Harga Ayam Ngebeton, UMKM Purwakarta Mati Perlahan! Pemerintah Tidur?

 

 

Bacaan Lainnya

Purwakarta, Bongkarpost.co.id- Kenaikan harga daging ayam potong yang tidak terkendali telah mencapai titik krisis, membuat para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner ‘gigit jari’. Harga daging ayam kini menyentuh angka Rp. 40.000 – 45.000 per kilogram, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Cecep Nursaepul Mukti, Pemilik CV Menong Catering, menyatakan keprihatinannya. “Kami benar-benar gigit jari. Margin keuntungan kami sudah sangat tipis. Jika harga bahan baku utama naik hingga 20-30%, kami bekerja bakti, hanya capek saja tanpa hasil,” ujarnya.

Mahesa Jenar, sapaan akrab Cecep, mempertanyakan kehadiran dan keseriusan pemerintah dalam mengendalikan harga pangan. “Dimanakah Pemerintah saat rakyat kecil menjerit? Mengapa siklus kenaikan harga ini terus berulang tanpa ada solusi jangka panjang yang konkret?” tegasnya, Jumat (12/12/2025).

UMKM di Purwakarta mendesak Pemerintah Pusat maupun Daerah untuk segera mengambil langkah taktis, antara lain:

 

1. Lakukan Intervensi Pasar Segera

2. Investigasi Rantai Pasok

3. Subsidi Pakan Ternak

4. Jaring Pengaman UMKM

 

“UMKM tidak butuh wacana, UMKM butuh bukti nyata kehadiran negara untuk melindungi keberlangsungan usaha rakyat,” tutup Mahesa Jenar. (Maman)

Pos terkait