Bongkar Post – Penyuluh Honorer KUA, Pendamping Pekerja Anak, Ketua KPU Kabupaten, Kini Nahkoda GP Ansor Lampung, Budi Hadi Yunanto

Ketua PW GP Ansor Lampung 2024-2928 Budi Hadi Yunanto. | Kolase Grid Art/dok/Muzzamil

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

BANDARLAMPUNG – Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lampung kurun 2016-2024 Budi Hadi Yunanto terpilih sebagai Ketua PW GP Ansor Lampung masa khidmat 2024-2028 dalam perhelatan forum konsolidasi organisasi tertinggi tingkat provinsi ormas Banom NU ini, Konferensi Wilayah (Konferwil) VIII GP Ansor Provinsi Lampung 2024, berkebetulan bertepatan dengan momen akhir tahun 1445 dan awal tahun baru 1446 Hijriyah, di Asrama Haji Islamic Center Rajabasa, Jl Soekarno-Hatta, Bandarlampung, Sabtu-Minggu, 6-7 Juli 2024.

Budi Hadi Yunanto terpilih menggantikan ketua terdahulu, tiga periode per 2012, kini Sekretaris Umum Dewan Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung masa khidmat 2023-2028 Hidir Ibrahim.

Konferwil diikuti oleh 15 Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten/Kota, dan 189 Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan se- se-Lampung, dibuka oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Addin Jauharudin yang hadir bersama Sekretaris Jenderal PP GP Ansor Rifky Al Mubarok, pada Minggu (7/7/2024).

Sebagai informasi, GP Ansor sebagai gerakan kepemudaan, kemasyarakatan, kebangsaan, dan keagamaan yang berwatak kerakyatan, per data harlah 24 April 2023 memiliki 433 PC Kabupaten/Kota dan 32 PW Provinsi.

Budi Hadi Yunanto, siapa doi? sebut saja BHY, 42 tahun, kelahiran Karang Tani, 29 Oktober 1982 ini merupakan lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Metro angkatan 1997.

Lima tahun usai lulus MAN tahun 2000, BHY dikenal sebagai salah satu aktivis mahasiswa, tercatat sebagai Sekretaris Umum Pengurus Cabang PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia PMII Kota Metro 2005-2006. Lalu naik menjadi ketuanya periode 2008-2009.

Sembari bekerja sebagai sukarelawan sosial, menjadi Ketua Pendamping Pekerja Anak pada LPSM Yayasan Lembaga Pembinaan Masyarakat Desa (YLPMD), mitra Organisasi Perburuhan Internasional atau International Labour Organization (ILO), tahun yang sama.

Selanjutnya, BHY “menyala abangku”, melesat menjadi Ketua Umum Pimpinan Koordinator Cabang (PKC) PMII Lampung 2009-2010.

Idem, sembari bekerja kali ini sebagai Ketua Penyuluh Agama Honorer Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah tahun idem juga.

Dari gerakan mahasiswa geser ke banom pemuda, BHY lantas menjadi Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Bangunrejo kurun 2010-2012. Dua tahun di antaranya, dia bekerja sebagai pekerja sosial, sebagai Ketua Pendamping Keluarga Harapan setempat sejak 2010 hingga 2011.

Saat tahun ketiga jalankan amanat sebagai Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah 2012-2916, BHY terpilih, tersohor, dan moncer karir kepemiluan, tunai mandat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Tengah 2014-2019.

Dan saat petahana 2012-2016 Hidir Ibrahim terpilih kembali sebagai ketua pada Konferwil 2016, BHY didapuk menjadi Sekretaris PW GP Ansor Lampung mendampinginya.

Di antaranya, dia juga tercatat sebagai Ketua Umum Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Kabupaten Lampung Tengah 2019-2022.

Menyusul jejak sukses senior Hidir Ibrahim, tokoh muda kelahiran Kotabumi, Lampung Utara, 14 Maret 1977, alumnus SDN 1 Kotabumi 1983-1989, SMPN 1 Kotabumi 1989-1992, SMAN 3 Kotabumi 1992-1995, S1 Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Raden Intan Lampung 1995-1999, S2 Magister Sosiologi Universitas Indonesia 2002-2004, dan kini tengah studi S3 Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Raden Intan Lampung sejak 2023, peniti karir semirip BHY.

Hidir mulai dikenal aktivis mahasiswa basis PMII, kinclong-nya lagi dia salah satu Wakil Sekretaris Jenderal PB PMII 2000-2002, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Raden Intan Lampung medio 2001-2003.

Dan sama tahun kelulusan S2-nya di UI, Hidir pernah “mondok” di kompleks parlemen Senayan Jakarta, jadi Staf Khusus anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dapil Lampung Haryanti Syafrin medio 2004-2005.

Balik Lampung Hidir perluas kecimpung, jadi politisi partai politik. Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung saat itu (kini mendiang) Musa Zainudin mendapuknya jadi Wakil Ketua DPW sejak 2006 hingga 2016.

