Bongkar Post – Mirza-Jihan vs Ardjuno, Paguyuban Etnis Jawa dan Relawan Jokowi Terbelah

Mirza-Jihan vs Arinal-Sutono. | Muzzamil

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

BANDARLAMPUNG — Selidik punya selidik, ihwal dukungan pemenangan elektoral dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (cagub-cawagub) Lampung 2024-2029, dari Koalisi Lampung Maju pengusung-pendukung Rahmat Mirzani Djausal-Jihan Nurlela Chalim (Mirza-Jihan) dan Koalisi Rakyat pengusung Arinal Djunaidi-Sutono (Ardjuno), membelah.

Kali ini, pewarta coba menyigi fakta dukungan politik dari basis massa paguyuban sosial etnis Jawa dan relawan militan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Lampung.

Diketahui, ambil momen tepat hari terakhir pendaftaran paslonkada Pilkada 2024 hal ini Pilgub Lampung di kantor KPU setempat 29 Agustus 2024, kubu Mirza-Jihan sebelum daftar pukul 11.00 WIB, deklarasikan diri di Graha Wangsa, Bandarlampung.

Duet konfigurasi politisi legislator milenial cum pengusaha-tokoh olahraga, dan legislator perempuan nahdliyin cum dokter milenial ini, berasal dari gabungan 12 parpol pengusul.

Meliputi, tujuh parpol nasional peserta Pemilu 2024 peraih 72 kursi DPRD Lampung: Partai Gerindra (16), Partai Golkar (11), PKB (11), Partai NasDem (10), Partai Demokrat (9), PAN (8), dan PKS (7) selaku parpol pengusung; empat parpol nasional peserta Pemilu 2024 nonparlemen: Partai Buruh, PPP, PSI, Partai Ummat selaku parpol pendukung; satu parpol nasional nonpeserta Pemilu 2024 yakni Prima.

Berikut, berkemungkinan telah bertambah misal dari kekuatan relawan Jokowi maupun relawan swadiri, merujuk ekspos Ketua Umum PP Gerakan Cinta Prabowo Lampung cum eks anggota Tim Golf TKN Prabowo-Gibran PIC Lampung Iwan Kurniawan, deklarasi bersama Pekalongan Lampung Timur 23 Juni 2024 lalu, sedikitnya 54 organ relawan pendukung (saat itu masih tunggal, bacagub) Mirza, terdiri dari 46 organ relawan militan Prabowo-Gibran, plus 8 organ relawan Mirza bentukan baru.

Diantaranya, komunitas Advokat Rakyat untuk Nusantara (ARUN) pimpinan aleg DPR RI dapil Lampung II terpilih Bob Hasan dengan Dewan Pembina Habiburokhman (Waketum Gerindra asal Kota Metro Lampung), Relawan RMD For BE 1 Lampung pimpinan Ansori Hanafi dan Dewan Pelindung ‘Si Raja Besi Tua’ Nuryadin, Bara Palapa, dan Barisan Relawan Komando (Bro) Gibran Lampung.

Lalu, Gerakan Cinta Prabowo Lampung, Kami Gibran Lampung diketuai Andre Arif Setiawan, Pasukan 08, Pelopor Pemimpin Nusantara (Pioneer Indonesia), Persaudaraan 98, Prabowo Budiman Bersatu (Prabu) Lampung, Rampas Lampung, Relawan Bela Jokowi (BEJO) Lampung, Relawan Jokowi Bergerak Bersama Prabowo (RJBBP) Lampung, dan Relawan Gema Prabowo Nusantara.

Juga, Projo Lampung diketuai Andri Budiman, Relawan RMD Lampung dinahkodai Ahmad Kenedi, Relawan RMD Squad, Relawan UMKM Bhaidosto RMD besutan Abdullah Rizaki, Rumah Gibran (Gerakan Kebaikan) Lampung, Team Garuda 08, dan lainnya.

“Cek toko sebelah”, kubu Ardjuno dari parpol pengusul PDI Perjuangan selaku satu-satunya parpol pengusung berkekuatan 13 kursi DPRD Lampung, meski sedikit tertinggal momen tapi enggan disebut pacar ketinggalan kereta.

Onderdil mesin politik terus dipanaskan usai lindap jumantara berubah rinai ufuk senja dipantik revolusioner Putusan MK 60/2024 yang goyahkan jagat kartel dan oligarki politik “kapal goyang, kapten, kapal goyang”.

Kehadiran duet Ardjuno, mencoret Lampung dari bakal calon provinsi sahibul hajat Pilkada Serentak 2024 dengan paslon tunggal lawan kotak kosong, kedua, setelah Papua Barat.

