Bongkarpost.co.id (Pesawaran) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesawaran bentuk Desa Tangguh Bencana guna mengantisipasi cuaca yang tidak menentu, Kamis (29/09/22).
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris BPBD Pesawaran, Muzamil Mara saat diwawancarai wartawan Bongkar Post.
“Ada 11 Desa di seluruh kecamatan se – Pesawaran, artinya setiap kecamatan ada satu Desa Tangguh Bencana,” ungkapnya.
Dijelaskan, Desa Tangguh Bencana tersebut merupakan bentuk antisipasi yang dilakukan pemerintah daerah, namun hal itu tetap tidak cukup untuk mengantisipasi kemungkinan bencana alam yang akan terjadi.
“Maka dari itu, harapannya semua desa bisa secara mandiri mulai membuat Desa Tangguh Bencana dengan menggunakan APBDes,” jelasnya.
Lebih lanjut, menurutnya, saat ini paradigma penanggulangan bencana pun harus di ubah secara perlahan, dari yang semula berkonsentrasi kepada penanganan tanggap bencana menjadi upaya pencegahan mitigasi bencana.
“Karena dengan begitu kerugian maupun korban jiwa yang timbul, akan bisa diminimalisir dengan ketangguhan dan kesiapsiagaan masyarakat tersebut,” kata dia.
Diterangkan, hingga akhir September 2022 tercatat ada sekitar 32 kejadian yang terjadi, sementara pada tahun 2021 lalu tercatat ada sekitar 45 kejadian.
“Namun yang menurut kacamata kami yang termasuk sebagai kategori bencana hanya satu untuk tahun ini, yakni kemarin angin puting beliung di Desa Bagelen itu,” terangnya.
Kendati demikian, dirinya tetap mengimbau agar masyarakat selalu melakukan antisipasi, salah satunya dengan menjaga kebersihan saluran-saluran air.
“Selain itu, kita juga bekerjasama dengan BMKG, jadi kalau ada informasi terkait antisipasi bencana, kita akan sampaikan informasi itu melalui camat, nanti baru camat yang akan meneruskan ke desa-desa nya,” pungkasnya.
(Akbar)







