Irham Jafar: Wajib Bijak Memanfaatkan Media Sosial
Bongkar Post, Menggala– Anggota MPR RI Irham Jafar Lan Putra mengimbau masyarakat bijak dalam memanfaat media sosial. Informasi yang tersaji belum tentu valid, jika ditelan mentah-mentah informasi dapat menimbulkan berbagai dampak buruk di tengah masyarakat.
Irham Jafar mengatakan hal tersebut saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di kantor Kelurahan Menggala Selatan, Kecamatan Menggala, Tulang Bawang, 14 Desember lalu.
Di hadapan tokoh adat dan tokoh masyarakat, Anggota Komisi IV DPR RI itu mengatakan, informasi hoaks dan ujaran kebencian yang tayang di media sosial punya dampak yang luar biasa buruknya. Orang yang termakan kabar hoaks bisa bereaksi negatif, seperti marah dan upaya membalas dendam. Padahal, informasi yang dia terima tidak ada kebenarannya.
Ketua Mahkamah Partai DPP PAN itu mengakui, perkembangan teknologi informasi memang punya dampak positif. Tetapi, tentu saja ada dampak-dampak negatif. “Nah, dampak negatif itulah yang patut diwaspadai,” kata Irham Jafar.
Oleh sebab itu, setiap orang wajib memanfaatkan teknologi informasi dengan bijak. Dia berharap, kemajuan IPTEK dapat dimanfaatkan untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Bukan malah menjadi jalan bagi perpecahan bangsa.
Pada kesempatan tersebut Irham Jafar juga menjelaskan mengenai pentingan pemasyarakatan kembali nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menangkal pergeseran-pergeseran nilai yang terjadi di masyarakat.
Irham menyebut, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang nilai-nilai yang terkandung dalam UUD ’45, Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Pemahaman tersebut akan memberi bobot kepada masyarakat untuk hidup dalam realitas nilai-nilai masyarakat yang terus berubah dengan tetap memegang teguh jati diri.
Di antara nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila ada tradisi gotong royong, urun rembug, dan toleransi. Ketiga nilai ini belakangan mulai meluntur. Maka, perlu untuk dicerahkan lagi, terutama di kalangan generasi muda. (Red)







