Bongkar Post
Muara Enim – Lintas Proyek Kabupaten – proyek hotmix peningkatan jalan ruas Dari Simpang Lembak- Menuju desa Tapus kecamatan Lembak kecamatan Lembak kabupaten Muara Enim menjadi polemik di masyarakat yang mana dalam pelaksanaan di lapangan mengabaikan standart keselamatan dan kesehatan kerja ( K3 ),sebagai syarat dan keselamatan kerja.

Seharusnya para pekerja memenuhi standart K3 saat pekerjaan berlangsung,diantaranya para pekerja di wajibkan memakai helm,rompi dan sepatu safety guna menghindari dan mengurangi resiko kecelakaan kerja, bahkan saat awak media Bongkar Post Dan Renkarnasi Tipikor berada di lokasi para pekerja banyak yang menggunakan sandal jepit yang sangat membahayakan para pekerja serta kurangnya rambu rambu karena sepanjang lokasi banyak kita semua tau panas aspal tak sepanas api asmara.
Akibat minimnya rambu rambu di sepanjang lokasi proyek dan penempatan tumpukan material yang tidak teratur,kelancaran para pengguna jalan merasa.
terganggu karena jalan tersebut adalah jalur utama dari arah kecamatan Lembak menuju Desa Tapus.
Dari pantauan di lokasi kegiatan belum termonitor plang proyek sehingga menyulitkan awak media untuk komunikasi dengan pelaksanaan kegiatan.
Namun didapatkan informasi bahwa kegiatan tersebut bersumber dari kegiatan provinsi sumatera selatan.
” Ruas jln Lembak – Modong apbd Provinsi karen jalan antar kab M enim – Pali, aku dak tau gawean siapo tanyo dewek samo pelaksananyo ,” Sebut Hadiyono, S.H ketika dihubungi awak media.
Diketahui , Hadiyono merupakan salah satu tokoh masyarakat kecamatan Lembak yang juga wakil ketua DPRD kabupaten Muara Enim.
pengguna jalan yang berdomisili tak jauh dari lokasi proyek yang tidak mau di sebut namanya mengatakan”saya menyayangkan mas kegiatan proyek ini tidak memikirkan kelancaran para penggunajalan karena penempatan material yang tidak teratur,sebenarnya kami sangat senang jalan yang semula rusak kini di perbaiki,namun setidaknya pihak kontraktor utamanya pengawas di lapangan juga memikirkan kelancaran para pengguna jalan,karena yang melewati jalan ini bukan cuma masyarakat Tapus saja,namun orang di luar desa Tapus pun melintas karena ini adalah jalur utama apalagi lokasi proyek Yang tak jauh dari desa tapus pungkasnya.
“Harapan saya sebagai masyarakat, pihak kontraktor dan dinas terkait lebih memikirkan kelancaran para pengguna jalan.
Saat di lokasi kami wartawan media Bongkar Post Dan Media Renkarnasi Tipikor mencari pengawas di lapangan guna menyampaikan agar K3 di berlakukan dan tumpukan material batu supaya di atur,namun pengawas lapangan tidak ada,menurut pengakuan salah seorang yang mengaku juru dokumentasi mengatakan kalau pengawas masih keluar dan sempat memberikan no telepon pengawas di lapangan,namun saaat di telepon nomernya tidak aktif.
Sumber Temuan Forum Fokal Kabupaten Muara Enim (rilis)







