Disdikbud Lampung Siapkan TOEFL untuk PPDB 2027, Lima SMA Jadi Sekolah Percontohan

Disdikbud Lampung Siapkan TOEFL untuk PPDB 2027, Lima SMA Jadi Sekolah Percontohan

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, menggelar Tapos Rupiah 2026 Teras Apresiasi Prestasi dan Inovasi Sahabat Rupiah, berkolaborasi melalui kolaborasi dunia pendidikan dan Bank Indonesia, edukasi cinta Rupiah, yang digelar Di Ballroom Hotel Novotel Lampung, Sabtu (31/10/2026).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan penerapan TOEFL merupakan bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus mempersiapkan peserta didik agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Selama mengikuti program, para siswa akan ditempatkan sementara di lingkungan sekolah unggulan agar mendapatkan pengalaman belajar, motivasi, serta lingkungan pergaulan yang mendukung peningkatan prestasi.

“Kami berikan kesempatan tiga bulan untuk belajar dan memilih sekolah unggul di Provinsi Lampung. Kami tempatkan sementara supaya mereka termotivasi, mendapatkan ekosistem dan lingkungan yang baik, sehingga memiliki energi positif untuk masa depannya,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan transformasi pendidikan melalui penyusunan peta jalan pendidikan mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA.

Peta jalan tersebut akan menjadi panduan bersama bagi tenaga pendidik agar arah kebijakan pendidikan di Lampung lebih terukur, sederhana, dan mudah dipahami.

Disdikbud juga berencana mengembangkan sekolah percontohan (role model school) dengan perubahan metode pembelajaran. Salah satu sekolah yang disiapkan untuk menjadi proyek awal adalah SMA Negeri 2.

“Kami ingin Lampung bisa menjadi barometer pendidikan. Karena itu, kami sedang menghimpun tim khusus, termasuk profesor dan para ahli, untuk menyiapkan konsep perubahan metode pembelajaran,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Disdikbud Lampung bersama BI telah menginisiasi penyusunan bahan ajar terkait edukasi keuangan yang nantinya diterapkan kepada peserta didik mulai jenjang SD hingga SMA.

Materi tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif dalam memperlakukan uang, termasuk tidak melipat atau merusak Rupiah serta menggunakannya secara bijak.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak menggunakan uang untuk aktivitas negatif, seperti judi online dan penyalahgunaan narkoba.

“Kita harus mengedukasi bagaimana uang itu tidak dilipat, dijaga dengan baik, dan tidak digunakan untuk judi online maupun narkoba. Itu tugas kita bersama agar Rupiah bisa digunakan sebaik-baiknya untuk masa depan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi BI dengan Disdikbud Lampung serta berbagai mitra strategis, mulai dari aparat penegak hukum, perbankan, komunitas, Duta Guru hingga Duta Muda.

Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat telah dibekali kemampuan melalui pelatihan Training of Trainers (ToT) CBP Rupiah agar mampu memperluas edukasi kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, kegiatan TAPIS CBP Rupiah 2026 sekaligus menjadi rangkaian penutup program edukasi CBP Rupiah tahun ini.

Mengangkat tema “Pahlawan dan Rupiah” dengan subtema “Pahlawan Masa Kini, Beda Zaman Beda Perjuangan”, kegiatan tersebut mengajak masyarakat mengambil peran sebagai pahlawan Rupiah melalui tindakan sederhana yang memberikan dampak positif bagi bangsa.

“Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, tetapi juga simbol identitas dan kedaulatan bangsa yang harus kita jaga dan hormati,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan literasi keuangan, khususnya di kalangan pelajar, sekaligus menumbuhkan nasionalisme dan kesadaran untuk menjaga kualitas Rupiah sesuai standar uang layak edar.

“Melalui kolaborasi dunia pendidikan dan Bank Indonesia, edukasi cinta Rupiah diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga tumbuh menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari generasi muda Lampung,” harapnya.(WB)

Pos terkait