Komang Koheri Nahkodai Lampung Tengah hingga 2030, Gotong Royong Jadi Kunci Pembangunan
Bongkar Post, Bandar Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal resmi melantik Bupati Kabupaten Lampung Tengah, Komang Koheri, untuk melanjutkan sisa masa jabatan 2025–2030. Dalam pelantikan tersebut, yang digelar Di Balai Keratun lantai lll, Provinsi Lampung, Selasa (03/11/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa jabatan kepala daerah merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.
Menurutnya, proses pengangkatan Bupati Lampung Tengah telah melalui mekanisme dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Hal itu berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-3185 Tahun 2026 tertanggal 28 Oktober 2026 tentang pemberhentian Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, menyusul putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap,” ujarnya.
Selanjutnya, sesuai Pasal 173 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, kepala daerah yang diberhentikan digantikan oleh wakil kepala daerah. DPRD Kabupaten Lampung Tengah juga telah mengusulkan pengesahan pengangkatan tersebut melalui rapat paripurna pada 14 Oktober 2026.
Pengangkatan kemudian ditetapkan melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-3370 Tahun 2026 tertanggal 28 Oktober 2026 tentang pengesahan pengangkatan Bupati dan pengesahan pemberhentian Wakil Bupati Lampung Tengah.
“Saya pastikan pelantikan hari ini sah dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku,” katanya.
Ia juga mengapresiasi pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah serta seluruh pihak yang telah mengawal proses pengisian jabatan tersebut sehingga berlangsung tertib dan kondusif.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi. Menurutnya, gubernur memiliki peran sebagai wakil pemerintah pusat sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2018, termasuk melakukan koordinasi, pembinaan, pengawasan, monitoring, evaluasi, hingga fasilitasi terhadap pemerintah kabupaten/kota.
Karena itu, ia meminta agar perencanaan pembangunan Kabupaten Lampung Tengah selaras dengan RPJMD dan RPJPD Provinsi Lampung.
“Tujuannya agar pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan berjalan dalam satu arah untuk mewujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Ia juga memaparkan tiga misi utama pembangunan Provinsi Lampung, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar unggul, produktif, dan berdaya saing, serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang beradab, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Kepada Bupati yang baru dilantik, ia menitipkan tiga pesan penting. Pertama, membina aparatur sipil negara (ASN) dengan menjalankan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, mengedepankan sistem merit, menjaga netralitas, serta menegakkan disiplin.
Kedua, menjaga integritas dengan menghindari segala bentuk korupsi dan penyalahgunaan kewenangan. Ketiga, turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat hingga tingkat kampung agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
“Kepercayaan masyarakat adalah yang utama. Bupati tidak perlu berjalan sendiri, tetapi harus kompak bersama seluruh jajaran pemerintah daerah dan bergerak dalam satu arah,” pesannya.
Selain itu, Gubernur meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah ikut mengawal program prioritas nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah swasembada pangan. Rahmat menyebut Provinsi Lampung merupakan salah satu penopang pangan nasional dengan produksi padi mencapai 3,25 juta ton pada 2023.
Menurutnya, Lampung Tengah memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan di Provinsi Lampung. Karena itu, pemerintah daerah diminta menjaga produktivitas pertanian melalui pengamanan jaringan irigasi, ketersediaan pupuk, serta memastikan hasil panen petani terserap dengan harga yang layak.
Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan produksi pangan harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan petani.
Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah bekerja sama dengan badan usaha milik daerah (BUMD) untuk memperkuat hilirisasi dan industrialisasi komoditas pertanian di daerah.
Dengan demikian, hasil pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dapat diolah sehingga memberikan nilai tambah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Produksi saja tidak cukup, kesejahteraan petani juga harus ditingkatkan. Bagaimana ke depan komoditas pangan yang dihasilkan di Lampung Tengah sudah memiliki nilai tambah melalui industrialisasi di daerah sendiri,” ungkapnya.
Ia berharap Lampung Tengah mampu memperkuat kemandirian pangan, baik dari komoditas padi maupun jagung, sehingga hasil pertanian daerah dapat dinikmati dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Jangan sampai kita menanam padi dan jagung, tetapi kebutuhan pangan justru harus dibeli dari luar daerah. Kita ingin daerah berdaulat, mampu menghasilkan, mengolah, dan menikmati hasil produksi pangannya sendiri,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Lampung Tengah, I Komang Koheri, akan berkomitmen membawa Kabupaten Lampung Tengah menjadi daerah yang lebih maju, unggul, adil, dan sejahtera melalui semangat kebersamaan serta gotong royong.
Ia mengatakan, semangat Beguwai Jejamo Wawai yang bermakna bekerja bersama untuk kebaikan harus menjadi landasan dalam membangun daerah.
Menurutnya, Lampung Tengah memiliki potensi besar, terutama sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Provinsi Lampung. Potensi tersebut harus diperkuat melalui berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Harapan kita, Lampung Tengah bisa lebih baik. Dengan semangat Beguwai Jejamo Wawai, semangat kebersamaan, bersama untuk kebaikan, kita ingin menjadikan Lampung Tengah sebagai kabupaten yang unggul, adil, dan sejahtera,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sejumlah program prioritas yang akan menjadi perhatian pemerintah daerah di antaranya pembangunan infrastruktur melalui program jalan mulus beririgasi, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan sektor sosial dan kemasyarakatan.
Namun, Ia menilai, pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan irigasi, menjadi kebutuhan penting untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian daerah.
“Dalam 100 hari ke depan, saya akan mengawali langkah pemerintahan dengan membangun komunikasi dan koordinasi bersama berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga tokoh pemuda,” ungkapnya.
Ia menegaskan, membangun Lampung Tengah bukanlah pekerjaan yang bisa dilakukan seorang bupati seorang diri. Dibutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh pihak agar program pembangunan dapat berjalan optimal.
“Ini pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan oleh bupati tentunya. Kita harus bersama-sama dengan semangat gotong royong, seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, anggota DPRD, serta Forkopimda Kabupaten Lampung Tengah,” tegasnya.
Ia berharap, melalui kolaborasi dan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, Lampung Tengah mampu berkembang lebih pesat dan sejajar dengan kabupaten lain di Provinsi Lampung.
Menurutnya, kepemimpinannya dapat membawa perubahan positif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Lampung Tengah.
Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu, menjaga kebersamaan, serta mendukung pembangunan demi mewujudkan Lampung Tengah yang lebih maju dan sejahtera,” harapnya.(WB)






