Gubernur Al Haris Tunjuk Johansyah Jadi Jubir Karhutla Jambi, Siapkan Informasi Satu Pintu untuk Publik
Bongkarpost.co.id,
JAMBI – Gubernur Jambi Al Haris resmi menunjuk Johansyah sebagai Juru Bicara Pemerintah Provinsi Jambi khusus untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (26/10/2026).
Langkah ini diambil guna memastikan seluruh informasi terkait perkembangan karhutla tersampaikan kepada masyarakat secara cepat, tepat, akurat, dan satu pintu.
Penunjukan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Jambi Nomor: 831/KEP.GUB/SETDA.Biro Adpim-2.2/2026 yang ditetapkan pada 26 Oktober 2026.
Melalui SK ini, Johansyah yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, diberi mandat menjalankan fungsi komunikasi publik sekaligus mengoordinasikan data dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Situasi karhutla di Provinsi Jambi sendiri saat ini terus mengalami eskalasi menyusul musim kemarau yang berkepanjangan.
Berdasarkan data Satgas Karhutla, sejumlah titik panas (hotspot) mulai terpantau meningkat di beberapa wilayah rawan, yang memicu munculnya kabut asap tipis di sekitar pemukiman warga.
Kondisi ini diperparah oleh beratnya tantangan kerja yang dihadapi tim di lapangan.
Karakteristik lahan gambut yang dalam di wilayah Jambi seperti di Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, dan Muaro Jambi membuat api sulit dipadamkan karena terus menjalar di bawah permukaan tanah. Selain itu, akses geografis yang sulit ditembus kendaraan darat dan minimnya sumber air di lokasi kebakaran menjadi hambatan utama satgas dalam melakukan pemadaman cepat.
Keterbatasan sarana prasarana penunjang bagi personel lapangan juga menuntut adanya manajemen kerja dan komunikasi yang ekstra solid.
Di tengah situasi darurat dan kompleksitas tantangan fisik tersebut, penunjukan Johansyah dinilai sebagai langkah strategis.
Ia bukan orang baru dalam dunia komunikasi publik. Johansyah pernah menjabat sebagai Kepala Biro Humas dan sukses menjadi juru bicara penanganan Covid-19 Provinsi Jambi beberapa tahun lalu.
Pengalaman matang serta kedekatannya dengan awak media diharapkan mampu mencegah kesimpangsiuran informasi (hoax) di tengah masyarakat.
Menanggapi amanah tersebut, Johansyah menyatakan kesiapannya untuk langsung bergerak mengoordinasikan data lapangan.
“Sebagai ASN, tentunya saya siap mengemban tugas yang diberikan Pak Gubernur. Kami akan segera bersinergi dengan tim Satgas Karhutla Provinsi Jambi untuk memastikan data di lapangan terkompilasi dengan baik,” ujar Johansyah.
Sesuai SK Gubernur, Johansyah memikul sejumlah tugas strategis. Selain menyampaikan informasi publik berdasarkan data terkini Satgas, ia berwenang meminta laporan tertulis maupun lisan dari lintas sektor dan perangkat daerah. Ia juga berkewajiban melaporkan perkembangan situasi secara berkala kepada Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah, serta menggelar rapat rutin untuk menganalisis substansi informasi sebelum dipublikasikan.
Melalui manajemen komunikasi satu pintu ini, Pemerintah Provinsi Jambi berharap masyarakat bisa mendapatkan gambaran utuh mengenai kondisi riil karhutla, progres pemadaman, hingga langkah-langkah mitigasi kesehatan yang disiapkan pemerintah.
Di tengah ancaman karhutla yang menguras energi, keterbukaan informasi yang valid menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik serta mendukung kelancaran kerja tim satgas di lapangan. (Diskominfo Provinsi Jambi).






