DAK Sanitasi Rp750 Juta di Taman Jaya Diduga Asal Jadi, Bilik Tak Beratap dan Tangki Septik Ngangkat ke Permukaan

DAK Sanitasi Rp750 Juta di Taman Jaya Diduga Asal Jadi, Bilik Tak Beratap dan Tangki Septik Ngangkat ke Permukaan

 

Bacaan Lainnya

KOTABUMI SELATAN, Bongkar Post – Proyek Dana Alokasi Khusus Sanitasi Tahun Anggaran 2025 senilai Rp750.000.000 di Desa Taman Jaya, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, menuai sorotan dari masyarakat penerima manfaat.

Pekerjaan yang dilaksanakan oleh KSM Maju Jaya untuk 50 unit di Dusun 1 sampai Dusun 7 itu diduga dikerjakan asal jadi dan belum sesuai standar teknis, sehingga fasilitas belum dapat digunakan warga.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, lingkup pekerjaan DAK Sanitasi ini meliputi pembangunan bilik, pembangunan resapan dan grease trap, serta instalasi tangki septik untuk 50 unit. Proyek dari Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Penataan Ruang Lampung Utara ini memiliki waktu pelaksanaan 120 hari kalender dengan nomor kontrak 027/20/PKS/DAKSAN-DG/07.5-LU/2025. Selain bersumber dari DAK Sanitasi Rp750.000.000, kegiatan ini juga didukung swadaya masyarakat sebesar Rp7.500.000.

Pantauan Bongkar Post pada Sabtu, 11 April 2026, di beberapa rumah penerima manfaat menemukan kondisi fisik bangunan yang belum tuntas seratus persen. Bilik sanitasi memang sudah berdiri dengan dinding dicat warna kuning dan biru, lantai berkeramik, serta kloset jongkok terpasang. Namun, sejumlah unit belum dilengkapi atap, sehingga fasilitas tersebut tidak dapat digunakan terutama saat musim hujan.

Kondisi yang paling dikeluhkan warga justru terletak pada instalasi tangki septik. Di salah satu lokasi, ditemukan tangki septik berbahan fiber warna merah tidak tertanam sempurna hingga posisinya miring dan mengangkat ke permukaan tanah.

Area sekitar tangki juga tergenang air dengan sambungan pipa yang terlihat belum dirapikan. Secara teknis, kondisi tersebut dikhawatirkan membuat tangki septik mudah rusak, bergeser, atau tidak berfungsi optimal sebagai pengolah limbah domestik.

“Pintunya sudah dipasang tapi atapnya nggak ada. Buktinya tangki septik aja sampai ngangkat ke atas. Kami ini bertanya-tanya, apa memang pekerjaannya cuma sampai seperti ini. Soalnya nggak ada penjelasan dari pelaksananya ke kami,” ungkap salah satu warga penerima manfaat di Dusun 1 yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Warga mengaku tidak mendapat sosialisasi yang memadai mengenai tahapan pekerjaan, spesifikasi teknis, serta jadwal kapan 50 unit sanitasi tersebut dapat berfungsi sepenuhnya. Akibatnya, muncul persepsi di masyarakat bahwa pekerjaan dilakukan asal jadi.

Sebagai bagian dari prinsip keberimbangan berita, awak media Bongkar Post mendatangi Kantor Desa Taman Jaya pada Sabtu, 11 April 2026 untuk melakukan konfirmasi. Namun, Kepala Desa Suhaili tidak ada di tempat. Yang ada di kantor saat itu hanya Sekretaris Desa. Menurut keterangan Sekretaris Desa, Kades Suhaili sedang berada di luar dan memiliki kesibukan lain. Saat ditanya mengenai progres pekerjaan DAK Sanitasi, Sekretaris Desa awalnya menyampaikan bahwa MTR-nya masih.

Ketika dimintai keterangan lebih lanjut terkait temuan bilik yang tak beratap dan tangki septik yang mengangkat ke permukaan, Sekretaris Desa menyarankan agar konfirmasi lebih detail dilakukan langsung kepada Kades Suhaili. “Lebih jelasnya dengan Kades saja,” tambah Sekretaris Desa. Meski demikian, Sekretaris Desa turut menyampaikan informasi yang ia dapat dari pihak pelaksana proyek. “Kata pelaksananya, dalam tiga hari ini akan diselesaikan pekerjaan tersebut,” kata Sekretaris Desa kepada Bongkar Post.

Dengan nilai anggaran Rp750 juta dari APBN untuk 50 unit, masyarakat Desa Taman Jaya sejatinya sangat mendukung dan berterima kasih atas program DAK Sanitasi ini. Fasilitas tersebut dinilai krusial untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas lingkungan di Dusun 1 sampai Dusun 7.

Karena itu, warga berharap KSM Maju Jaya selaku pelaksana dan Dinas PRKPCKTR Lampung Utara selaku pemilik kegiatan dapat memastikan seluruh item pekerjaan diselesaikan sesuai standar teknis dan Rencana Anggaran Biaya. Khusus untuk tangki septik yang mengangkat, warga berharap ada perbaikan pada galian, pengurukan, dan pemberat sesuai SOP agar tangki tertanam sempurna dan tidak rusak.

Realisasi komitmen tiga hari selesai yang disampaikan Sekretaris Desa juga sangat ditunggu masyarakat. Jika benar tuntas, maka pemasangan atap dan penanaman ulang tangki septik harus dapat dibuktikan di lapangan dalam waktu dekat. Hingga berita ini diturunkan, Bongkar Post belum berhasil mendapat keterangan resmi dari Kepala Desa Taman Jaya Suhaili dan Ketua KSM Maju Jaya. Redaksi Bongkar Post menjunjung tinggi asas keberimbangan dan asas praduga tak bersalah. Oleh karena itu, ruang hak jawab dan klarifikasi terbuka lebar bagi Kades Suhaili, KSM Maju Jaya, maupun Dinas PRKPCKTR Lampung Utara.

Masyarakat berharap sinergi antara pemerintah desa, KSM, dinas teknis, pendamping, dan kecamatan dapat mengawal Rp750 juta dana publik ini agar tepat mutu, tepat sasaran, dan menjadi investasi kesehatan jangka panjang bagi 50 kepala keluarga penerima manfaat di Desa Taman Jaya.

(Anton)

Pos terkait