Dugaan Korupsi Dana Covid-19, Unit Tipikor Polres Mesuji Segera Panggil Pejabat BPBD

  • Whatsapp

Mesuji, (Bongkarpost)- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Mesuji, mulai melakukan penyelidikan atas kasus dugaan penyimpangan bantuan Covid-19 di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mesuji. Penyidik memulai dari dugaan penyimpangan anggaran pengadaan masker dan biaya operasional Posko Satgas Covid-19 Kabupaten Mesuji.

“Minggu ini kami jadwalkan pemanggilan pihak terkait. Sementara kita jadwalkan pemeriksaan anggaran di BPBD Mesuji. Kita lihat nanti jika ada pengembangan kan tidak menutup kemungkinan kita juga panggil dinas lainya,” ujar Kasatreskrim Polres Mesuji Iptu Riki Nopariansyah SH, MM.

Bacaan Lainnya

Terkait fokus permasalahan yang akan didalami pihak kepolisan, Riki menegaskan, bahwa sebagai permulaan adalah dugaan penyimpangan pengadaan masker dan biaya oprasional Posko Satgas Covid-19 Kabupaten Mesuji.

“Kami mendapati beberapa laporan informasi terkait adanya berbagai dugaan penyimpangan anggaran Covid-19, untuk langkah awal mungkin kita ke pengadaan masker yang memang dananya fantastis. Selanjutnya akan kita dalami hal – hal lain seperti operasional sekretariat, serta posko satgas, juga yang lain,” beber Riki.

Sebelumnya, salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Mesuji yang juga penggiat masyarakat, Iwan Dahari mempertanyakan kinerja BPBD Kabupaten Mesuji terkait penanggulangan Covid-19. Pasalnya, ada dua item anggaran, yakni Rp50 juta untuk pengadaan masker, dan Rp30 juta untuk Sekretariatan Posko setiap bulan, namun tidak terlihat wujudnya.

“Kami mendapat info tentang pengadaan masker di BPBD itu senilai Rp50 juta, maskernya mana. Juga anggaran untuk sekretariat gugus tugas covid senilai Rp30 juta tiap bulannya, namun sekretariat terpantau selalu kosong hanya berisi meja satu dan sebuah banner,” kata penggiat LSM ini.

Iwan meminta Polres Mesuji dalam hal ini unit tindak pidana korupsi segera melakukan langkah sesuai dengan kewenanganya.

“Kami berharap pihak Tipikor Polres Mesuji segera memanggil Kepala BPBD, lakukan proses soal dua item itu, atau bila perlu keseluruhan alokasi dana penanggulangan Covid di Kabupaten Mesuji,” kata Iwan.

Menurut dia, pandemi Covid-19 yang selama ini melanda di seluruh dunia berdampak pada semua lini kehidupan masyarakat, termasuk masyarakat Mesuji yang kini mulai mengeluhkan persoalan ekonomi untuk bertahan hidup.

“Berbagai bantuan digulirkan baik dari pemerintah pusat juga pemerintah daerah, namun tak sedikit pula yang masih terindikasi sarat dengan berbagai permasalahan,” ujarnya.

Bahkan, kata Iwan, berbagai dugaan pun didapati lantaran tidak transparannya penggunaan dana penanggulangan Covid-19 yang nilanya rata – rata mencapai puluhan miliar, khususnya di Kabupaten Mesuji.

“Bahwa ada beberapa dugaan anggaran yang kami menilai agak janggal, yaitu di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mesuji,” ungkap Iwan di kediamannya, Desa Buko Poso, kecamatan Way Serdang Mesuji.

Namun sayang, saat hendak dikonfirmasi, Kepala BPBD Mesuji, sedang tidak berada di kantornya. (Jai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *