Bandar Lampung, BP
Pembangunan Gedung Perpustakaan Modern Provinsi Lampung, yang menyerap dana hampir Rp70 miliar, hingga akhir tahun 2022 ini, masih belum rampung.
Sempat dikonfirmasi, Dra. Ratna Dewi, MM selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung, mengaku tidak tahu menahu tentang pembangunan gedung perpustakaan modern tersebut. Terkesan lempar tanggungjawab.
“Teknisnya, saya tidak tahu, langsung ke Dinas yang mengerjakan saja, karena soal pembangunannya bukan ranah saya,” ujarnya saat dihubungi via Whatsapp, beberapa waktu lalu.

Proyek yang digelar pada tahun anggaran 2019, sebesar Rp62,38 miliar, melalui Dinas Cipta Karya dan Pengelolaan Sumber Daya Air, pimpinan Edarwan, terhenti. Alasan refocussing anggaran, pada tahun 2020 dan 2021, proyek ini tak berlanjut.
Namun, di tahun 2022, pembangunan dilanjutkan melalui APBD Perubahan sebesar Rp5,94 miliar, oleh PT Affika Karya Mandiri. Meski berlanjut, gedung ini juga masih belum dapat digunakan, alias tak maksimal.
Sementara, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Thomas Edwin Ali, ST, SE, MM, yang saat ini menjadi leading sector proyek tersebut, belum bisa dihubungi.
Diketahui, Gedung Perpustakaan Modern Lampung yang terletak di Jalan ZA Pagar Alam No. 52, Labuhan Ratu, Kedaton, Bandar Lampung, dibangun diatas lahan seluas sekitar 2,5 hektar, pada masa kepemimpinan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo. Dan hingga akhir tahun 2022, meski hampir Rp70 miliar anggaran terserap ke proyek tersebut, hasilnya tidak maksimal. (tk)