Dari lini basis massa pendukung, terungkap dari rapat pemantapan rencana deklarasi bersama (tentatif) 16 September 2024 dipusatkan di Lampung Tengah, Selasa (10/9/2024) lalu, sedikitnya 52 organ relawan lintas komunitas bakal menambah energi, stamina politik baru Ardjuno, PDI Perjuangan, dan sekoci lain pemenangan elektoral Pilgub Lampung 2024.

Perinci abjad, Relawan Angel for Ardjuno, Ardjuno Milenial, Arsito, Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) Lampung pimpinan Faisal Sanjaya, Brahmastra Ardjuno pimpinan advokat Ginda Ansori Wayka, Doro Ardjuno, Elektrikal Lampung, Fatayat NU Lampung, Forum UMKM Lampung Tengah, Forum Masyarakat Transparansi Lampung (FMTL) pimpinan pegiat antikorupsi Hari Kohar, dan Forum Relawan Jokowi Tegak Lurus Lampung.

Lalu, Garuda Lampung, Generasi Emas Rakyat Indonesia (Gerindo) Lampung pimpinan M Nur, Gibran Fans Lampung pimpinan Kahfi, DPP Ikatan Masyarakat (IKAM) Pagardewa Lampung pimpinan Azwar Yacub, dan Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Orwil Lampung pimpinan Suherman.

Berikut, Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Lampung pimpinan Juliansyah Lubis, Kelompok Tani Mandiri, Komando Juang Umar Ahmad (KojuUA), Komunitas Juang, Komunitas Marketing Hendra, Komunitas Tionghoa Lampung, Laskar Ardjuno, Milenial Ardjuno, Militan Banteng Ardjuno, Muslimat NU Lampung, Paguyuban Dewan Adat Lampung Selatan, Paguyuban Reog Lampung, Panginyongan Lampung, Paradise, dan Pasti Ardjuno.

Lainnya, Paguyuban Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) Lampung, Pejuang Ardjuno, Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Lampung pimpinan Sutono, Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Lampung, Perkumpulan Perantau Jawa Tengah (PJT) Lampung, Pejuang Siliwangi Indonesia (PSI) Lampung, Prisma, dan Paguyuban Warga Banten (Puwnten).

Kemudian, Relawan Ardjuno Lampung Timur, Relawan Pasopati, Relawan Peduli Lampung, Relawan Umar Ahmad, Santri Milenial Lampung pimpinan Gus Ajat Sudrajat, Satgas Ardjuno, Sekelik Arinal, Serikat Tani Indonesia (Sertani), Solidaritas Merah Putih (Solmet) Lampung pimpinan Cristian Janata, Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya Lampung pimpinan Nurhasanah, Waykanan Bersama Ardjuno pimpinan Arwan Syarifudin, We Love Jokowi (WLJ) Lampung pimpinan Warsito.

Keterangan pers terpisah, ketuplak deklarasi cum Wakabid Ekraf dan Ekonomi Digital DPD PDI Perjuangan Lampung Dr Donald Harris Sihotang, dan ketua tim pemenangan cum Ketua Bappilu PDI Perjuangan Lampung Umar Ahmad, diolah, dukungan itu seiring waktu diprediksi terus bertambah, khusus agenda deklarasi antara lain akan diisi bazar UMKM, gebyar parade budaya Nusantara serta pertunjukan kesenian tradisional lintas etnis.

Terbelah, dukungan paguyuban sosial etnis Jawa, populasi penduduk terbesar Lampung yang juga ulah status sejarahnya sebagai daerah transmigrasi pertama di Indonesia tahun 1905 silam, lalu dijuluki “Jawa Utara”, dimana ormas Paguyuban Keluarga Besar Pujakesuma Lampung secara terbuka dukung Mirza-Jihan.

“Sesuai arahan dewan pembina DPP,” keterangan berharga, Ketua DPW PKB Pujakesuma Lampung Ki Nuryono satu ketika. Diketahui selain latar etnis Jawa, banyak pula dukungan latar etnis lain misal dari Keluarga Besar Batanghari Sembilan (KBBS), lainnya.

Berpalang besi, secara diametral dukungan terbuka senada bagi Ardjuno dialamatkan oleh kecabangan provinsi Lampung –ormas Panginyongan, PATRI, Perkumpulan Perantau Jawa Tengah, dan organisasi profesi Pepadi.

Terbelah serupa, dukungan dari komunitas relawan Jokowi yang ulah sejarah nasionalnya dicermati analis berhasil mewujud menjadi entitas mesin pengumpul suara (electoral machine) mandiri diluar kekuatan partai politik dalam sejarah elektoral republik.

Embrionik era Jokowi-Ahok Pilgub DKI 2012, bersua momentum letup Pilpres 2014 hingga bak cendawan di musim hujan hingga kini.

