Kebangkitan dari Akar Rumput: Strategi Senyap Hanura Jambi Menatap Pemilu 2029
Bongkarpost.co.id, JAMBI — Peta perpolitikan di Provinsi Jambi perlahan mulai menghangat. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), yang sempat kehilangan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi pada Pemilu 2024 lalu, kini tengah menyusun kekuatan baru.
Menolak pasrah pada statistik masa lalu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD Hanura Provinsi Jambi) mengambil langkah taktis dengan menggerakkan mesin partai langsung ke basis-basis massa paling bawah.
Langkah ini ditandai dengan rampungnya rangkaian road show maraton ke 11 kabupaten dan kota di seluruh Provinsi Jambi.
Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Jambi, Ritas Mairiyanto, menyatakan bahwa konsolidasi keliling yang melibatkan seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) tersebut menjadi babak baru bagi kesiapan tempur kader mereka.
“Alhamdulillah, pengurus Hanura di 11 kabupaten dan kota kini sudah dalam posisi siap tempur. Pergerakan kami tidak lagi sekadar di tingkat kota, melainkan sudah menembus kelurahan hingga desa-desa,” ujar Ritas kepada awak media Bongkarpost pasca-pertemuan internal.
Mengulang Sejarah Emas dengan Filosofi Singa
Bagi Hanura Jambi, Pemilu 2029 adalah momentum krusial untuk melakukan rebranding besar-besaran dan membalikkan kurva elektoral.
Ritas menegaskan bahwa target utama DPD Partai Hanura ke depan adalah meraih minimal satu kursi di setiap Daerah Pemilihan (dapil).
Target ini dipatok bukan tanpa alasan, melainkan sebuah ikhtiar untuk mengulang kembali sejarah emas yang pernah dicetak partai di bumi Jambi.
Pada masa kejayaannya dahulu, Partai Hanura Provinsi Jambi pernah mengukir prestasi gemilang dengan mengamankan 1 kursi DPR RI dari Dapil Jambi, 3 kursi di DPRD Provinsi, serta total 28 kursi di DPRD tingkat Kabupaten dan Kota.
Sejarah manis itulah yang kini ingin direbut kembali oleh jajaran pengurus baru.
Sebagai modal utama, persiapan matang telah dilakukan dengan membangun struktur organisasi yang kuat dan solid, mulai dari tingkat DPD, DPC, PAC, hingga ke tingkat anak ranting.
Kekuatan struktural ini akan digerakkan dengan mengusung jargon daerah: “Daerah Berdaya, Masyarakat Sejahtera”.
Pergerakan politik ini juga mendapat suntikan energi baru melalui logo kepala singa yang kini diusung partai. Simbol kepala singa ini dimaknai sebagai cerminan semangat yang kuat dan kompak antar-kader untuk dapat saling melindungi, saling menjaga, serta berjuang bersama demi kepentingan masyarakat luas. (Maf)






