Bongkar Post
Bandar Lampung,
H+4 paska banjir bandang Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana kembali berkeliling mengunjungi warga yang terdampak banjir di Jalan Pagar Alam (PU), tepatnya Jalan Lambang Kedaton dan Jalan Cendana Labuhan Ratu pada Rabu (28/02).
Pagi jelang siang di bawah terik matahari dengan suhu 31°, Walikota didampingi jajaran, diantaranya Camat Kedaton, Camat dan Lurah Labuhan Ratu, Kepala Lingkungan dan RT serta semua pihak terkait (Damkartan, BPBD, PU, DLH, Babinsa dan Bhabinkamtib) mendatangi rumah para warga sambil berdialog dan sempat memberikan bantuan sebesar Rp 5 juta di beberapa rumah.
Eva Dwiana mengatakan mengerahkan ratusan petugas gabungan dari BPBD, Damkar, DLH, PU dan OPD lainnya untuk membantu warga korban banjir. Menurutnya saat ini kondisi di lokasi yang terdampak banjir sudah mulai kondusif.
Sempat meninjau langsung SMP 34 dan talut di Jalan Cendana Labuhan Ratu RT 08. Terlihat di setiap rumah yang berdekatan dengan lokasi drainase dan jembatan, masih berantakan akibat banjir pada Sabtu malam lalu (24/02).
“Kami sudah melihat 3-4 talut di Labuhan Ratu. Khusus di sini sebenarnya tidak ada masalah dengan dinding tanggulnya. Tahun 2022 sudah pernah kami tinggikan dan diperkokoh. Tapi mungkin debit air yang berlebih dan naiknya dari bawah berakibat menggenangi rumah warga,” ujarnya kepada awak media.

Sambil ngobrol-ngobrol dengan warga bunda Eva (sapaan akrabnya) memberikan instruksi ke jajarannya untuk mencatat dan mendata apa saja keluhan dan kebutuhan mereka khususnya talut-talut yang bermasalah.
“Kami sangat senang ibu mendatangi langsung, terima kasih banyak bu. Lurah dan RT sini kurang ada rasa empati dengan kami. Baru ibu yang datang ke sini. Saya usul normalisasi sungai bu. Tiap hujan kena musibah begini,” kata Adi, warga yang bertempat tinggal persis bawah jembatan Jalan Cendana.
Lana, ketua RT 01 Lingkungan 1 Kedaton yang berada di seberang jembatan mengatakan ada 29 rumah kebanjiran di sekitar sini dan apresiasi atas kunjungan Walikota. Senada dengan Yamin ketua RT 08 Labuhan Ratu, “kemarin sempat pesimis dengan penanganan banjir, tapi sekarang dengan kehadiran dan bantuan ibu Walikota meninjau dan dialog langsung saya harap masalah ini dapat ditangani ke depannya.”
Walikota Eva berharap warga sabar dan Pemkot akan bekerja maksimal sehingga dampak banjir akan dapat diminimalisir pada musim penghujan.
“Semua keluhan atau permasalahan sebaiknya langsung laporkan ke saya. Kami akan gerak cepat meresponnya. Terima kasih kepada rekan-rekan wartawan yang banyak memberikan informasi di lapangan,” tutupnya menanggapi aduan dari Adi, warga setempat.
Walikota berencana akan mengalokasikan dana bantuan sebesar Rp1,5 miliar. Sebelumnya Pemkot telah kucurkan bantuan tahap pertama sebesar Rp1,5 miliar namun dinilai belum cukup, sehingga akan diberikan bantuan tahap kedua.

“Ada beberapa rumah yang kami bantu, terutama ada yang dapurnya jebol. Ini adalah musibah, sama-sama kita jaga daerah kita. Tanggul sudah kita naikkan di tahun 2022. Dan sekarang air bukan melewati tanggul, melainkan di luar tanggul. Sekali lagi bunda minta kepada masyarakat jaga kebersihan. Bila ada sampah rumah tangga yang tidak terpakai kumpulkan saja, nanti pihak kelurahan yang ambil. 7 tanggul di tempat lain sudah kita selesaikan,” tutup Eva. (Nop)







