Bupati Pimpin Rakor Mitigasi Karhutla Gelumbang Raya, Instruksikan Kades Tegakkan Larangan Bakar Lahan
Bongkar Post, Muara Enim
Pemerintah Kabupaten Muara Enim mengambil langkah tegas dan terstruktur dalam menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat musim kemarau tiba.
Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Mitigasi Karhutla,bupati juga menegaskan kepala desa (Kades) harus menjadi ujung tombak dalam mencegah praktik pembakaran lahan.
Dalam rapat koordinasi mitigasi Karhutla di Aula Kantor Camat Gelumbang senin 11 Mei 2026,bupati juga menginstruksikan seluruh kades di enam kecamatan rawan agar tidak hanya mengawasi, tetapi juga memastikan warganya patuh terhadap larangan membuka lahan dengan cara membakar.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum., dan dihadiri oleh Danramil 404-01/Gelumbang, Kapten Inf. Sutrisno, Camat Gelumbang, Chandra Firmamsyah, M.Si., Plt. Kepala BPBD Kabupaten Muara Enim, Abdurrozieg Putra, S.T., M.T., serta seluruh perwakilan dari 76 Desa dan 1 Kelurahan di wilayah Kecamatan Gelumbang.
Dalam keterangannya Bupati Muara Enim lebih lanjut menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak buruk Karhutla. “Rakor ini kami adakan khusus untuk menyatukan persepsi dan langkah seluruh elemen pemerintahan, TNI, dan masyarakat.
“Fokus utamanya adalah kesiapan menghadapi musim kemarau, agar kita mampu mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang setiap tahun menimbulkan kerugian besar bagi kesehatan, lingkungan, dan ekonomi kita,” ujar H. Edison.
Bupati juga menyampaikan Kabupaten Muara Enim telah menetapkan status siaga darurat Karhutla selama 123 hari, mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung pada Juli hingga Agustus.
Pit. Kepala BPBD Kabupaten Muara Enim, Abdurrozieg Putra, S.T., M.T., melaporkan bahwa pada tahun 2024-2025 terdapat sekitar 40 hektare lahan terbakar dengan titik hotspot terbanyak di Kecamatan Gelumbang. Namun, hingga Januari-Mei 2026, tidak ditemukan adanya api sehingga belum ada upaya pemadaman.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama TNI, Polri, dan masyarakat telah menyiapkan posko siaga serta peralatan pemadam, di antaranya 30 mesin pompa, 200 rol selang, puluhan mobil rescue, mobil tangki air, dan belasan motor trail.
Abdurrozieg menekankan dengan dukungan penuh dari kades dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan Karhutla dapat berjalan efektif sehingga Muara Enim terhindar dari bencana karhutla di musim kemarau mendatang.
Sementara itu, Danramil 404-01/Gelumbang dan Camat Gelumbang menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung seluruh arahan Bupati. Mereka memastikan bahwa seluruh strategi yang disepakati dalam rakor ini akan segera ditindaklanjuti hingga ke tingkat desa, dengan tujuan utama menekan angka kejadian Karhutla selama musim kemarau berlangsung. (Td)







