Lampung Siapkan Lompatan Produksi 2026, Gubernur Mirza Tegaskan Swasembada Pangan Bukan Sekadar Target

Lampung Siapkan Lompatan Produksi 2026, Gubernur Mirza Tegaskan Swasembada Pangan Bukan Sekadar Target

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Pesawaran

Pemerintah Provinsi Lampung mulai mematangkan strategi jangka menengah untuk memastikan kontribusi nyata terhadap swasembada pangan nasional pada 2026. Tak sekadar mengejar angka produksi, Pemprov Lampung menekankan penguatan sistem pertanian berkelanjutan, perlindungan lahan, hingga sinergi antardaerah.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan hal tersebut usai mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional secara virtual dari Kantor PDAM Pesawaran, Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Rabu (7/1/2026).

“Swasembada pangan tidak boleh hanya berhenti pada seremoni atau angka sesaat. Yang kita bangun adalah sistemnya produksi naik, petani sejahtera, dan lahan pertanian tetap terlindungi,” kata Mirza.

Ia mengungkapkan, capaian produksi padi Lampung pada 2025–2026 menjadi fondasi kuat untuk melakukan lompatan produksi pada tahun berikutnya.

Saat ini, produksi padi Lampung telah menyentuh sekitar 3 juta ton, meningkat hampir 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ini bukan hasil kebetulan. Ada kerja petani, penyuluh, dan pemerintah daerah yang berjalan searah. Tantangan kita ke depan adalah menjaga tren ini agar berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari agenda 2026, Pemprov Lampung menyiapkan penerapan pupuk organik cair secara masif yang ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas hingga 10 persen, sekaligus menekan ketergantungan terhadap pupuk kimia.

“Kalau produktivitas naik tapi tanah rusak, itu bukan keberhasilan. Karena itu, pendekatan ramah lingkungan menjadi keharusan,” tegas Mirza.

Pada saat yang sama, Lampung juga memperkuat posisinya sebagai penyangga pangan lintas provinsi.

Kerja sama distribusi komoditas strategis dengan Jawa Tengah disebut menjadi contoh konkret bagaimana ketahanan pangan nasional dibangun melalui kolaborasi, bukan persaingan antardaerah.

“Lampung memasok gula, Jawa Tengah memasok cabai dan bawang. Ini bukti bahwa ketahanan pangan nasional harus dibangun dengan saling menguatkan,” ucapnya.

Gubernur Mirza juga menegaskan komitmen perlindungan lahan sawah. Seluruh bupati di Lampung telah diminta menginventarisasi dan mendaftarkan lahan sawah berkelanjutan untuk mencegah alih fungsi yang berpotensi menggerus produksi pangan.

“Kalau lahan hilang, produksi pasti turun. Maka menjaga sawah sama pentingnya dengan meningkatkan hasil panen,” pungkasnya. (Jim/rls)

Pos terkait