Kadis Perkebunan Lamsel Bantah Pinjamkan Alat Berat untuk Membuat Tambak Vaname

  • Whatsapp

LAMPUNG SELATAN – Alat berat Excavator milik Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan yang diduga dipinjamkan kepada seseorang pengusaha tambak Vaname Air tawar di Desa Palas Pasemah Kecamatan Palas untuk digunakan membuat petak petak tambak. Ternyata dibantah tegas oleh Kadis Perkebunan, Bibit Purwanto.

Menurut Bibit, pemberitaan yang berjudul Dinas Perkebunan Lamsel Pinjamkan Exsavator Buat Tambak Vaname di Palas Pasemah edisi Senin, (24/1) harus diluruskan. Dikarenakan, Instansi Dinas tersebut tidak pernah meminjamkan alat berat (Excavator) kepada seseorang pengusaha tambak untuk membuat kolam tambak Vaname Air Tawar di Palas Pasemah.

Bacaan Lainnya

“Alat apa itu Bang, bukan punya Dinas Perkebunan,” tegasnya Rabu (25/1).

Menurut Bibit, beberapa waktu lalu memang ada seorang warga Desa Palas Pasemah meminjam alat berat Excavator milik Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan dengan tujuan untuk membuat lahan sawah.

“Dulu pinjam, dulu itu pinjam katanya untuk mencetak sawah. Kalau untuk mencetak sawah kata saya oke, kan gitu, dulu itu,” jelasnya via telepon.

“Nah, sekarang ini katanya lagi kerja buat tambak Vaname, tapi bukan pakai alat kita (Excavator, red). Alat kita ada nongkrong berbulan-bulan untuk antisipasi bencana. Makanya diluruskan dulu Bang, coba dicek di lokasi, itu pakai alat siapa,” pungkasnya.

Hal senada juga dijelaskan oleh Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Dan Perkebunan Lamsel, Yennie. Menurutnya, alat berat yang dipakai sekarang oleh pengusaha tambak Vaname Palas Pasemah itu milik Dinas Perikanan.

“Exsavator yang dilahan Pak Aribun punya KKP, Dinas Perikanan Kabupaten Lamsel,” jelasnya via WhatsApp.

Lebih lanjut Yennie mengatakan kalau alat yang dipinjam milik Dinas Perkebunan itu digunakan untuk nimbun kolam/tambak untuk dicetak menjadi lahan sawah kembali.

“Iya Pak, yang dari Dinas Pertanian digunakan untuk nimbun kolam jadi sawah. Kemudian yang sekarang dipake Eksavator punya KKP Pak,” ujarnya.

Sementara, warga Desa setempat saat mengatakan, kalau saat ini di lokasi tambak Vaname tersebut sudah tidak terlihat adanya alat berat Excavator.

“Tidak ada lagi alat Excavator di lokasi tambak, sepertinya sekitar satu minggu ini sudah dibawa keluar,” kata warga yang enggan namanya disebutkan.

Di berita kan sebelumnya,
Alat berat jenis Exsavator milik Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Lampung Selatan di duga disalah gunakan untuk membuat petak petak Tambak Air tawar Udang Vaname di Desa Palas Pasemah Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan.

Namun, digunakannya Alat Berat Exsavator untuk membuat tambak Udang Vaname Air tawar di Desa Palas Pasemah Kecamatan setempat, di bantah keras oleh Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan.

Pasalnya, sebagai Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian, Yennie mengetahui kalau Alat Berat Exsavator itu digunakan untuk membuat atau mencetak lahan sawah di Desa Palas Pasemah.

“Gak bener itu, Exsavator itu setahu saya di gunakan di Palas Pasemah untuk membuat lahan sawah,” tegasnya belum lama ini kepada Bongkar Post.

Menurutnya, belum lama ini ada pengusaha tambak Vaname air tawar di Desa Palas Pasemah meminjam Alat Berat jenis Exsavator milik Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Lampung Selatan. Dengan tujuan untuk membuat atau mencetak lahan sawah yang tadinya berupa tambak Vaname Air tawar akan di rombak menjadi lahan sawah kembali.

“Ya itu, setahu saya Excavator itu digunakan untuk membuat lahan sawah. Karena tambak Udang nya kurang berhasil lalu Kembali akan di buat lahan sawah,” ungkapnya dengan nada terkejut ketika mendengar Exsavator itu digunakan untuk membuat petak petak tambak bukan untuk cetak sawah.

“Ini secepatnya akan saya koordinasikan dengan Pak Kadis, karena mereka (pegusaha tambak.red) pinjam Alat Exsavator itu alasannya untuk membuat lahan sawah,” sambungnya.

Menyikapi hal itu, Ketua DPD Jaringan Pemuda Lampung Anti Korupsi (JPLAK) Provinsi Lampung, Andhika Putra. A.Md menegaskan, Alat berat (Excavator) itu adalah milik Dinas Tananam Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan. Yang Notabene nya Aset milik Pemerintah Kabupaten setempat.

“Yang namanya Alat berat milik Pemerintah, dalam salah satu Instansi, biasanya di pergunakan untuk kepentingan Dinas (Instansi) tersebut. Terutama untuk kepentingan masyarakat banyak,” tegasnya Kepada Bongkar Post, Senin (24/1).

Menurutnya, ketika Barang (Aset) milik Pemerintah dalam salah satu Instansi bisa di pinjamkan kepada seseorang (Pribadi) untuk kepentingan Pribadi, itu perlu di pertanyakan.

“Ya jelas dong, harus dipertanyakan legilitas pinjam nya seperti apa, digunakan untuk apa dan pemanfaatannya seperti apa. Itu kan Aset milik Pemerintah. Ketika bisa di pinjamkan kepada seseorang untuk kepentingan Pribadi. Harus di pertanyakan, ada apa ini,” ungkap Andhika.

Andhika menambahkan, Aset milik Pemerintah itu, seperti alat alat berat sejenis Excavator milik suatu kedinasan. Itu ada anggaran untuk pemeliharaan dan anggaran perbaikan untuk alat berat tersebut.

“Itu kan ada Anggaran untuk pemeliharaan seperti anggaran untuk perbaikan. Sekarang di pinjamkan kepada seseorang untuk membuat petak petak tambak, itu kan kegunaannya dan manfaat nya untuk Pribadi. Bukan untuk masyarakat banyak. Kalau di pakai secara sewa, dalam per hari sewa nya berapa. Lalu berapa lama pakai nya dan uang sewa nya masuk kemana,” imbuhnya.

“Kalau tidak secara sewa, hanya sebatas dipinjamkan. Apakah bisa masyarakat lain, selain pengusaha tambak itu yang meminjam Alat berat milik Dinas Perkebunan Lamsel. Kalau tidak boleh, nah ini yang kita pertanyakan, ada apa,” tutupnya.

(Firdaus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *