Langgar AD/ART dan Lecehkan Pengurus, Edi Purnomo Resmi Dicopot dari Jabatan Wakil Sekretaris IPSI Lampung

Langgar AD/ART dan Lecehkan Pengurus, Edi Purnomo Resmi Dicopot dari Jabatan Wakil Sekretaris IPSI Lampung

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Lampung resmi memberhentikan Edi Purnomo dari jabatannya sebagai Wakil Sekretaris Umum.

Keputusan tegas ini diambil menyusul pelanggaran serius terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, khususnya Pasal 7 tentang pembinaan kesetiakawanan dalam tubuh IPSI.

Pemberhentian Edi bukan keputusan sepihak. Sejumlah pembina dan pengurus IPSI Lampung telah melakukan evaluasi objektif terhadap sikap dan tindakan Edi yang dinilai mencederai semangat kebersamaan serta loyalitas terhadap organisasi.

“Beliau beberapa kali tampil dalam berbagai event dan forum dengan pernyataan-pernyataan yang justru mendiskreditkan sesama pengurus. Bahkan, ada dugaan pencatutan nama Sekretaris Umum IPSI Lampung, Riagus Ria, tanpa sepengetahuan yang bersangkutan,” tegas Wakil Ketua I IPSI Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, Kamis (17/7/2025).

Wahrul menegaskan, proses pemberhentian telah ditempuh dengan mekanisme yang sesuai. Pengurus memberikan kesempatan kepada Edi untuk menyampaikan klarifikasi, namun tidak pernah direspons.

“Prosesnya sudah sesuai mekanisme. Kami sudah memanggil yang bersangkutan secara baik-baik untuk klarifikasi, namun sampai saat ini tidak pernah hadir ataupun merespons. Maka, konsekuensi organisasi harus ditegakkan,” ujar Wahrul.

Surat usulan pemberhentian Edi telah ditandatangani oleh sejumlah pengurus IPSI Lampung. Hal ini menunjukkan sikap kolektif yang kuat untuk menjaga marwah dan soliditas organisasi. Mereka menilai, keberlangsungan IPSI hanya bisa berjalan baik jika seluruh pengurus menjunjung tinggi etika, loyalitas, dan kesetiakawanan.

Meski demikian, IPSI Lampung tetap membuka ruang kritik dan saran yang membangun. “Kami sangat menghargai kritik, tapi bukan dalam bentuk tindakan yang melemahkan solidaritas dan mencemarkan nama baik pengurus lainnya,” tegas Wahrul.

Pemberhentian Edi Purnomo diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh elemen organisasi agar tetap menjaga kehormatan IPSI sebagai wadah pembinaan olahraga dan karakter.(*)

Pos terkait