Ketua AKLI Lamsel Soroti Sikap Disnaker yang Diduga Membungkam Korban Kecelakaan Kerja

Ketua AKLI Lamsel Soroti Sikap Disnaker yang Diduga Membungkam Korban Kecelakaan Kerja

 

Bacaan Lainnya

Lampung Selatan, Bongkar Post

Alih Alih memberikan perlindungan dan keberpihakan terhadap korban kecelakaan kerja, kunjungan Dinas Ketenagkerjaan (Disnaker) Lampung Selatan ke kediaman korban justru menimbulkan kekecewaan mendalam.

Pasalnya, korban kecelakaan kerja di PT. Autum Agro Industri mengaku heran dengan sikap perwakilan Disnaker saat berkunjung ke kediamannya bukan untuk menggali fakta atau membantu mencari keadilan, melainkan justru menasehati agar tidak banyak berbicara kepada Media.

“Orang Disnaker datang ke rumah saya bukan untuk menanyakan kondisi saya atau membantu, tapi malah bilang jangan banyak cerita ke media dulu. Katanya takut apa yang saya ceritakan nanti berbeda dengan yang diberitakan di Media,” ungkap korban, Selasa (11/11/2025).

Korban juga menuturkan bahwa pihak Disnaker sempat menanyakan apakah ada wartawan yang datang ke rumahnya.

“Saya jawab, minggu lalu memang ada dua orang wartawan datang menanyakan apa yang saya alami dan saya ceritakan apa adanya. Tapi, orang Disnaker malah bilang jangan dulu cerita – cerita ke pihak luar,” imbuh korban.

Selain itu, jelas korban, pihak Disnaker beralasan bahwa langkah itu dilakukan agar situasi tidak semakin ramai. Bahkan, korban mengaku mendapat peringatan agar berhati-hati karena pihak perusahaan ‘Berduit’.

“Orang Disnaker bilang takutnya nanti saya di apa-apain atau dikeluarkan dari pekerjaan. Jadi katanya untuk sementara ikuti saja alurnya karena sedang dalam pemantauan Disnaker,” jelas korban.

Tak hanya itu, korban juga merasa keberatan dengan pernyataan dari pihak Disnaker yang mencoba mereduksi jumlah korban kecelakaan kerja.

“Orang Disnaker bilang yang kecelakaan itu cuma saya hanya satu orang, yang dua lainnya sudah lama. Saya diam aja waktu itu.” Jelasnya.

Sikap Disnaker ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan aktivis buruh. Mereka menilai bahwa lembaga yang seharusnya menjadi pelindung pekerja malah membela Perusahaan.

Sementara itu, Ketua Aliansi Kearifan Lokal Indonesia (AKLI) Lampung Selatan, Dadan Hutari. SE mengecam keras tindakan Menejemn PT. Autum Agro Industri yang dinilai mengabaikan hak – hak buruh serta lemahnya pengawasan dari Instansi terkait.

“Perusahaan seperti PT. Autum ini jelas jelas memeras keringat para karyawan, ketika ada kecelakaan kerja seharusnya perusahaan harus lebih sigap lagi bukan hanya bertanggung jawab mengobati saja tetapi harus mengeluarkan kompensasi kepada korban selama masa pemulihan. Kalau benar Disnaker justru menenangkan korban agar diam, itu sudah melenceng jauh dari tugasnya sebagai pelindung tenaga kerja,” sebutnya.

Dadan Hutari juga mendesak agar Pemerintah Daerah dan Penegak Hukum turun tangan menyelidiki dugaan pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang terjadi di perusahaan itu.

“Negara tidak boleh kalah oleh Perusahaan. Jika ada pelanggaran K3 dan hak pekerja diabaikan, harus ada tindakan tegas “imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Ikatan Keluarga Buruh Lampung (IKBL) Kabupaten Lampung Selatan, Rudi Topan menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelemahan terhadap suara korban.

“Kalau benar Disnaker datang untuk menyuruh korban diam, itu jelas tindakan yang tidak pantas. Disnaker seharusnya hadir tidak untuk melindungi tenaga kerja bukan untuk membungkam mereka, “tukas Rudi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Ketenagakerjaan Lampung Selatan belum memberikan keterangan terkait tudingan bahwa mereka meminta korban untuk tidak berbicara kepada Media. (fir)

Pos terkait