Bongkarpost.co.id (Pesawaran) – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Pesawaran terus berupaya menekan angka kekerasan terhadap anak dibawah umur di Kabupaten setempat.
Kepala Dinas PPPA Kabupaten Pesawaran Maisuri mengatakan kurangnya kesadaran keluarga dan masyarakat menjadi salah satunya penyebabnya.
Menurutnya maraknya kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur yang terjadi beberapa waktu lalu, justru banyak didalangi oleh orang-orang terdekat, seperti keluarga dan kerabat sekitar.
“Hal tersebut terjadi karena mereka belum menerapkan delapan fungsi keluarga dalam kehidupan berumah tangga,” ujarnya, saat diwawancarai wartawan Bongkar Post di ruang kerjanya, Jumat (19/08/2022).
“Delapan fungsi tersebut meliputi, fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi serta pembinaan lingkungan,” timpalnya.
Dijelaskan, Dinas PPPA sudah berupaya dan akan terus meningkatkan antisipasi akan terjadinya kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur dengan melakukan kerjasama bersama pihak-pihak terkait.
“Kita sudah MoU dengan Bupati Pesawaran dan stakeholder terkait, salah satunya dengan Aparat Penegak Hukum (APH) setempat,” jelasnya.
Lebih lanjut, dirinya menerangkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan kegiatan sosialisasi bersama salah satu stakeholder terkait yakni Kemenag Kabupaten Pesawaran.
“Dengan mengumpulkan pengurus-pengurus madrasah dan pondok pesantren sekitar untuk diberikan pemahaman, guna mewujudkan Madrasah Ramah Anak (MRA) di Bumi Andan Jejama,” terangnya.
Sebelum mengakhiri wawancaranya, Maisuri menuturkan, peran keluarga dan masyarakat khususnya orang tua sangatlah penting untuk mengatasi hal-hal negatif tersebut.
“Seperti komunikasi yang baik, itu salah satu yang harus dijaga. Karena dengan kurangnya komunikasi antara anak dan orang tua, justru menyebabkan anak lebih memilih bercerita kepada orang lain, sehingga nantinya dapat menimbulkan dampak yang negatif,” pungkasnya.
(Akbar)







