Hak Pendidikan yang Masih Dinantikan Anak-Anak Muara Belida

Hak Pendidikan yang Masih Dinantikan Anak-Anak Muara Belida

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Muara Enim – Di tengah upaya pemerintah mewujudkan pemerataan pendidikan bagi seluruh anak Indonesia, masih ada keluarga yang menghadapi kendala ekonomi sehingga kesulitan melanjutkan pendidikan anaknya.

Salah satunya dialami oleh Ibu Vita, warga Muara Belida kecamatan Muara belida Kabupaten Muara Enim. Kepada awak media, ia menceritakan perjuangannya agar putrinya yang baru lulus dari SD Negeri 3 Muara Belida dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Menurut Vita, ia telah berupaya mendaftarkan putrinya ke SMP Negeri 1 Muara Belida, yang merupakan satu-satunya SMP negeri sekaligus sekolah paling dekat dengan tempat tinggal mereka.

“Sebagai orang tua, saya sangat ingin anak saya tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Karena itu saya sudah berusaha mendaftarkan putri saya ke SMP Negeri 1 Muara Belida. Sekolah itu merupakan satu-satunya SMP negeri yang paling dekat dengan dusun kami dan menjadi harapan kami agar anak bisa terus bersekolah,” ujar Vita.

Vita menjelaskan bahwa dirinya bukan tidak ingin menyekolahkan anaknya ke sekolah lain di luar desa. Namun, keterbatasan ekonomi membuat hal tersebut sulit diwujudkan.

Menurutnya, apabila harus bersekolah di luar desa, anaknya membutuhkan biaya transportasi, uang saku, serta kebutuhan harian lainnya yang tidak mampu dipenuhi oleh keluarganya.

“Bukan karena kami tidak ingin anak kami sekolah di luar desa. Justru kami sangat ingin. Namun keadaan ekonomi keluarga tidak memungkinkan. Biaya transportasi, uang saku, dan kebutuhan lainnya setiap hari sangat berat bagi kami,” katanya.

Lebih lanjut, Vita mengungkapkan bahwa dirinya telah kurang lebih satu tahun menjalani kehidupan tanpa suami. Sejak saat itu, ia berjuang sendiri memenuhi kebutuhan keluarga, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari masih sering mendapat bantuan dari adiknya.

“Saya benar-benar tidak sanggup apabila harus menyekolahkan anak ke luar desa. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja saya masih sering dibantu oleh adik saya,” ungkapnya.

Vita juga menyampaikan bahwa kondisi tersebut tidak hanya dialami oleh putrinya. Menurut pengakuannya, terdapat beberapa teman seangkatan putrinya yang hingga kini juga belum dapat melanjutkan pendidikan karena mengalami kesulitan ekonomi yang serupa.

Sebagai seorang ibu, Vita mengaku merasa sedih melihat kondisi tersebut. Ia berharap putrinya tetap memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan demi meraih masa depan yang lebih baik.

“Pendidikan adalah harapan terbesar kami agar anak-anak tidak mengalami kehidupan yang sama seperti orang tuanya,” tuturnya.

Sebagai bentuk keberimbangan informasi, awak media juga telah melakukan konfirmasi kepada pihak SMP Negeri 1 Muara Belida melalui sambungan telepon dan aplikasi WhatsApp pada hari senin 13 Juli 2026 kemarin.

Dalam keterangannya, pihak sekolah menyampaikan bahwa mereka hanya menjalankan ketentuan dan aturan penerimaan peserta didik yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Melalui awak media, Vita berharap adanya perhatian dan solusi dari pihak terkait, khususnya Pemerintah Kabupaten Muara Enim, agar anak-anak di Muara Belida yang mengalami kendala ekonomi tetap dapat memperoleh hak atas pendidikan.

“Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya berharap anak-anak kami tetap bisa bersekolah dan memperoleh hak mereka untuk mendapatkan pendidikan. Semoga ada kebijakan atau solusi dari pemerintah sehingga mereka tetap memiliki kesempatan meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik,” harapnya.

Pendidikan merupakan hak setiap anak sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dengan demikian, sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menghadirkan solusi terbaik agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.(td)

Pos terkait