DPD KNPI Kota Siantar bersama OKP dan ormas Sepakat Wujudkan Toleransi No 1
Bongkar Post, Siantar
Sekitar 15 organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan duduk bersama di Kota Pematangsiantar, menyatukan visi untuk merawat toleransi, persatuan, keamanan, dan kondusivitas kota.
Silaturahmi dan temu ramah yang digelar KNPI bersama OKP dan ormas tersebut berlangsung di Astro Coffee Shop & Autocare, Jalan Melanthon Siregar, Kecamatan Siantar Marihat. Beragam latar organisasi hadir dalam satu ruang, membawa semangat yang sama untuk menjaga kota tetap aman dan harmonis.
Ketua KNPI Pematangsiantar Arif Harahap menegaskan KNPI merupakan rumah bersama bagi seluruh OKP dan ormas. Ia juga menyatakan kesiapan KNPI mendukung berbagai program kerja organisasi kepemudaan di Pematangsiantar.
“KNPI adalah rumah kita bersama,” ujar Arif. Senin 7/9/2026
Ketua DPD Ikatan Pemuda Karya Roni Simbolon dan Ketua MPC Pemuda Pancasila Ronald Tampubolon, SH, turut mengajak seluruh organisasi mengesampingkan ego kelompok. Kolaborasi antarlembaga, termasuk dengan pemerintah, dinilai penting untuk menjaga keamanan dan persatuan di Pematangsiantar.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh OKP dan ormas yang hadir juga menyatakan komitmen bersama mendorong Pematangsiantar menjadi kota toleransi nomor satu di Indonesia.
Organisasi yang hadir antara lain Ikatan Pemuda Karya, Pemuda Pancasila, FKPPI, GP Ansor, Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA), GMNI, GAMKI, PMKRI, Ikatan Mahasiswa Al Washliyah, Ikatan Pelajar Al Washliyah, Ikatan Mahasiswa Muslim Indonesia, Panca Marga, serta sejumlah organisasi lainnya.
Rangkaian silaturahmi kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Sitinjak. Pertemuan itu sekaligus menjadi momentum silaturahmi menjelang perpindahan tugas Sah Udur ke Kabupaten Serdang Bedagai.
Berdasarkan mutasi Polri, Sah Udur mendapat amanah sebagai Kapolres Serdang Bedagai. Sementara jabatan Kapolres Pematangsiantar selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Dhana Noer Kurniawan.
Di tengah perbedaan warna dan identitas organisasi, pertemuan itu menyisakan satu kesepahaman: menjaga kota membutuhkan ruang bersama. Ego kelompok diletakkan ke belakang, sementara toleransi, komunikasi, dan kolaborasi didorong menjadi jalan untuk merawat Pematangsiantar tetap aman dan kondusif. Ujarnya (S.hadi Purba/red)







