekonomi, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari.

“Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini. Semoga setelah pelatihan, ibu-ibu PKK di Pekon Mataram dapat memproduksi sabun cair sendiri, bahkan bisa menjadi peluang usaha untuk meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Rahmat Riyadi.

Salah satu peserta kegiatan, ibu kusuma mengaku senang dan mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan tersebut. Ia menyatakan bahwa sebelumnya tidak pernah terpikir bahwa bahan-bahan sederhana di sekitar rumah dapat diolah menjadi sabun cair yang bermanfaat.

“Saya sangat senang bisa ikut kegiatan ini. Ternyata daun pandan dan bunga telang bisa dibuat sabun cair. Ilmunya sangat bermanfaat, nanti akan saya coba praktikkan di rumah,” ungkap ibu kusuma.

kegiatan Projek BERSERI ditutup dengan praktik langsung dan peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan langsung proses pembuatan sabun cuci cair berbahan lokal, seperti daun pandan, bunga telang, dan jeruk nipis. Melalui pendekatan partisipatif tersebut, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari pengolahan bahan, pengemasan produk, hingga pemahaman dasar perhitungan biaya produksi dan pemasaran sederhana. ( Jon).

Pos terkait