Bongkar Post – Walikota Nyatakan Pailit, Ratusan Pensiunan Guru SD Menjerit

Bandar Lampung, BP

“Ibu – ibu sabar ya, kas koperasi kita pailit 100 miliar,” ujar Azimah, menirukan perkataan Eva Dwiana, Walikota Bandar Lampung saat mengumpulkan para kepala sekolah di Gedung Semergou, tahun 2023 lalu.

Bacaan Lainnya

Cerita itu terungkap saat media ini mewawancara Azimah, koordinator pensiunan guru yang mendemo Koperasi Betik Gawi di Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, pada Senin 9 September 2024.

Miris memang melihat ratusan wanita lanjut usia, di tengah gerimis, berjalan kaki, dan berteriak menyuarakan hak nya. Seakan cuaca pun ikut merasakan kesedihan para pensiunan guru SD ini yang tidak bisa merasakan uang tabungannya sendiri di Koperasi Betik Gawi. Para pensiunan ini pun menjerit.

Koperasi dibawah naungan Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung ini diduga dibentuk untuk mensiasati cara mencari keuntungan bagi orang atau pihak tertentu. Sementara, anggota koperasi, yang notabene adalah para “pahlawan tanpa tanda jasa” itu harus menelan pil pahit. Lantaran sampai mereka pensiun tidak bisa merasakan uang tabungannya, baik berupa simpanan pokok, simpanan sukarela, dan bahkan tabungan hari tuanya.

Menurut penuturan Azimah, adanya potongan Rp100.000 per bulan, diluar simpanan wajib dan sukarela, dilakukan sejak jaman Walikota Herman HN, di tahun 2016. Alasannya, agar saat para guru ini pensiun, bisa merasakan uang tabungan hari tuanya.

Namun akibat kebijakan Herman HN itu, banyak guru yang mengeluh dan keberatan, tapi tidak berdaya dan mengikuti saja saat gaji dipotong setiap bulan. Sementara menurut dia, potongan tersebut tidak ada dasar hukum, baik berupa Perda ataupun Perwali.

Dia menceritakan, pada tahun 2016, Walikota Bandar Lampung Herman HN mengumpulkan para guru SD di Gedung Wanita terkait adanya potongan Rp100.000 itu.

“Ya, koperasi yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan ini ngikutin aja, gak bisa berbuat apa-apa, kami juga gak bisa berbuat apa-apa meskipun banyak permohonan dari sekolah – sekolah yang tidak setuju, masih kami dipaksakan. Ketua koperasi dan pengurus itu harusnya tahu kondisi kami, ya sudah jangan dipaksa amat, tapi kami ini dipaksa habis, dipaksa, termasuk guru di sekolah saya mengajukan keberatan, tapi tidak digubris, tetap gaji kami dipotong,” bebernya.

“Kalau uang itu saat ini ada, kami gak permasalahkan, tapi uang itu gak ada, yang 9 juta itu gak ada, yang simpanan wajib, dan segala macam dari keuntungan – keuntungan gak ada, seperak budeg kami gak terima,” bebernya lagi seraya mengungkap bahwa potongan seluruhnya Rp275.000 per bulan, simpanan wajib, sukarela, dan yang diminta Pak Herman.

Dia pun heran, kemana dana tabungan simpanan itu, kenapa tidak ada.

“Bukan tidak bisa diambil, tapi tidak ada, nah makanya duit itu kemana,” tandasnya.

Dia pun menceritakan bahwa pada tahun 2023, sebelum dirinya pensiun, pernah dikumpulkan oleh Bu Eva (Walikota, red) dan Pak Joko (Ketua Koperasi Betik Gawi) di Gedung Semergou.

“Ibu – ibu sabar ya, kas koperasi kita pailit 100 miliar,” ucap Eva Dwiana.

“Lah, kemana duit kami, kemana 100 miliar itu,” ucap Azimah, mantan Kepsek SDN Kotakarang dan SDN Batuputu 1 tersebut.

Sementara, pada saat demo berlangsung, Senin 9 September 2024, Wakil Walikota Dedy Amrullah juga menyebut bahwa Koperasi Betik Gawi pailit, lantaran uangnya tidak ada.

Dan saat dikonfirmasi ke Dinas Koperasi Kota Bandar Lampung, Kadis Riana pun menyebut bahwa Koperasi Betik Gawi pailit.

“Yang menyatakan pailit pengurus koperasinya bu, mereka tidak bisa membayar hak anggota,” ungkap Riana, dihubungi lewat pesan WhatsApp, pada Rabu (11/9/2024).

Namun dia mengaku, belum menerima surat resmi dari pihak koperasi. (tk)

Pos terkait