Bongkarpost.co.id (Pesawaran) – Dusun Suka Menang Desa Way Layap Kecamatan Way Lima terus melestarikan Seni Budaya Religi berupa Hadroh guna meminimalisir kesenjangan sosial antar masyarakat beragama.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Forum Hadroh Nurul Jannah, Firdaus saat diwawancarai wartawan Bongkar Post.
“Karena memang saat ini banyak kesenjangan sosial antar warga sesama muslim, jadi dengan adanya Hadroh ini harapannya minimal dapat meminimalisir kesenjangan itu,” ujarnya.
Dijelaskan, Hadroh Nurul Jannah yang sudah berdiri sejak tahun 2020 tersebut memiliki puluhan anggota yang berasal dari berbagai macam instansi pendidikan.
“Jadi total kita ada 30 orang, yang terdiri dari 12 orang lelaki dan 18 orang lainnya perempuan. Dan mereka ada yang dari pondok pesantren, SMP bahkan MTs, semua campur disini,” jelasnya.

Selain itu, diketahui Hadroh Nurul Jannah tersebut sebelumnya merupakan kelompok rebana, namun saat ini berubah dikarenakan seiring zaman mulai berkurang peminat di rebana.
“Apalagi disini juga banyak ibu-ibu nya sekarang lebih tertarik kepada Hadroh, jadi kita ubah dari Rebana menjadi Hadroh,” kata dia.
“Meskipun memang pastinya ada perubahan dari cara bermainnya, terlebih kalau Hadroh kan cukup rumit dibandingkan rebana, karena banyak kunci atau ketukan yang berbeda,” imbuhnya.
Tak hanya itu, kedepankan Hadroh yang sudah berumur kurang lebih dua tahun itu juga akan terus meningkatkan kualitas baik dari pemain maupun cara bermainnya.
“Karena memang kami pun disupport terus oleh pemerintah, baik desa maupun kabupaten, jadi kami akan terus meningkatkan kualitas menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya.
(Akbar)







