Lantik Dewan Pendidikan, Gubernur Lampung Targetkan Nol Putus Sekolah
Bongkar Post, Bandar Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal resmi melantik 13 anggota Dewan Pendidikan Provinsi Lampung masa bakti 2025–2030 dalam sebuah seremoni di Aula Tutwuri Handayani Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Senin (13/4/2026).
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor: G/36/V.01/HK/2026.
Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Mirza itu menegaskan peran strategis Dewan Pendidikan sebagai motor penggerak sekaligus pengawas arah pembangunan pendidikan di Lampung.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat kepada 13 profesional yang hari ini resmi dikukuhkan. Bapak dan Ibu adalah figur terpilih yang diharapkan menjadi kekuatan pemikir, penggerak, sekaligus pengawas pembangunan pendidikan di Lampung,” tegasnya.
Mirza menekankan, Dewan Pendidikan harus mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, termasuk tenaga pendidik serta peserta didik. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar kebijakan pendidikan lebih tepat sasaran dan berdampak nyata.
Sorotan tajam disampaikan gubernur terkait masih tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Lampung yang mencapai lebih dari 20 ribu anak. Rinciannya, lebih dari 5 ribu anak di jenjang SD, lebih dari 10 ribu di SMP, serta lebih dari 4 ribu di SMA/SMK/SLB.
“Ini bukan sekadar data statistik, tetapi menyangkut masa depan anak-anak kita. Tantangan kita bukan hanya meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga memastikan aksesnya merata dan tidak ada yang tertinggal,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyinggung ketimpangan akses pendidikan antarwilayah, distribusi guru yang belum merata, hingga ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Di sisi lain, capaian Indeks Pembangunan
Manusia (IPM) Lampung tahun 2025 tercatat sebesar 73,98 atau naik 0,85 poin dari tahun sebelumnya. Meski menunjukkan tren positif dengan rata-rata kenaikan 0,81 persen per tahun dalam lima tahun terakhir, posisi Lampung masih berada di peringkat ke-26 secara nasional.
“Kita harus bekerja lebih cepat dan terukur agar kualitas sumber daya manusia Lampung bisa bersaing di tingkat nasional,” kata Mirza.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Lampung menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari perluasan akses pendidikan melalui program SMA Terbuka, afirmasi bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan wilayah 3T, hingga penanganan anak tidak sekolah secara terpadu lintas sektor.
Pemerintah juga mendorong peningkatan kompetensi guru, pemanfaatan pembelajaran digital, serta penyelarasan kurikulum dengan potensi daerah.
Sejumlah program unggulan turut disiapkan, seperti sekolah unggulan, kelas cangkok, hingga program migran vokasi ke Jepang guna membuka peluang kerja internasional.
Tak hanya itu, kebijakan penghapusan uang komite sekolah juga ditegaskan sebagai upaya menghilangkan hambatan biaya bagi masyarakat.
“Kita menargetkan angka putus sekolah di Provinsi Lampung bisa ditekan hingga nol persen,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Lampung, Syafrimen, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam membenahi persoalan pendidikan.
“Dewan Pendidikan akan ikut berpikir dan berinovasi untuk membantu gubernur menyelesaikan persoalan pendidikan secara bertahap,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas guru dan proses pembelajaran menjadi kunci utama. Ia menilai masih minim lulusan SMA dan SMK di Lampung yang mampu menembus perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri.
“Kuncinya ada pada kualitas. Jika mutu guru dan proses pembelajaran kita perkuat, maka pendidikan akan menjadi fondasi kemajuan daerah,” jelasnya.
Dewan Pendidikan juga akan melakukan evaluasi terhadap alokasi anggaran pendidikan bersama pemerintah daerah. Jika dinilai belum memadai, pihaknya siap mendorong peningkatan anggaran agar sektor pendidikan benar-benar menjadi prioritas.
“Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah agar pendidikan menjadi ujung tombak kemajuan Provinsi Lampung,” pungkasnya.(Jim/*)







