H-4 Natura, Arus Penumpang dan Kendaraan di Pelabuhan Bakauheni Menurun Dibanding Tahun Lalu

H-4 Natura, Arus Penumpang dan Kendaraan di Pelabuhan Bakauheni Menurun Dibanding Tahun Lalu

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bakauheni

Memasuki H-4 libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), arus penumpang dan kendaraan dari Pulau Jawa yang tiba di Pelabuhan Bakauheni masih mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Minggu (21/12/2025).

Penurunan terjadi baik pada penumpang pejalan kaki maupun kendaraan yang menyeberang menuju Pulau Sumatera. Data tersebut berdasarkan laporan data posko angkutan Nataru naik-turun penumpang Nataru 2025–2026 PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni dalam periode 12 jam, mulai pukul 00.00 WIB hingga 11.59 WIB.

Dalam kurun waktu tersebut, jumlah penumpang asal Pulau Jawa yang tiba di Pelabuhan Bakauheni tercatat sebanyak 16.475 orang. Rinciannya, 1.208 penumpang pejalan kaki dan 15.267 penumpang dalam kendaraan.

Sementara itu, total kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Bakauheni mencapai 3.952 unit, terdiri dari 341 kendaraan roda dua, 1.865 kendaraan roda empat pribadi, 176 unit bus, serta 1.570 unit truk dan kendaraan besar lainnya.

Dari sisi operasional, ASDP mengoperasikan 34 kapal dalam periode 12 jam tersebut, meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 29 kapal. Jumlah trip penyeberangan juga mengalami peningkatan, dari 53 trip tahun lalu menjadi 55 trip pada tahun ini.

Meski secara kumulatif mengalami penurunan, pada Sabtu (20/12) petang hingga malam sekitar pukul 22.00 WIB, aktivitas penumpang dan kendaraan terpantau ramai di dermaga 1, 2, dan 3 reguler serta dermaga eksekutif Pelabuhan Bakauheni. Arus kedatangan penumpang, baik dari Pulau Jawa maupun Sumatera, masih terus berlangsung.

Puncak arus penumpang dan kendaraan pada libur Nataru 2025–2026 diperkirakan terjadi hingga Rabu (24/12/2025), seiring dengan libur Natal, Tahun Baru, serta libur sekolah.

General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, memastikan seluruh kesiapan operasional penyeberangan telah dipersiapkan secara matang.

“Armada yang kami operasikan tahun ini dipilih dengan daya angkut besar agar proses bongkar muat lebih cepat dan tidak terjadi penumpukan kendaraan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data normatif, pergerakan kendaraan pada periode Nataru tahun ini mengalami fluktuasi dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dipengaruhi faktor cuaca yang belum stabil, sehingga berdampak pada pencapaian jumlah trip kapal dan target operasional.

Partogi juga mengimbau pengguna jasa penyeberangan untuk tetap waspada selama perjalanan serta memastikan telah memiliki tiket sebelum memasuki kawasan pelabuhan guna mencegah antrean kendaraan tanpa tiket dan meminimalisasi praktik percaloan.
(Ism/Hb)

Pos terkait