Bongkar Post
Bandar Lampung, BP
Sejumlah pedagang dan jasa tambal ban di sepanjang jalur by pas dari arah fly over korpri ke rajabasa merugi, lantaran penghasilan nereka merosot semenjak adanya pengerjaan proyek peningkatan jalan nasional.
Menurut Endang salah seorang pejual pecel lele, pendapatannya menurun separuh lebih dari pemesan sebelum ada proyek jalan.
Hal ini terjadi karena sopir enggan berhenti akibat adanya galian yang ada di pinggir badan jalan. “Kalau parkir mobil pasti miring karena ban sampingnya pasti masuk ke galian. Jadi orang malas turun dan berhenti untuk makan dan ngopi,” kata Endang, Kamis, (26/10/2023) siang.
Selain itu, menurutnya, debu galian itu juga sangat berdampak. “Baik ke makanan dan minuman yang kami hidangkan ketika ada yang beli, sehingga orang lebih memilih ketempat lain,” paparnya.
Kalau hari biasa, sebelum ada proyek, sabung Endang, penjualan bisa mencapai 20-30 porsi atau lebih untuk pecel lele disiang hari.
Begitupun kopi dan minuman seperti, es atau teh, kata dia.
“Nah sekarang boro-boro segitu bg, satu atau dua porsi saja untung,” timpalnya.
Senada dikatakan, Ucok penjual jasa tambal ban.
Dia mengatakan, pengendara sulit untuk parkir ketika mobilnya pecah ban.
Selain khawatir mengganggu kendara lain saat berhenti, pinggir badan jalan yang biasanya untuk parkir digali dan belum ditimbun. “Sebagai pengusaha kecil kami pasrah dan berharap sesegera mungkin pekerjaan dipercepat,” pungkasnya. (zul)







