Jalan Raya Suban Butuh Perhatian Pemprov Lampung

Bongkarpost.co.id (Lampung Selatan) – Jalan raya Suban yang menghubungkan antara Desa Tanjung Baru Kecamatan Merbau Mataram dengan Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang Bandar Lampung kini kondisinya rusak parah tak layak untuk dilewati oleh kendaraan roda empat sehingga butuh perhatian Pemerintah Provinsi Lampung.

Padahal, jalan tersebut merupakan jalan utama bagi masyarakat Kecamatan Merbau Mataram khususnya warga Desa Tanjung Baru dalam melaksanakan aktivitas setiap hari. Baik bagi pekerja maupun pedagang yang mengadu nasib di Kecamatan Panjang Kotamadya Bandar Lampung.

Bacaan Lainnya

Ruas jalan yang sempit dan sudah banyak yang berlobang, mengakibatkan pengguna roda dua dan roda empat yang melintasi jalan itu harus ekstra hati hati. Apa lagi ketika pada saat hujan, jalan yang berlobang digenangi oleh air sehingga sering terjadi kecelakaan bagi pengguna roda dua yang tergelincir jatuh di ruas jalan tersebut.

“Sudah lama mas, sudah lebih dari lima tahun kondisi jalan di sini rusak parah dan berlobang. Tapi entah kenapa kok sepertinya dibiarkan saja oleh Dinas PU Provinsi Lampung,” jelas Hariyadi salah satu warga Kecamatan Panjang yang menggunakan roda dua saat melintas jalan tersebut, pada Minggu (9/10/2022).

Menurutnya, Jalan Raya Suban yang menghubungkan antara Kecamatan Panjang Bandar Lampung dengan Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan itu merupakan urat nadi bagi warga di dua Kecamatan itu.

“Ya dikarenakan banyak warga Kecamatan Merbau Mataram yang bekerja di Bandar Lampung dan menjadi pedagang di pasar Panjang. Begitu pun sebaliknya, warga Bandar Lampung setiap harinya melintasi jalan ini untuk bepergian ke Kabupaten Lampung Selatan,” tandasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Sugara salah satu warga dusun Tanjung Rame Desa Tanjung Baru Kecamatan Merbau Mataram. Menurutnya, dalam setiap hari sekitar seribu kendaraan roda dua dan roda empat yang menggunakan jalan tersebut.

“Ini kalau hari kerja, mulai pagi hingga sore jalan itu padat dilewati kendaran yang hilir mudik dari sini (Lamsel.red) dan dari Panjang Bandar Lampung ke Kecamatan Merbau Mataram,” ujarnya.

“Setiap hari ada sekitar 1000 kendaraan roda dua dan roda empat yang melintasi jalan itu,” imbuhnya.

Menurut Sugara, jalan raya Suban merupakan jalan utama yang setiap hari digunakan warga di Kecamatan Merbau Mataram khususnya warga desa berdekatan dengan Kecamatan Panjang, seperti Desa Tanjung Baru, Baru Ranji, Merbau Mataram dan Desa Suban.

“Setiap malam sekitar pukul 2.00 WIB sudah jalan itu ramai dilewati oleh warga Kecamatan Merbau Mataram yang beraktivitas sebagai pedagang di pasar panjang. Dikarenakan, hampir semua pedagang hasil bumi dan sayuran di pasar Panjang itu berasal dari Kecamatan Merbau Mataram,” ungkapnya.

“Namun sayangnya, jalan itu kondisinya sekarang rusak parah. Berlobang, sempit dan tidak ada lampu jalannya,” pungkasnya.

(Fir)

Pos terkait