Bongkar Post
Tulang Bawang,
Pemerintah Kabupaten Tulang bawang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Makin Giat Sosialisasi.
Masih tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Wilayah Kabupaten Tulang Bawang maka perlu dilakukan sosialisasi yang melibatkan berbagai unsur sehingga kasus kekerasan tahun 2024 dapat di meminimalisir.
Dikatakan Kepada Dinas PPA Kabupaten Tulang Bawang Rina Kusumawardani baru baru ini Dinasnya juga ikut dalam kegiatan melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2024 di 15 Kecamatan hal ini tentunya salah satu upaya Dinas PPA mensosialisasikan dalam Musrenbang kecamatan.
“Dalam rangka memperkuat koordinasi dan sinkronisasi langkah dan upaya berbagai pemangku kepentingan untuk terus menekan kasus-kasus kekerasan terhadap anak di tengah masyarakat khususnya wilayah Kampung- Kampung dan Kecamatan yang rentan terhadap kasus Kekerasan perempuan dan anak.,” terang Rina Kusumawardani.
Lebih lanjut Rina Kusumawardani mengatakan berdasarkan laporan yang masuk ke Dinas PPA Kabupaten Tulang bawang jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih cukup tinggi yaitu 25 kasus dan 29 korban kekerasan di 2023.
“Makanya kedepannya saya lebih menakan kepala pihak pihak terkait seperti kepala kampung atau tokoh masyarakat agar lebih peka ikut melakukan sosialisasi.,’ jelasnya.
Masih kata Rina Kusumawardani, Sosialisasi ini terus membahas tentang berbagai jenis kasus kekerasan terhadap anak, baik berupa kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, dan penelantaran anak.
“Serta pentingnya penguatan peran keluarga dan masyarakat untuk ikut serta secara aktif melakukan pencegahan melalui penyuluhan, pembuatan dan penegakan aturan lokal tingkat RW ataupun RT, memberikan perlindungan kepada korban, dan melaporkan adanya tindak kekerasan.,”terang Rina Kusumawardani.
Rina Kusumawardani menambahkan Alhamdulillah di tahun 2023 Dinas PPA memperoleh penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE), kemudian penghargaan Kabupaten Layak anak (KLA) tingkat Nindia dan penghargaan Standarisasi Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas ( PRAP).
“Anugerah Parahita Ekapraya (APE) merupakan penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada K/L dan Pemda atas keberhasilan dan prakarsa dalam pencapaian Pembangunan Pengarusutamaan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Pusat dan Daerah.
Indikator pelaksanaan Pengarusutamaan Gender dilihat dari aspek kelembagaan dan implementasi dari 7 (tujuh) prasyarat yaitu komitmen, kebijakan, kelembagaan, sumberdaya, sistem informasi dan data terpilah, alat analisis gender dan partisipasi masyarakat. APE yang dilaksanakan sekali dalam 2 tahun, terbagi atas 4 (empat ) kategori yaitu, Pratama, Madya, Utama, dan Mentor, inilah menjadi semangat baru bagi Dinas PPA Kabupaten Tulang bawang atas prestasi harus terus di jaga dan di pertahankan syukur syukur dapat lebih di tingkatkan.,” tutup Rina Kusumawardani nya (ris)