Status Hidir genap politisi legislator, saat pertama kalinya ikut, menang terpilih terlantik anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung 2009-2014 dapil Lampung IV Kabupaten Tanggamus, Lampung Barat, Pesisir Barat.

Hidir jadi satu dari 72 caleg terpilih terlantik (3 urung dilantik terinterupsi kasus gelembung suara dapil Tulang Bawang, sempat buat Gubernur saat itu Sjachroedin ZP dan KPU Lampung berpolemik) pada pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Tanjungkarang Maulida berdasar SK Mendagri Nomor 161.18-613/2009 tentang Peresmian, Pemberhentian, dan Pengangkatan Anggota DPRD Lampung 2009-2014 di Rapat Paripurna Istimewa dipimpin ketua 2004-2009, Indra Karyadi.

Kiprah parlemen ini tak mulus, baru setahun, Hidir di-PAW 2010, dan kembali ke kursi DPRD kurun 2013-2014. Pengingat, setahun sesudah terpilih sebagai Ketua PW GP Ansor Lampung setahun jelang Pemilu, Hidir sempat jadi Ketua DPC PKB Kabupaten Tanggamus 2013-2015.

Pada Pemilu 2014, Hidir terpilih kembali jadi aleg DPRD Lampung 2014-2019 dapil sama, dengan raihan 12.803 suara sah. Saat coba peruntungan Senayan sebagai caleg DPR dapil Lampung I Pemilu 2019, target meleset. Hidir gagal melenggang.

2019, idem setahun jelang Pemilu, Ketua PKB Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) dapuk Hidir jadi wakil ketua 2018-2023. Hidir bagian tokoh sentral skuad parpol pengusung. Dia Sekretaris Tim Pemenangan Calon Gubernur – Wakil Gubernur Lampung 2019-2024 dari Partai Golkar-PKB Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim (Arjuna) top Arinal-Nunik pada Pilgub Lampung 2018.

Pileg-Pilres bareng, Hidir menjadi Sekretaris Tim Kampanye Daerah Koalisi Indonesia Kerja (TKD-KIK) Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden RI 2019-2024 Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf) dari gabungan 9 parpol pengusung termasuk PKB dan satu parpol pendukung: PBB, pada Pilpres 2019.

Hidir pernah jadi Wakil Ketua Umum IV Bidang Media, Humas Pengumpulan dan Pengelolaan Data (Infokom) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung 2019-2023.

Kini, Sekretaris Dewan Tanfidziah PWNU Lampung 2023-2028 ini, termasuk salah satu bakal calon bupati Lampung Utara di Pilkada Serentak 2024, pengampu tagline OTW Mudik Jemput Perubahan Raih Kebaikan.

BHY, Budi Hadi Yunanto, merupakan calon terpilih anggota DPRD Lampung 2024-2029 dapil VII Kabupaten Lampung Tengah produk Pemilu 2024 dari PKB, peraih 23.848 suara sah terbanyak di dapilnya dari total 12 caleg PKB dimana PKB raup 101,682 suara dapil ini.

BHY, sepertinya bakal mulus jalan dilantik jadi anggota DPRD Lampung periode mendatang ini pada 1 September 2024 nanti. Seturut Hidir, BHY bukan karbit. Lahir ditempa sulit kenyang pengalaman pahit, duo kompak ini menjadi spirit. Kader Ansor, di Lampung.

Sebagai Banom NU yang berdiri sejak 90 tahun silam pada Muktamar NU ke-9 pada 24 April 1934 atau 10 Muharram 1353 Hijriyah di Banyuwangi, Jawa Timur, dan cikal bakal kelahirannya tak dapat dilepaskan dari spirit perjuangan dan nasionalisme demi melawan kolonialisme, sejak dicetuskannya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Dirunut, awal berdirinya Ansor dapat ditebus pada tahun 1924 saat KH Abdul Wahab dirikan organisasi pemuda NU: Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air) dipimpin Abdullah Ubaid –yang kemudian menginisiasi dibentuknya Persatuan Pemuda Nahdlatul Ulama (PPNU) tahun 1931, berubah jadi Pemuda Nahdlatul Ulama (PNU) 14 Desember 1932, berubah lagi jadi Ansoru Nahdlatul Oelama (ANO) pada 1934 [Walidain 2021). : 10–11].

Barulah pada Muktamar ke-9 NU 21-26 April 1934 ANO resmi jadi bagian dari Pemuda NU [Yamin, Nelson, Bariyanto: 93], dan sejak itu ANO jadi GP Ansor yang diresmikan 24 April 1934 di Banyuwangi [Zuhdi, Nursam, 26-27].

Kini, seperti dibunyikan oleh Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin di pidatonya saat membuka Konferwil VII GP Ansor Lampung ini, Ansor memiliki tiga kekuatan energi besar untuk hadapi tantangan masa depan dengan segala macam dinamika dan perubahannya.

Pertama, energi kinetik, mengacu pada ruang khidmat Ansor terhadap organisasi induknya, yakni Pengurus Besar NU (PBNU), dimana Ansor akan selalu menjadi pandu peretas NU mengacu pada prinsip, nilai dan ideologi NU.

