Inovasi Pangan, Dosen Rekayasa Kehutanan Itera Olah Daging Buah Pala Menjadi Permen Gummy

 

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Lampung Selatan, 21 Juli 2026 — Tim dosen Program Studi Rekayasa Kehutanan, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera (Itera), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersama Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Mawar Bodas di Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan ini memperkenalkan inovasi pengolahan daging buah pala yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal menjadi produk pangan berupa permen gummy.

Desa Way Kalam merupakan desa wisata di kawasan lereng Gunung Rajabasa yang memiliki beragam potensi sumber daya lokal, termasuk tanaman pala dan budi daya lebah madu. Selama ini, pemanfaatan pala lebih banyak berfokus pada bagian biji, sementara daging buahnya belum dimanfaatkan secara maksimal dan sebagian masih terbuang. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan daging buah pala menjadi produk bernilai tambah yang dapat mendukung diversifikasi usaha masyarakat.

Melalui kegiatan berbasis riset terapan ini, tim PKM memperkenalkan pengolahan daging buah pala menjadi permen gummy dengan memanfaatkan bahan pemanis lokal berupa madu atau gula aren. Pala dan madu yang tersedia di masyarakat diolah menjadi produk dengan bentuk dan tampilan yang lebih modern sehingga berpotensi menjangkau konsumen yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.

Tim dosen dan mahasiswa Itera memberikan pelatihan secara langsung kepada anggota KUPS Mawar Bodas. Tahapan kegiatan meliputi pemilihan dan pembersihan bahan baku, pengolahan daging buah pala, formulasi dan pencampuran bahan, proses pemasakan dan pengadukan, pengendalian tekstur, hingga pencetakan produk. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya kebersihan dan konsistensi proses produksi untuk menghasilkan produk gummy dengan kualitas yang relatif seragam.

Inovasi permen gummy menjadi salah satu bentuk diversifikasi pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Melalui pengolahan, bahan baku yang sebelumnya kurang termanfaatkan dapat dikembangkan menjadi produk turunan dengan nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus mengurangi potensi limbah dari pemanenan dan pengolahan pala. Pendekatan ini sejalan dengan konsep ekonomi sirkular dan diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara potensi pertanian, HHBK, UMKM, dan sektor pariwisata Desa Way Kalam.

Kegiatan ini juga merupakan bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi dalam menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Tim PKM diketuai oleh Nurika Arum Sari, S.Hut., M.Sc., bersama Maeda Wahyuningrum, S.Hut., M.Si., Vilda Puji Dini Anita, S.Hut., M.Si., Diyanti Isnani Siregar, S.Hut., M.Sc., dan Arief Juniarto, S.Hut., M.Si., serta melibatkan delapan mahasiswa. Keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman pembelajaran langsung melalui interaksi dengan masyarakat dan penerapan pengetahuan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, KUPS Mawar Bodas diharapkan memiliki alternatif usaha baru berbasis potensi lokal yang dapat mengurangi ketergantungan pada penjualan bahan mentah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas pala dan madu. Pengembangan produk juga berpotensi membuka peluang kolaborasi dengan pengelola desa wisata, pelaku UMKM, serta berbagai pihak lainnya.

Ke depan, pengembangan permen gummy diharapkan dapat terus dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, pengemasan, dan pemasaran. Dengan sinergi antara masyarakat, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, produk ini diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan Desa Wisata Way Kalam.

Bagi Program Studi Rekayasa Kehutanan ITERA, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam memperluas pemanfaatan ilmu kehutanan, khususnya pengelolaan dan pengembangan HHBK secara berkelanjutan. Inovasi ini menunjukkan bahwa daging buah pala yang sebelumnya kurang termanfaatkan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendukung peningkatan kapasitas masyarakat, diversifikasi usaha, dan penguatan ekonomi lokal. (*)

Pos terkait