Kepala BKN Teken MoU Manajemen Talenta ASN Bersama 5 Kepala Daerah se-Kepulauan Nias

Kenakan Pakaian Adat & Kalabubu, Kepala BKN Teken MoU Manajemen Talenta ASN Bersama 5 Kepala Daerah se-Kepulauan Nias

 

Bacaan Lainnya

Teluk Dalam, http://BongkarPost.co.id – Kunjungan Kerja Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Zudan Arif Fakrulloh ke Kabupaten Nias Selatan, Kamis (26/6/2025), menjadi momentum bersejarah perpaduan reformasi birokrasi dengan pelestarian adat istiadat Nias.

Dalam acara yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Nias Selatan tersebut, Prof. Zudan tampil mengenakan pakaian adat Nias lengkap dengan mahkota dan Kalabubu – kalung kehormatan tertinggi masyarakat Ono Niha – saat menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Komitmen Bersama Penerapan Manajemen Talenta ASN.

Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia selaku tuan rumah secara langsung memakaikan pakaian adat kebesaran kepada Kepala BKN. Prosesi sakral pemakaian mahkota dan Kalabubu ini merupakan simbol penghormatan tertinggi sekaligus wujud nyata komitmen pelestarian budaya dan adat istiadat yang hingga saat ini tetap dijaga dan dilestarikan oleh seluruh masyarakat Kepulauan Nias.

“Kalabubu bukan sekadar aksesori. Ini adalah marwah, identitas, dan kehormatan yang diwariskan leluhur Ono Niha. Ketika Kepala BKN mengenakannya, ini pesan kuat bahwa reformasi ASN tidak akan mencabut akar budaya kita,” ujar Bupati Sokhiatulo Laia kepada wartawan.

 

MoU Ditandatangani 5 Kepala Daerah se-Kepulauan Nias

Dalam Kunker tersebut, Prof. Zudan Arif Fakrulloh menandatangani MoU dengan 5 Kepala Daerah selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), yaitu:

1. *Sokhiatulo Laia* – Bupati Nias Selatan

2. *Yaatulo Gulo, S.E., S.H., http://M.Si* – Bupati Nias

3. *Amizaro Waruwu, http://S.Pd* – Bupati Nias Utara

4. *Dr. Eliyinus Waruwu* – Bupati Nias Barat

5. *Sowaa Laoly* – Walikota Gunungsitoli

 

Budaya Jadi Roh Reformasi Birokrasi

Prof. Zudan dalam sambutannya dengan berbalut pakaian adat Nias menegaskan, manajemen talenta merupakan amanat UU No. 20 Tahun 2023 tentang ASN. “Saya bangga mengenakan pakaian adat dan Kalabubu ini. Ini bukti bahwa *masyarakat Nias sangat kuat memegang adat istiadat warisan leluhur*. Nilai-nilai luhur budaya seperti _falöwa_ (gotong royong) dan _famadaya_ (musyawarah) justru harus menjadi roh dalam penerapan merit system ASN,” tegasnya.

Ia menambahkan, setelah 10 tahun baru ada Kepala BKN definitif. “Tugas kami memastikan digitalisasi, asesmen objektif, dan menghapus praktik jual-beli jabatan. Nias Selatan membuktikan daerah kepulauan bisa terdepan, tanpa meninggalkan identitas budayanya,” ujar Prof. Zudan.

 

4 Poin Komitmen Bersama dalam MoU:

1. Penerapan merit system konsisten di seluruh Pemda se-Kepulauan Nias

2. Pembangunan talent pool daerah terintegrasi Sistem Informasi ASN (SIASN) BKN

3. Pengembangan kompetensi ASN melalui jenjang karier transparan berbasis budaya lokal

4. Penghapusan intervensi politik dalam pengisian jabatan ASN

Bupati Sokhiatulo Laia menyatakan komitmen penuh. “Ini bukan seremonial. Kami siap membangun ASN Nias Selatan yang profesional, berintegritas, dan tetap berakar pada budaya. ASN harus naik kelas,” tegasnya.

Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata miniatur Rumah Adat Nias kepada Kepala BKN dan foto bersama seluruh Kepala Daerah se-Kepulauan Nias.

Penulis: (Ahan Bll )

Pos terkait