Bongkar Post – Menyikapi Protes Guru, Ketua Yayasan Putra Jaya Mukti Angkat Bicara…

 

Mukti, Ketua Yayasan Putra Jaya

Bacaan Lainnya

Tulang Bawang,

Menyikapi protes dari sejumlah guru SDS Sidomulyo Kampung Sungai Nibung, terkait pengangkatan Gede Eko Anton Wisnawa sebagai Kepala sekolah SDS Sidomulyo, Ketua Yayasan Putra jaya Mukti angkat bicara.

Ketua Yayasan Putra Jaya Mukti, mengatakan bahwasanya Gede Eko Anton Wisnawa sudah layak diangkat sebagai Kepala sekolah, pasalnya yang bersangkutan sudah mengantongi ijazah S1 meskipun dia S1 nya Pertanian.

“Selain itu Gede Eko Anton Wisnawa dia juga sudah mengajarkan di SDS Sidomulyo dua setengah tahun artinya dia guru tetap di sekolahan tersebut.,” terang Mukti.

Lebih lanjut Mukti mengatakan bila bicara kewenangan pengangkatan Gede Eko Anton Wisnawa sebagai Kepala sekolah SDS Sidomulyo, dirinya sebagai ketua Yayasan sudah menerima penyerahan dari pihak Kampung/ Dusun Sungai Nibung sejak 2002 lalu, kemudian 2005 SDS Sidomulyo mendapatkan bantuan dana BOS semua menggunakan Legalitas Yayasan Putra Jaya.

“Dalam hal ini kenapa baru sekarang pihak dewan guru protes atas kebijakan yang di ambil ketua Yayasan Putra jaya, padahal sebelumnya ketua Yayasan sudah tiga kali mengangkat dan mengganti Kepala sekolah sejak SDS Sidomulyo di bawah naungan Yayasan Putra jaya.,” bebernya.

Masih kata Mukti dirinya selaku ketua Yayasan Putra jaya, tidak menghalangi atau pun melarang bila mana memang ke depannya SDS Sidomulyo akan menggunakan Legalitas Yayasan lain ( Lembaga Pendidikan Budi Luhur) seperti yang di ungkapkan dewan guru namun di lengkapi persyaratan nya jangan sampai nanti sudah pindah lembaga atau Yayasan lain tapi kelengkapan administrasi belum terpenuhi, kasihan anak- anak didik proses belajar mengajarnya terganggu.

“Perlu diketahui Yayasan Putra Jaya, sejak 2002 silam menaungi SDS Sidomulyo, tidak ada kepentingan hanya sebatas pengabdian saja, saya paham karna semua aset mulai dari tanah dan bangunan milik masyarakat setempat,selain itu pihak kepala sekolah yang mengelola keuangan yang notabene saya sendiri yang mengangkat nya tidak ada lebihnya , pasalnya saya selaku ketua Yayasan hanya di beri uang Rp 250.000 / bulan untuk uang admistrasi ke Dinas pendidikan dan keperluan lainnya.,” jelas Mukti.

Mukti menambah, dirinya berharap kepada semua pihak baik itu Dewan guru, perangkat Kampung Sungai Nibung agar bisa koordinasi dan persoalan pengangkatan Kepala sekolah SDS Sidomulyo dapat di selesaikan dengan jalan musyawarah tampa campur tangan pihak-pihak yang tidak berkompeten.

“Menurut saya biasa pro dan kontra dalam pengambilan kebijakan,namanya juga anak sama bapak , kira-kira begitu cek cok kecil pada akhirnya tetap duduk bareng dan di musyawarah kan kembali.,” pungkasnya.

Mukti berharap keputusan yang di ambil Yayasan bisa di pahami, mengingat sebelum saudara Junaedi pernah menjabat Kepala Sekolah SDS Sidomulyo dan itu lumayan lama, artinya di sini biar penyegaran dan gantian memimpin sekolah SDS Sidomulyo.

“Saya sebagai ketua Yayasan Putra jaya berharap dengan di angkatnya Gede Eko Anton Wisnawa sebagai Kepala Sekolah SDS Sidomulyo kedepannya ada perubahan, baik itu mutu pendidikan, pasilitas pendidikan dan bangunan sekolah jauh lebih terawat syukur-syukur kedepannya ada penambahan bangunan baru.,” tutup Mukti.

Sementara itu di beritakan sebelumnya, Guru SD Swasta Sidomulyo Tulang Bawang Tuntut Kepala Sekolah Mundur

Dewan guru SD Swasta Sidomulyo Kampung Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Provinsi Lampung sesalkan keputusan Ketua Yayasan Putra Jaya Darussalam yang mengangkat kepala sekolah secara sepihak, keputusan tersebut tidak berdasar karena tidak adanya keterikatan SDS Sidomulyo dengan Yayasan tersebut.

Pasalnya SDS Sidomulyo adalah sekolah yang didirikan oleh masyarakat Dusun Teluk Baru Kampung Sungai Nibung secara swadaya pada tahun 2001 dan tidak ada campur tangan atau aset apapun dari Yayasan Putra Jaya DS.

Junaedi salah seorang guru telah mengajar sekitar 25 tahun di sekolah tersebut menyatakan bahwa benar Sekolah tersebut didirikan oleh masyarakat Dusun Teluk Baru Kampung Sungai Nibung dan telah memiliki Yayasan atau lembaga tersendiri yaitu Lembaga Pendidikan Budi Luhur.

Dalam hal kami akan mengadukan ini ke Pihak Berwajib karena oknum kepala sekolah yang di angkat oleh ketua Yayasan Putra jaya mencairkan dana BOSP (Bantuan Operasional Satuan Pendidikan) tanpa persetujuan Lembaga yang resmi membawahi Sekolah.,”tegas Junaedi.

Lebih lanjut Junaedi menegaskan dewan guru dan masyarakat sebagai berdirinya sekolah ini tidak pernah menyerahkan atau menghibahkan sekolah ini ke Yayasan Putra Jaya DS, dan tidak ada wewenang Yayasan tersebut mengangkat kepala sekolah.

“Dalam hal ini Ketua Yayasan Putra jaya Pak Mukti belum pernah menerima hibah bangunan atau hak kuasa dalam pengelolaan Lembaga Yayasan Budi Luhur,baik dari Masyarakat langsung atau pun dari pihak Kampung Sungai Nibung.,” bebernya.

Selain masalah tersebut Kepala sekolah yang diangkat Ketua Yayasan Putra jaya tidak memenuhi syarat secara aturan misal belum S1 dan tidak masuk pada Dapodik atau Data Pokok Pendidikan dan masih berstatus Guru Tidak Tetap bukan Guru Tetap Yayasan.

“artinya dalam hal ini Ketua Yayasan saudara Mukti sudah salah dalam mengangkat Gede Eko Anton Wisnawa sebagai Kepala sekolah SDS Sidomulyo, Kemudian SDS Sidomulyo sudah memiliki badan hukum sendiri yakni Lembaga Yayasan Budi Luhur, atas dasar apa saudara Mukti mengajar kepala sekolah.,”jelas Junaedi.

Sampai berita ini di turunkan Ketua Yayasan Putra jaya tidak dapat dihubungi, saat di hubungi melalui WhatsApp Ketua Yayasan Putra jaya Mukti hp android tidak aktif.

(ris)

Pos terkait