LAMPUNG SELATAN – Terkuaknya Panitia Pilkades Tanjung Baru Kecamatan Merbau Mataram diduga Menjadi Tim Sukses (timses) salah satu Calon, membuat ke 4 dari 5 Calon Kepala Desa Tanjung Baru, Warsidi, Siti Aisya, Saefudin dan Rudi Sunaeni mulai kesal melihat ulah oknum Panitia yang diduga tidak netral dan menjadi Tim Sukses (Timses) salah satu Calon.
Ke-4 Calon Kades itu merasa dicurangi bahkan dirugikan dengan keberadaan Panitia Pilkades saat ini. Sehingga, ke-4 Calon itu membuat mosi tidak percaya dengan keberadaan Panitia Pilkdes Tanjung Baru.
Mosi tidak percaya ke-4 Calon Kades itu cukup beralasan, dengan banyaknya poto yang beredar di akun Facebook (Fb) salah satu pendukung Calon Helmi Yusuf, kalau Panitia Pilkades Tanjung Baru ikut serta dalam kegiatan sosialisasi calon Kepala Desa Helmi Yusuf. Bila dilihat dari akun Fb yang beredar, patut dipertanyakan kenetralan Panitia Pilkades Tanjung baru dalam rangka melaksanakan Pilkades yang bersih, jujur serta kondusif.
Padahal, Panitia sebagai pelaksana jalannya Pilkades yang bersih. Sementara, dalam ke Panitiaan Pilkades itu tidak terlepas dari adanya aturan dan larangan yang sudah diatur dalam Undang-undang tentang Panitia Plkades.
Warsidi, satu calon Kades Tanjung Baru, terang-terangan buka suara dan menanggapi pemberitaan adanya beberapa panitia Pilkades yang diduga tidak netral.
Menurutnya, selama ini calon kades yang lain termasuk dirinya merasa bingung dengan kondisi Panitia Pilkades yang juga seperti menjadi tim sukses calon, namun dirinya pribadi bingung akan menyampaikan keluhan tersebut kepada siapa.
Menurut Warsidi, selama ini Ketua dan Panitia Pilkades tingkat Desa maupun Panitia Pilkades di tingkat Kecamatan tidak pernah memberikan sosialisasi kepada calon kades, apa yang boleh dilakukan atau apa yang tidak boleh dilakukan oleh panitia pilkades.
“Saya berharap agar pilkades ini dapat berjalan aman, nyaman tertib dan menghasilkan pilkades yang berkualitas, panitia harus menunjukkan netralitasnya sesuai dengan aturan yang ada,” jelasnya kepada Media, Kamis (22/7) kemarin.
Warsidi berharap, semua pihak terkait dengan pilkades baik di tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten dapat memberikan perhatian terhadap masalah ke Panitiaan Pilkades yang ada di desa Tanjung Baru.
Hal serupa juga dikatakan oleh Calon Kapala Desa, Syaefudin.S.Pd. menurutnya, sudah menyalahi aturan atas ketidak netralan Panitia Pilkades bila menjadi Tim Sukses (Timses) salah satu calon. Seharusnya, sebagai Panitia yang melaksanakan Hajat Demokras Pilkades, Panitia harus berpijak pada aturan yang telah ditetapkan sebagai Panitia Pilkades.
“Seharusnya, Panitia tidak berpihak kepada salah satu calon apalagi menjadi tim pemenangan, walaupun diluar sebagai Panitia, mereka adalah warga Desa dan mempunyai hak suara untuk memilih, tapi tidak perlu ditunjukan kepada masyarakat kalau mereka mendukung bahkan menjadi Timses salah satu calon,” kata dia.
“Dengan adanya Panitia Pilkades Tanjung Baru menjadi Timses salah satu calon, itu sudah jelas-jelas merugkan kami sebagai calon lainnya dan hal yang sangat wajar pada akhirnya kami sebagai calon ‘TIDAK PERCAYA KEPADA PANITIA PILKADES’ tanjung baru,” sambung Syaefudin.