Di Lampung, secara atraktif dukungan politik blok die hard Jokowi sejak Pilpres 2014 bagi duet Mirza-Jihan ini antara lain diberikan oleh Relawan Pos Rakyat (Posraya) Indonesia dan Projo.

Sementara sejumlah lain: Almisbat, BaraJP, Gerindo, Gibran Fans, JPKP, Pospera, Santri Milenial, Solmet, dan We Love Jokowi (WLJ), sepertinya sekompak dukung Ardjuno.

Ada pula, yang semirip gaya kubu parpol nasional peserta Pemilu 2024 nonparlemen yang terkesan abu-abu, condong cari aman, malu-malu tapi mau atau pun motif selubung kepentingan lainnya.

Jika di parpol dimaksud, tertuju pada sebut saja Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Garda Perubahan Republik (Garuda), Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Dengan catatan khusus bagi PBB, lantaran salah satu unsur pimpinan provinsi yakni Sekretaris DPW PBB Lampung Jefri Trisanjaya kedapatan turut hadir mengantar Ardjuno saat daftar ke KPU 29 Agustus lalu, namun kala ditemui sesaat hendak meninggalkan lokasi dia buru-buru menyergah kehadirannya itu baru sebatas bentuk dukungan pribadi. “Dari DPP belum,” tandas Jefri, ihwal rekom.

Semirip, di kubu organ relawan Jokowi lainnya yang tampak belum hitam putih. Seperti dari Gerakan Rakyat Nusantara (GRN), Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN), Relawan Jokowi Independen (JOIN), Pandawa Lima (transformasi Perkumpulan Pejuang Bravo 5), serta banyak lagi yang sebagian, mati suri.

Mengingat bareng Pilbup/Pilwalkot, dukungan relawan Jokowi bagi kedua cagub-cawagub tersebut, terpantau linear dengan dukungan bagi cabup-cawabup, cawalkot-cawawalkot.

Posraya Indonesia misal, selain Mirza-Jihan, juga dukung Egi-Syaiful di Lampung Selatan.

BaraJP, selain pro Ardjuno, juga dukung duet Resmen Kadapi-Cik Raden di Way Kanan dan gerakan coblos kotak kosong Lampung Timur, atau berkemungkinan pro Dawam-Ketut andai pencalonan bisa lanjut pascaterbit Surat KPU RI Nomor 2038/PL.02.2-SD/06/2024 tarikh 11 September 2024 pasca-RDP Komisi II DPR, pemerintah, KPU, Bawaslu, dan DKPP RI, Selasa (10/9/2024).

Gibran Fans, selain ke Ardjuno, dukung paslon Reihana-Aryodhia di Bandarlampung. Meski, ada sejumlah lain, dukungannya terpecah.

“Untuk apa bang, meski bau-bau residu Pilpres, belum berkuasa aja dah sombong, di-WA entah kapan centang birunya (tidak kunjung dibaca, red), ya sulit kita. Hari gini, komunikasi data, komunikasi digital itu raja, ya kalau belum jadi aja sulit diajak komunikasi, gimana kedepannya. ‘Pungli’, rampung lali,” keluh seorang relawan Jokowi berbasis massa sembilan kabupaten, seputaran jibaku politik elektoral pihaknya kurun enam bulan terakhir.

Dukung mendukung kandidat Pilkada selain menantang, hal seru memang. Tetapi ‘pungli’

(rampung lali) dimaksud, juga cenayang. Telah banyak bukti, calon pemimpin daerah begitu menang terpilih terlantik, tak sedikit yang khilaf, lupa muasal, sok lupa sesiapa pun saja yang dulu berdarah-darah memenangkannya.

Sejarah Pilkada sejak 2005 muaranya ajarkan banyak hal, termasuk didalamnya pentingnya perikatan politik pemenangan dan sekaligus pengawalan jalannya pemerintahan pemimpin terpilih.

Sebab lidah tak bertulang, dan obat kecewa adalah cari pengganti kini niscaya cenderung, simpul massa politik -kebanyakan merupakan para tokoh informal yang hidup ditengah deru desah jerih payah perikehidupan rakyat, kini tak lagi asal dukung.

Fakta lain, urusan relasi kuasa hajat hidup orang banyak ini kini tak lagi melulu terpaut citra/imaji politik, atau sekadar soal ‘nomor piro wani piro’ (NPWP). Tetapi juga seberapa dalam –seberdalam, kemampuan alamiah kandidat Pilkada memenangkan hati ratusan ribu hingga jutaan jiwa rakyat calon pemilih, memantapkan preferensi dukungan hingga transformatif jadi pilihan politik di bilik TPS, calon pencoblosnya. Melalui, banyaknya simpul massa politik ini. (Muzzamil)

Pos terkait