Resmi Dideklarasikan, SIKAMBHARA Usung 9 Komitmen Loyalis untuk Kebangkitan Sepak Bola Lampung
Bongkarpost.co.id, Bandar Lampung
Tepat di peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117, gairah baru sepak bola Lampung mulai terasa.
Sekelompok pecinta bola mendeklarasikan diri sebagai kelompok suporter resmi Bhayangkara Presisi Lampung FC (BPL FC) dengan nama SIKAMBHARA, singkatan dari Suporter Ikhlas Kampanyekan Bhayangkara Lampung.


Deklarasi yang berlangsung di Bandar Lampung ini menjadi bukti semangat baru masyarakat dalam menghidupkan kembali ekosistem sepak bola daerah yang sempat lesu. Dengan slogan “Bersama Dalam Apapun”, SIKAMBHARA membawa harapan besar untuk mendukung BPL FC secara loyal, sehat, dan berkelanjutan.
Junaedi, Dewan Pembina SIKAMBHARA, menyampaikan bahwa kehadiran BPL FC di Lampung bukan sekadar kehadiran klub, tapi juga momentum kebangkitan sepak bola Lampung secara menyeluruh.
“Ini bukan sekadar dukungan kepada klub, ini gerakan budaya. Kami ingin membangkitkan kembali atmosfer sepak bola di Lampung. Karena itu, tepat di Hari Kebangkitan Nasional ini, kami deklarasikan Sikambara sebagai bagian dari sejarah baru sepak bola Lampung,” ujar Junaedi, saat deklarasi di PKOR Wayhalim, Bandar Lampung, pada Selasa, 20/5/2024.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga nama baik dalam mendukung klub.
“Setiap anggota harus menjunjung sportivitas. Tidak boleh ada kekerasan atau tindakan anarkis. Kita ingin jadi suporter yang tertib dan jadi teladan,” tegasnya.
Deklarasi SIKAM BHARA lahir sebagai respons atas langkah strategis Bhayangkara FC yang memutuskan pindah markas ke Lampung.
Proses ini dimulai sejak awal Maret 2025, ketika Manajer Timnas Indonesia Kombes Pol. Sumardji bersama tim Bhayangkara FC meninjau Stadion Sumpah Pemuda. Tinjauan ini dilanjutkan oleh pihak PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada 14 Maret 2025.
Puncaknya, pada 22 April 2025, klub ini resmi berganti nama menjadi Bhayangkara Presisi Lampung FC (BPL FC) dalam konferensi pers bersama Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (RMD).
“Pemilihan Lampung sebagai markas BPL FC adalah langkah besar. Klub butuh dukungan suporter yang kuat, dan Lampung butuh hidupnya kembali atmosfer sepak bola nasional,” ujar Junaedi.
Saat ini, SIKAMBHARA sudah memiliki sekitar 150 anggota aktif meski baru berdiri dua minggu lalu. Pendaftaran anggota dilakukan secara resmi, lengkap dengan barcode, KTP, dan foto untuk menjaga validitas identitas.
“Kita juga sedang menyiapkan berbagai kegiatan seperti fun football, futsal mingguan, dan audiensi dengan ASPROP serta pihak terkait lainnya,” jelas Junaedi.
Ia juga berharap ASPROP Lampung memberikan perhatian lebih pada suporter, terutama dalam penyediaan tribun khusus saat laga kandang BPL FC.
“Itu penting, agar suporter bisa tertib, punya tempat yang layak, dan makin cinta dengan klub,” ujarnya.
SIKAM BHARA hadir bukan sekadar mendukung tim, tetapi juga membawa semangat baru membangun sepak bola yang sehat, berbudaya, dan berprestasi di Lampung.
“Semoga dukungan ini jadi energi positif untuk membangkitkan kembali ekosistem sepak bola Lampung, dengan semangat kolaborasi dan sinergi,” tutup Junaedi.
9 Sikap Resmi SIKAMBHARA:
1. Moto: Bersama Dalam Apapun
2. Mendukung penuh langkah Gubernur RMD menghadirkan BPL FC ke Lampung
3. Menerima seluruh sejarah BPL FC dan sejarah sepak bola Lampung sebelumnya
4. Mengajak BPL FC bersama masyarakat menulis sejarah baru sepak bola nasional
5. Siap mendampingi BPL FC dalam kondisi apa pun dengan dukungan yang sehat
6. Mengajak masyarakat dan stakeholder mendukung penuh BPL FC di setiap laga
7. Membuka diri bagi semua pecinta sepak bola untuk jadi suporter yang sportif
8. Mendorong komunikasi dan kolaborasi demi kemajuan sepak bola Lampung
9. Menjaga dukungan kepada BPL FC dan Pemprov secara berkelanjutan.(*)







