Bongkar Post
Tulang Bawang,
Dewan guru SD Swasta Sidomulyo Kampung Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Provinsi Lampung sesalkan keputusan Ketua Yayasan Putra Jaya Darussalam yang mengangkat kepala sekolah secara sepihak, keputusan tersebut tidak berdasar karena tidak adanya keterikatan SDS Sidomulyo dengan Yayasan tersebut.
Pasalnya SDS Sidomulyo adalah sekolah yang didirikan oleh masyarakat Dusun Teluk Baru Kampung Sungai Nibung secara swadaya pada tahun 2001 dan tidak ada campur tangan atau aset apapun dari Yayasan Putra Jaya DS.
Junaedi salah seorang guru telah mengajar sekitar 25 tahun di sekolah tersebut menyatakan bahwa benar Sekolah tersebut didirikan oleh masyarakat Dusun Teluk Baru Kampung Sungai Nibung dan telah memiliki Yayasan atau lembaga tersendiri yaitu Lembaga Pendidikan Budi Luhur.
Dalam hal kami akan mengadukan ini ke Pihak Berwajib karena oknum kepala sekolah yang di angkat oleh ketua Yayasan Putra jaya mencairkan dana BOSP (Bantuan Operasional Satuan Pendidikan) tanpa persetujuan Lembaga yang resmi membawahi Sekolah.,”tegas Junaedi.
Lebih lanjut Junaedi menegaskan dewan guru dan masyarakat sebagai berdirinya sekolah ini tidak pernah menyerahkan atau menghibahkan sekolah ini ke Yayasan Putra Jaya DS, dan tidak ada wewenang Yayasan tersebut mengangkat kepala sekolah.
“Dalam hal ini Ketua Yayasan Putra jaya Pak Mukti belum pernah menerima hibah bangunan atau hak kuasa dalam pengelolaan Lembaga Yayasan Budi Luhur,baik dari Masyarakat langsung atau pun dari pihak Kampung Sungai Nibung.,” Bebernya.
Selain masalah tersebut Kepala sekolah yang diangkat Ketua Yayasan Putra jaya tidak memenuhi syarat secara aturan misal belum S1 dan tidak masuk pada Dapodik atau Data Pokok Pendidikan dan masih berstatus Guru Tidak Tetap bukan Guru Tetap Yayasan.
“artinya dalam hal ini Ketua Yayasan saudara Mukti sudah salah dalam mengangkat Gede Eko Anton Wisnawa sebagai Kepala sekolah SDS Sidomulyo, Kemudian SDS Sidomulyo sudah memiliki badan hukum sendiri yakni Lembaga Yayasan Budi Luhur, atas dasar apa saudara Mukti mengajar kepala sekolah.,”jelas Junaedi.
Sampai berita ini di turunkan Ketua Yayasan Putra jaya tidak dapat dihubungi, saat di hubungi melalui WhatsApp Ketua Yayasan Putra jaya Mukti hp android tidak aktif.**







