Bongkar Post
Tulang Bawang,
Pemerintah Kampung Gunung Tapa Ilir, Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang, memperingati malam 1 Suro atau malam 1 Muharam 1446 Hijriah dengan mengadakan doa bersama dan ruat Kampung.

Malam 1 Suro merupakan malam yang menandai masuknya tahun baru kalender Jawa. Malam 1 Suro ini juga bertepatan dengan malam tanggal 1 Muharram dalam penanggalan Hijriah.
Malam satu Suro bukan hanya sekadar pergantian tahun, tetapi juga merupakan bagian penting dalam budaya Jawa. Masyarakat Jawa umumnya memperingati malam satu Suro dengan melakukan berbagai ritual yang telah menjadi tradisi.
Selesai mengadakan doa bersama Masyarakat gunung tapa Ilir di suguhkan pergelaran wayang kulit , Dengan Ki dalang Hd Purnomo Cerito ,unit 2 ,Lakon Semar Membangun Kayangan.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Pj tim penggerak PKK, Herlina Wati .SH , Camat Gedung Meneng Rohmad Susanto, Kapolsek Dente teladas , diwakili Ali , Kepada Kampung Gunung tapa Ilir Yudi Saputra beserta ketua tim penggerak PKK Kempung gunung tapa Ilir Polina.
Dalam sambutannya Pj Tim penggerak PKK Herlina Wati mengatakan,mengatakan pagelaran wayang ini merupakan sebuah kegiatan yang mempunyai makna yang sangat positif. Menurutnya di tengah arus modernisasi dan krisis identitas budaya warga Jawa terus mempertahankan budaya yang sebagian sudah mulai ditinggalkan.
“melalui pergelaran wayang kulit ini warga gunung tapa Ilir dapat memetik nilai-nilai positif dari cerita yang akan dibawakan oleh Ki dalang. “Mudah-mudahan pergelaran wayang kulit malam ini memberikan pesan moral yang positif, masyarakat gunung tapa Ilir makin guyub silaturahmi tetap terjalin.,”terangnya
Sementara itu Yudi Saputra Kepada Kampung Gunung tapa Ilir mengatakan ruat satu suro dan Wayang kulit ini tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur atas segala nikmat, nikmat kesehatan dan keselamatan yang diberikan Allah SWT .
“Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk lebih mempererat tali silaturahmi sekaligus sebagai media hiburan bagi warga Gunung tapa Ilir dan masyarakat Kecamatan Gedung Meneng yang senang menyaksikan pagelaran wayang kulit.,” tutup nya .(ris)







