Disdik Lampura Siapkan Program Pembangunan dan Rehab Sekolah, Total Rp 5,7 Miliar

 

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Lampung Utara

Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara menyiapkan program pembangunan dan rehabilitasi sekolah tahun 2026 dengan total anggaran mencapai sekitar Rp5,7 miliar.

Program tersebut mencakup perbaikan antara lain,12 SMP dan 2 Taman Kanak-kanak (TK) di wilayah Kabupaten Lampung Utara (Lampura)

Hal tersebut disampaikan Yudi Bachtiar mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara saat di Temui Ruangannya, Kamis (7/5/2026).

Yudi menjelaskan, pada tahun 2026 fokus pembangunan fisik pendidikan terbagi ke dua bidang, yakni PAUD dan SMP.

Untuk bidang PAUD, terdapat dua TK yang menjadi lokus perbaikan dan rehabilitasi,” jelasnya.

Sementara pada bidang SMP, terdapat 12 sekolah yang akan mendapatkan bantuan pembangunan.

“Untuk tahun 2026 ini kegiatan fisik pembangunan untuk dua bidang, yakni PAUD dan SMP. Ada dua TK yang menjadi lokus rehabilitasi, kemudian ada 12 SMP yang akan kita bantu pembangunan,” ujarnya.

Ia mengatakan, pada bidang SMP saat ini masih dilakukan penyempurnaan perencanaan sehingga pelaksanaan kegiatan mengalami sedikit penundaan.

Meski demikian, pihaknya memastikan proses tetap berjalan sesuai tahapan yang telah disusun.

Menurutnya, total anggaran pembangunan tahun ini mencapai kurang lebih Rp5,7 miliar.

Namun, angka tersebut mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya karena kondisi sarana dan prasarana SMP di Lampung Utara dinilai sudah cukup baik, terutama sekolah negeri.

“Memang anggaran tahun ini turun drastis dibanding tahun sebelumnya, karena untuk bidang SMP kondisinya sudah cukup baik, baik negeri maupun swasta, khususnya negeri,” katanya.

Selain itu, Yudi juga menyebutkan bahwa pada bidang PAUD terdapat dua kegiatan pembangunan yang saat ini hampir rampung.

“Saat ini, kata dia, Dinas Pendidikan masih mempersiapkan dokumen perencanaan untuk proses lelang melalui bagian pengadaan barang dan jasa.

Proses lelang diperkirakan memakan waktu sekitar dua minggu, kemudian dilanjutkan dengan penghitungan pelaksanaan di lapangan selama 20 hari.

“Kami perkirakan akhir Mei ini seluruh proses perencanaan selesai, dan paling lambat awal Juni pengerjaan fisik sudah mulai berjalan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yudi berharap sekolah-sekolah penerima bantuan dapat ikut berperan aktif menjaga aset yang telah dibangun maupun diperbaiki pemerintah.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga pendidik agar pembangunan sarana pendidikan dapat diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.

“Harapan kami, sekolah yang menerima bantuan bisa menjaga aset yang sudah dibangun. Diiringi juga dengan peningkatan kompetensi guru-guru, sehingga nantinya siswa-siswi mampu bersaing di jenjang pendidikan selanjutnya,” pungkasnya. (OREAN)

Pos terkait