“Ansor akan menjadi penghubung pemikiran yang tua dan muda (communication-gap), termasuk segala tantangannya, seperti dulu semangat Ansor dilahirkan. Akan menjadi peretas, kekuatan yang bisa diandalkan NU,” lugas Ketum yang biasa disapa Gus Addin ini.

Upaya itu tak bisa dilepaskan dari kumulasi perekayasaan Ansor yang terdiri dari perekayasaan ekonomi, sosial, dan politik. “Energi mekanik ini bisa mendorong Ansor sebagai mesin perekayasa sosial, ekonomi dan politik,” lugas Gus Addin, energi kedua.

Berikutnya, perekayasaan di atas ditopang oleh konfigurasi kewargaan yang semakin beragam. Sehingga memudahkan Ansor untuk mendistribusikan peran-peran kader ke sektor yang dibutuhkan masyarakat setelah Pemilu 2024 rampung digelar.

“Kader Ansor sudah dipenuhi aktivis tangguh, profesional muda dan orang-orang kreatif. Ini energi besar apabila dimaksimalkan. Mind set kader harus berubah, menjadi pengusaha yang hebat, tokoh sosial yang hebat, dan politisi hebat,” Addin membakar adrenalin, mengilustrasikan energi ketiga.

Dari itu, yang diperlukan hari ini, cara-cara baru, strategi yang fleksibel dengan memegang teguh prinsip organisasi agar Ansor tetap bisa merekam aktivitas masyarakat dan menindaklanjutinya melalui program-program.

“Kita perlu model-model baru yang lebih kreatif dan inovatif. Ansor perlu menguatkan narasi kemandirian organisasi di tengah kader. Sekaligus mengokohkan organisasi komando, satu komando satu barisan,” pungkas dia, usai sesi pembukaan, meninjau stan bisnis di arena Konferwil milik para kader.

Dari itu, usai Hidir kini BHY, jadi driven force mutualis tidaknya ketiga “saham” energi itu.

Kiprah lokal rasa global dari eksponen Ansor Lampung notabene cukup menyejarah. Salah satu kader terbaiknya: Ketua PW GP Ansor Lampung era Gus Dur 2000-an, Prof Dr Mohammad Mukri, kelak kini dikenal harum, moncer padupadan karir aktivis pergerakan Islam progresif dan modern-inklusif dengan karir akademis juga berjasa bagi pemajuan pembangunan daerah.

Mukri, santri Ngrapyak ini, meniti dari dosen, Pembantu Dekan III hingga Dekan Fakultas Syariah IAIN Raden Intan Lampung lalu maju Pilrek, jadi Rektor ke-13 periode pertama 2010-2015 terpilih kembali 2015-2019 terpilih kembali periode ketiga (sejak 2017: Rektor UIN Raden Intan Lampung) periode 2019-2022.

Didalamnya, jadi figur kunci, Mukri inisiator transformasi IAIN Raden Intan Lampung jadi UIN Raden Intan Lampung hingga terbit beleid Peraturan Presiden (Perpres) transformasi alih status, diteken Presiden Jokowi 3 April 2017.

Transformasi buat UIN Raden Intan pesat dipimpin Mukri, yang mampu merubahnya jadi universitas favorit di Indonesia puluhan ribu mahasiswa dari penjuru Indonesia dan dunia, apresiasi, UI GreenMetric World University Ranking menobatkan Mukri sebagai The Inspiring University Leader of the Year 2021.

Per 22 April 2022, Mukri Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar 2022-2026. Guru Besar Ushul Fiqh Jurusan Muamalah Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung per 2012 ini juga tunai mandat sebagai Ketua Tanfidziah PWNU Lampung 2018-2023, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung 2021-2026, salah satu Ketua PBNU 2022-2027 produk Muktamar ke-34 NU Lampung 23-25 Desember 2021, berdasar SK PBNU Nomor 01/A.II.04/01/2022.

Kompatriot, duet Mukri saat Ketua GP Ansor Lampung dulu, Muhammad Aqil Irham, saat itu sekretaris lantas gantikan Mukri sebagai Ketua GP Ansor Lampung, lalu jadi Sekjen PP GP Ansor, senada Mukri masuk struktur jadi Wasekjen PBNU saat ini, dan dimandati tugas negara sebagai Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Dari Lemong batas Bengkulu-Lampung sampai Kota Agung, Pulau Panggung; dari Telukbetung, Ngaras, Sungai Burung, sampai Bumi Agung, BHY lima tahun kedepan, produk aklamasi konferensi asrama haji Juli 2024 ini, bukan saja oleh kader, juga publik Lampung, diharapkan menyusul jejak para nakhoda terdahulu, lima tahun kelak membawa legasi selayaknya nahkoda ulung.

Perubahan memerlukan perjuangan bukan hanya dengan duduk diam dan menjadi menonton. Selamat terpilih Budi Hadi Yunanto, selamat bekerja BHY. Salam Pergerakan! [Muzzamil]

Pos terkait