Dino Patti Djalal Kecam Keras Aksi Biadab OPM yang Menembak Tiga Warga Sipil di Yahukimo, Papua

Dino Patti Djalal Kecam Keras Aksi Biadab OPM yang Menembak Tiga Warga Sipil di Yahukimo, Papua

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post | Jakarta – Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) sekaligus mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengutuk keras pembunuhan keji terhadap tiga warga sipil yang diduga dilakukan gerombolan Organisasi Papua Merdeka (OPM/TPNPB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada 21 Juli 2026.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan atas nama FPCI melalui akun media sosialnya pada 28 Juli 2026, Dino menyatakan:

“Atas nama Foreign Policy Community of Indonesia, kami mengecam dan mengutuk aksi pembunuhan keji oleh gerombolan OPM terhadap tiga warga sipil.”

Korban yang tewas adalah pasangan suami istri Kumis Kogoya dan Sally Wenda, serta seorang perempuan lainnya. Menurut Dino, video yang direkam dan disebarkan oleh kelompok pelaku jelas memperlihatkan bahwa para korban tidak bersenjata, tidak memberikan perlawanan, bahkan sempat meminta belas kasihan.

“Dari video yang direkam dan disiarkan kelompok, jelas terlihat bahwa korban tidak bersenjata dan tidak melawan, bahkan meminta belas kasihan. Korban yang sudah menyerah dan tidak berdaya ditembak dari belakang oleh gerombolan ini, dan setelah dibunuh, mayat korban dibuang begitu saja oleh gerombolan dan tidak dikuburkan,” tegas Dino.

Ia menilai tindakan tersebut sebagai aksi teror yang sangat biadab dan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia yang menyentuh nurani bangsa Indonesia.

“Yang dilakukan gerombolan OPM ini adalah aksi pembunuhan yang sangat biadab dan merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia yang sangat menyentuh nurani hati bangsa Indonesia. Ini jelas aksi teror yang barbar dan tidak bisa dijustifikasi dengan alasan politik apa pun,” ujarnya.

Dino menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan menegaskan keyakinannya bahwa keadilan akan ditegakkan. Ia mendesak aparat keamanan TNI dan Polri untuk segera mengidentifikasi, mengejar, dan menangkap seluruh pelaku yang terlihat dalam video, lalu mengadili mereka sesuai hukum.

“Kami menghimbau agar aparat keamanan baik TNI maupun Polri dapat segera mengidentifikasi, mengejar, dan menangkap seluruh pelaku yang ada dalam video, dan mengadili mereka secara hukum. Karena kalau tidak segera ditangkap, mereka pasti akan terus melakukan aksi biadab ini sehingga masyarakat setempat akan hidup dalam suasana ketakutan,” katanya.

Selain itu, Dino juga meminta Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai serta tokoh-tokoh masyarakat Papua untuk mengambil sikap tegas dengan mengutuk aksi tersebut. Ia berharap operasi penegakan hukum dilakukan secara profesional, proporsional, melindungi masyarakat Papua, dan menjunjung tinggi HAM.

Dino turut mendorong Kementerian Luar Negeri dan para diplomat Indonesia di luar negeri untuk menyebarluaskan video eksekusi tersebut (beserta video kasus terkait lainnya) kepada simpatisan OPM di luar negeri agar mereka menyadari kebiadaban kelompok tersebut. Ia menegaskan fakta bahwa tidak ada satu pun negara di dunia maupun PBB yang mendukung gerakan OPM atau separatis di Indonesia.

“Aksi biadab ini tidak boleh lagi terjadi di wilayah mana pun di Indonesia, tidak di Jakarta, tidak di Sumatera, dan tidak di Papua,” pungkas Dino, yang menutup pernyataannya dengan motto “Speak truth to power, speak truth to the people, wisdom without fear.”

Pernyataan Dino ini muncul di tengah perhatian publik terhadap kekerasan terhadap warga sipil di Papua dan menjadi salah satu suara keras dari kalangan diplomat serta pengamat kebijakan luar negeri Indonesia yang menuntut penegakan hukum tegas tanpa kompromi terhadap pelaku teror.

(*)

Pos terkait