Jeriken Pertalite Disita, Pengecer BBM di Way Kanan Ditahan

#HardNews

 

Bacaan Lainnya

Jeriken Pertalite Disita, Pengecer BBM di Way Kanan Ditahan

 

Bongkar Post | WAY KANAN — Aparat kepolisian dari Polsek Pakuan Ratu mengamankan seorang pedagang eceran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kampung Serupa Indah, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan, Sabtu (9/5/2026) malam.

Dalam penggerebekan sekitar pukul 18.30 WIB itu, polisi menyita 25 jeriken berisi total 825 liter Pertalite yang diduga ditimbun secara ilegal. Pemilik usaha eceran tersebut, Hartono, kini menjalani proses hukum atas dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.

Penindakan ini merupakan bagian dari operasi penertiban distribusi BBM bersubsidi yang tengah digencarkan Polres Way Kanan guna menekan potensi penyalahgunaan dan kebocoran subsidi negara.

Namun, kasus tersebut memicu perhatian publik setelah istri Hartono, Supiah, mengunggah video pernyataan yang viral di media sosial pada Minggu (10/5/2026). Dalam video itu, Supiah menangis histeris dan mengaku suaminya dijebak oleh pemasok BBM.

Ia juga menuding adanya permintaan uang sebesar Rp50 juta dari oknum tertentu agar suaminya dapat dibebaskan. Tuduhan tersebut langsung memicu reaksi luas di tengah masyarakat.

Kapolres Way Kanan AKBP Didik Kurnianto membantah adanya praktik permintaan uang damai dalam penanganan perkara tersebut. Ia menegaskan proses hukum dilakukan sesuai prosedur dan berdasarkan laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas gudang BBM ilegal.

“Penegakan hukum dilakukan secara objektif sesuai aturan yang berlaku,” tegas Didik, Rabu (13/5/2026).

Pihak Polsek Pakuan Ratu juga memastikan tidak ada anggota yang terlibat dalam dugaan pemerasan. Meski demikian, Kapolres menyatakan akan menindak tegas apabila ditemukan bukti pelanggaran oleh personel di lapangan melalui pemeriksaan internal Propam.

Kasus ini memunculkan polemik di tengah masyarakat terkait penertiban pengecer BBM subsidi di wilayah pedalaman. Sejumlah warga menilai pedagang eceran selama ini menjadi alternatif kebutuhan bahan bakar bagi masyarakat yang tinggal jauh dari SPBU resmi.

Di sisi lain, aparat menegaskan distribusi BBM subsidi tanpa izin tetap melanggar aturan dan berpotensi merugikan negara.

Publik kini menunggu langkah lanjutan aparat dalam mengusut jaringan pemasok BBM subsidi ilegal yang diduga berada di balik distribusi tersebut, sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan adil tanpa tebang pilih. (*)

Pos terkait