Bongkar Post – Ratusan Hektar Sawah di Tulang Bawang Terancam Gagal Panen

 

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

Tulang Bawang -Bpost

Ratusan hektar sawah petani terancam gagal panen di Kabupaten Tulang Bawang, hal tersebut terjadi akibat dampak El Nino yang saat ini tengah melanda. Rabu (24/08/2023).

Kurangnya pasokan air dan cuaca ekstrim yang berakibat jarangnya terjadi hujan membuat sawah para petani mengalami kekeringan, yang mana kondisi ini hampir dialami di seluruh wilayah di Provinsi Lampung termasuk Kabupaten Tulang Bawang terkena dampaknya.

Dua kampung yang terkena dampak El Nino yaitu desa mekar indah jaya dan desa mekar jaya yang tergabung di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Panca Makmur dan Bina Mandiri.

Dari dua kampung tersebut luas sawah pertanian seluas 135 hektar, yang mengalami kekeringan ringan seluas 44 hektar dan kekeringan parah seluas 91 hektar.

Nendi salah satu petani mengatakan, kekeringan ini sudah terjadi sejak akhir tahun tepatnya dibulan Juni 2023. Saat ini sebagian besar tanah disawah padi milik petani mengalami keretakan.

“Petani di dua desa mekar indah jaya dan desa mekar jaya saat ini terancam mengalami gagal panen, karena saat ini sekitar 85 hektar sawah sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Lahan tadah hujan sangat ketergantungan dengan curah hujan bila kemarau berkepanjangan seperti ini para petani hanya bisa pasrah,” keluhnya.

Terpisah, Kepala Koordinator Kabupaten Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (Kortikap Popt), Ellidayati mengatakan, saat ini sejumlah desa di Kabupaten Tulang Bawang tengah mengalami kekeringan yang disebabkan oleh minimnya pasokan air dampak dari cuaca ekstrim El Nino. Salah satunya berada di dua desa yaitu desa mekar jaya dan mekar indah jaya.

Didua desa tersebut kurang lebih seluas 85 hektar sawah terancam gagal panen, kemungkinan akan terus bertambah mengingat sampai saat ini hujan tak kunjung datang dan beberapa sawah merupakan sawah tadah hujan.

“Sulitnya pengairan ke persawahan sudah terjadi sejak beberapa bulan ini, sehingga membuat para petani yang menanam padi pada musim tanam kedua harus mengeluarkan modal yang cukup besar. Namun, bagi para petani yang kurang memiliki modal hanya dapat membuat pilihan meninggalkan persawahan akibat kekeringan dan menunggu hingga musim penghujan tiba,” tuturnya.(ris)

Pos terkait