Cegah Dampak Abu Vulkanik, Camat Pekalongan Bagikan Ribuan Masker ke Warga
Bongkar Post, Lampung Timur –
Fenomena sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah kecamatan pekalongan kabupaten Lampung Timur. Sebagai langkah pencegahan, ribuan masker dibagikan didepan kantor camat dan di pasar pekalongan juga kepada warga sekitar dan pengendara yang melintas tanpa menggunakan masker.

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai dirasakan di sejumlah wilayah untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan, camat pekalongan membagikan 1500 masker kepada warga dan pengendara yang melintas tanpa pelindung pernapasan.
Miswanto camat, Emi Suhaemi kapolsek, danramil muhammad Syadri, kepala puskesmas sahroni dan BPBD setempat.
1500 buah masker yang dibagikan ke pengendara roda empat, roda dua mubil motor yang melintasi dan pedagang didepan pasar kecamatan pekalongan kabupaten Lampung Timur, Selasa (8/9/2026)
Pembagian masker dilakukan Camat pekalongan Miswanto bersama unsur Kepolisian, TNI, serta Puskesmas setempat Kegiatan tersebut menyasar warga maupun pengendara yang beraktivitas di jalan dan belum menggunakan pelindung pernapasan.
Miswanto mengatakan, pembagian masker dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah di tingkat kecamatan menyusul adanya abu vulkanik yang terbawa hingga kedesa. Ratusan masker dibagikan sejak sekitar pukul 8.30 WIB.
“Kami bersama Kapolsek, Danramil, dan Puskesmas pekalongan berinisiatif turun langsung membagikan masker kepada warga, khususnya pengendara yang melintas tanpa menggunakan masker. Jadi ketika kami melihat ada warga yang tidak menggunakan masker, langsung kami berikan sebagai bentuk imbauan sekaligus upaya perlindungan,” ujarnya
Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya sebatas mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, tetapi juga menjadi aksi nyata pemerintah untuk meminimalkan risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
“Pembagian masker ini bukan sekadar imbauan, tetapi juga menjadi langkah pencegahan. Kami ingin masyarakat tetap bisa beraktivitas, tetapi di sisi lain juga terlindungi dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sejak Sabtu (5/9) mulai terjadi,” katanya.
Camat menuturkan, abu vulkanik yang terhirup dapat mengganggu kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan penggunaan masker, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi ini. Kalau memang harus beraktivitas di luar rumah, kami imbau menggunakan masker sebagai perlindungan, sehingga abu yang ada di udara tidak langsung terhirup. Ini merupakan langkah sederhana, tetapi penting untuk menjaga kesehatan masyarakat,” tuturnya.
Dia menambahkan, Kecamatan pekalongan bersama unsur kepolisian, TNI, dan Puskesmas akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Apabila kondisi sebaran abu vulkanik masih terjadi, langkah-langkah pencegahan akan terus dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap aman dan dapat beraktivitas dengan nyaman.
“Prinsipnya, kami ingin masyarakat tetap tenang, tetapi juga waspada. Yang paling penting saat ini adalah bagaimana masyarakat bisa terlindungi dan tidak terdampak dari sisi kesehatan,” pungkasnya.(Fad/Ham)