Begitu juga Calon Kepala Desa Siti Aisya, dengan tegas Siti Aisya menjelaskan, dari awal ke-4 calon sudah ada rasa curiga dengan keberadaan Panitia Pilkades Tajung Baru mendukung dan menjadi Timses salah satu calon. Bila dilihat dari pertama Panitia memaksakan anggaran Pilkades sebesar setengah Milyar itu diduga ada pengondisian agar terjadi calon tunggal. Selain itu, begitu juga dengan jumlah TPS, Panitia pun sebelumnya memaksakan harus 16 TPS.
“Dari masalah itu saja kami calon sudah curiga, apa iya biaya Pilkades hingga mencapai Rp. 503 juta. Begitu juga dengan jumlah TPS, kok bisa sebelumnya Panitia memutuskan tidak bisa diganggu gugat sudah keputusan Panitia harus16 TPS, ada apa, ternyata mereka menjadi Timses salah satu calon,” tegasnya.
Menurut Siti Aisya, dirinya sebagai calon sangat mengharapkan Pilkades Tanjung Baru bisa terlaksana dengan Aman, nyaman dan kondusif. Namun, apabila Panitia sebagai pelaksana Pilkades menjadi Timses salah satu calon maka Pilkades Aman, nyaman dan kondusif itu masih menjadi sebuah pertanyaan dikarenakan calon lainnya merasa dirugikan.
“Ini seharusnya menjadi perhatian Dinas terkait sebagai penyelenggara Pilkades serentak, apakah hanya di diamkan saja ketidak netralan Panitia, apakah diperbolehkan Panitia menjadi Timses. Nah ini juga menjadi tugas Ketua Panitia Pilkades Kecamatan Merbau Mataram, jangan selama ini hanya diam saja dengan pemasalahan Pilkades di Tanjung Baru, kemana saja selama ini,” jelasnya.
Dilihat dari permasalahan ini, kata Aisya, dirinya dan calon lainya telah sepakat untuk melakukan mosi tidak percaya kepada Panitia Pilkades. Mosi tidak percaya ini akan disampaikan kepada Komisi I DPRD Lamsel.
“Ini demi terlaksananya Pilkades yang Kondusif, kami ke 4 calon sepakat akan mengajukan mosi tidak Percaya kepada Panitia Pilkades Tanjung Baru, dokumen kegiatan Panitia mengikuti sosialisasi Calon itu pun sudah kami.siapkan, tujuannya agar Pilkades Tanjung Baru bersih, aman, nyaman dan kondusif, ” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Tim Sukses ke empat calon dari kelima calon Kepala Desa (kades) Desa Tanjung Baru pertanyakan netralitas Suharja sebagai Panitia Pilkades.
Timses ke empat calon mengecam keras sikap Suharja yang seorang panitia, namun menunjukkan keberpihakan nya kepada Helmi Yusuf salah satu calon kades. Hal itu dibuktikan dengan ikut serta nya Suharja dihampir setiap kegiatan sosialisasi Helmi Yuduf kepada masyarakat.
Sementara dari pantauan media ini Suharja pun terlihat berphoto bersama Helmi Yusuf dan tim pemenangan Helmi Yusuf di Akun Facebook (Fb) Hendri bersama relawan Helmi Yusuf.
Sementara Nasir selaku ketua Pantia pilkades Desa Tanjung Baru yang dihubungi media ini kamis (22-07-2021) mengaku baru mengetahui informasi setelah menerima pertanyaan dari media ini, dan dia berjanji akan mengklarifikasi dengan yang bersangkutan ( red Suharja) terkait informasi ini.
Menurut Nasir seorang panitia sudah seharusnya netral tidak berpihak ke salah satu calon, karna sudah jelas dalam aturan nya.
Dia menambahkan apabila ada oknum panitia yang tidak netral, artinya berpihak kesalah satu calon, maka akan diberi sangsi.
“Saya jujur baru tahu informasi ini, yang jelas saya akan minta informasi dari yang berangkutan. Bila terbukti yang bersangkutan tidak netral, kami akan berikan sangsi. Sangsi terberat bila terbukti ya pemecatan dari kepanitiaan. Karna seluruh panitia harus netral tidak boleh berpihak kesalah satu calon,” Jelas Nasir.
(Firdaus)







