Di Balik Gemerlap Bandar Lampung, Bocah Kelas 2 SD Terpaksa Cari Rongsokan untuk Uang Jajan

Foto. Wabi (doc)

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Dibalik keindahan Kota Bandar Lampung, masih ada pemandangan memprihatinkan terlihat saat seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 2 SDN 1 Kota Baru, Bandar Lampung, yang tinggal di Kost Aster, Kelurahan Aster, Rawa Laut, Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung, ditemukan tengah mencari barang-barang bekas atau rongsokan di tengah aktivitasnya sebagai seorang pelajar.

Anak tersebut, yang dalam pemberitaan ini disebut, mengaku kepada rekan media bahwa dirinya mencari rongsokan karena mencari uang jajan, dan diminta oleh sang ayahnya.

Saat dikonfirmasi, anak tersebut bernama Daud tampak menjalankan aktivitas tersebut di tengah usia yang semestinya digunakan untuk belajar dan bermain bersama teman-teman sebayanya.

Ketika ditanya mengenai keberadaan orang tuanya, Daud mengatakan bahwa ayahnya sedang berada di rumah dan tidur. Sementara sang ibu juga disebut berada di rumah.

“Masih sekolah bang, Kelas 2, SDN 1 Kota Baru, Mencari uang jajan dan disuruh bapak bang,” ujar Daud ketika ditanya alasan dirinya mencari barang rongsokan, pada Jum’at (02/10/2026).

Sementara itu, disaat dipertanyakan oleh awak media, Ia mengaku bahwa penghasilan per hari kadang-kadang mendapat 5 ribu rupiah hingga paling besar 10 ribu rupiah. Kondisi tersebut memunculkan keprihatinan, mengingat Daud masih duduk di kelas 2 sekolah dasar dan membutuhkan perhatian serta perlindungan dari lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Aktivitas mencari rongsokan pada anak usia sekolah tentu perlu mendapat perhatian, terutama untuk memastikan kegiatan tersebut tidak mengganggu pendidikan dan tumbuh kembang anak.

Bagi Pemerintah Kota Bandar Lampung, Segera di tindak lanjutin, semesti anak yang pulang sekolah belajar dan bermain bersama teman-temannya namun, tidak begitu bagi anak tersebut.

Hingga berita ini ditulis, diperlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak keluarga maupun sekolah mengenai kondisi Daud, termasuk alasan anak tersebut diminta mencari rongsokan dan apakah aktivitas tersebut dilakukan secara rutin.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa persoalan anak yang berada di jalan untuk mencari penghasilan atau barang bekas perlu dilihat secara utuh, termasuk kondisi ekonomi keluarga, pendidikan, serta perlindungan terhadap hak-hak anak. (Wabi)

Pos terkait