Bongkar Post – Juli-Agustus Bulan B1KWK, PKS Kepincut, Ela: Dari Rahim Yang Sama, Tak Perlu Lama-lama

Bandar Lampung, BP

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai NasDem (Nasional Demokrat), mengusung capres-cawapres nomor urut 1 Anies Rasyid Baswedan – Ahmad Muhaimin Iskandar (AMIN) pada Pilpres yang lalu. Koalisi ini juga terjadi di Bumei Tuwah Bepadan, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim).

Bacaan Lainnya

Teranyar, PKS secara terbuka merilis deklarasi dukungan pencalonan plus pengusungan Ela Siti Nuryamah, politisi legislator hijabers PKB, Anggota DPR/MPR 2019–2024 dapil Lampung II dan kembali terpilih periode mendatang dapil Lampung I, sebagai bakal calon bupati (bacabup) Lamtim 2024–2029 Pilkada 2024.

Ketua DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim, sampai turut hadir khusus berpidato mewarta deklarasi dukungan tersebut, dalam agenda Silaturahmi Cakada Lamtim Bersama Ela Siti Nuryamah, di kantor DPD PKS Lamtim, Jl Raya Lintas Pantai Timur Sumatera (Jalinpatim), Desa Braja Asri, Kecamatan Way Jepara, Lamtim, pada Minggu (28/7/2024).

Berikut, informasi hangat bahwa rekomendasi pencalonan Ela Siti Nuryamah dari DPP PKS “sedang dalam perjalanan”. Dan Mufti bak mewakilkan keseluruhan sikap resmi PKS tersebut lewat baris pantun, politik, penutup.

“Makan sagu dicampur ketela, dikipas-kipas diatas tanah. Jangan ragu mendukung Mbak Ela, Insyaallah bisa pegang amanah. Pak Bambang di depan tugu, ceria dan tampan berbaju. Jangan bimbang dan jangan ragu, bersama Mbak Ela, Lamtim akan maju,” bunyi pantunnya yang disahuti riuh kata ‘cakep’ hadirin.

Jauh-jauh dari Bandarlampung, Mufti Salim didampingi Sekretaris DPW PKS Lampung Agus Kurniawan, dan bendahara DPW yang juga caleg terpilih DPRD Lampung dapil Lamtim Yusnadi turut semringah, begitu pun sahibul hajat Ketua DPD PKS Lamtim Muslih Haryono dan jajaran, beserta pengurus PKS Kecamatan se-Lamtim, demi menyambut kehadiran bacabup Ela dan rombongan.

Mengungkap sedianya dokumen fisik surat rekomendasi DPP PKS dimaksud sudah harus ikut bersama kehadirannya tersebut, kendati demikian meski urung alias tertunda, Mufti memastikan pilihan politik PKS jatuh ke Ela. PKS, kepincut.

“Hari ini kita menerima silaturahmi, sedianya saya akan menyerahkan SK Cakada (calon kepala daerah). Maka saya minta kelonggaran sehari (terhitung sejak) hari Ahad ini, karena untuk menyiapkan SK, tapi karena kesibukan Presiden PKS (di Jakarta), sampai tadi pagi sedang ada agenda di KPU.  Sampai tadi saya dalam perjalanan ke Lamtim ini, proses administrasinya belum selesai. Tetapi kita pastikan secara organisasi SK Cakada Lamtim tidak akan berubah dari Mbak Ela,” beber dia.

Untuk lebih meyakinkan, Mufti, pria berjuluk ‘santri parlemen’, alumni Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Sendang Agung, MTs Al Mualimin, Madrasah Aliyah Yayasan Ali Maksum Krapyak Yogyakarta, S1 Universitas Islam Madinah Arab Saudi, dan Master of Art Universitas Kebangsaan Malaysia, kampus dia kali pertama mengenal PKS, 2001 silam ini bercerita, proses terbit rekomendasi tersebut telah melalui mekanisme organisasi partainya.

Termasuk, menseleksi dua nama cakada Lamtim usulan DPW Lampung ke DPP PKS.

“Siang hari ini saya hadir bersama (kami) KSB (ketua, sekretaris, bendahara) DPW PKS untuk memastikan Pilkada Lamtim berjalan maksimal. Singkat cerita satu bulan lalu, saya komunikasi dengan Ketua DPD PKS (Lamtim) termasuk calon bupati, Insyaallah Lamtim akan lebih baik tahun mendatang. Setelah berkomunikasi dengan calon bupati baik di DPW dan DPD, kita usulkan dua nama ke DPP, DPP sudah meminta keterangan kepada saya, terkait nama yang dinaikkan,” ungkap dia.

Mengerucut membulat, “Kemudian setelah dibahas, tanggal 24 Juli Majelis Syuro PKS memutuskan calon bupati Lamtim adalah ibu Hajah Ela Siti Nuryamah,” info penting politisi 48 tahun kelahiran Sendang Agung, Kalirejo, Lampung Tengah, 28 Agustus 1975 itu

“Jadi perintah per 24 Juli sudah diketok, dalam partai kita– PKS, kita adalah partai kader, partai yang memahami bagaimana keputusan pimpinan. Insyaallah kesiapan memenangkan Mbak Ela sebagai bupati, Insyaallah dalam mode on,” lugas dia.

Peniti karir politik; dua periode anggota DPRD Lampung Tengah (Lamteng) 2004-2014 (periode kedua Wakil Ketua) didalamnya selain Ketua DPD PKS Lamteng aktif sebagai anggota Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), pengurus Komda ICMI dan Dewan Pendidikan setempat 2006-2010, dan Ketua Bidang Kaderisasi PKS Lampung 2010-2015.

Lalu, Anggota DPRD Lampung 2014-2019 dapil Lamteng, Ketua Umum DPW PKS Lampung 2015-kini, anggota MUI Lampung 2016-2018 dan Dewan Pendidikan Provinsi Lampung 2016-2020. Periode kedua terpilih DPRD Lampung 2019-2024, Mufti mundur -maju Pilbup Lamteng 2020 nun kalah, urung terpilih anggota DPR RI dapil Lampung II Pileg 2024 lalu, kini digadang jadi bacawagub PKS.

Kendati pantun Mufti tak berbalas, bacabup Lamtim sekaligus bacabup PKB kedua di sini latar perempuan, Ela Siti Nuryamah, buka sejarah. PKS dan PKB, lahir dari rahim reformasi 1998, lugas Ela. Rahim yang sama.

Dari itu, “Makanya tidak perlu berlama-lama menyatukan visi misi, secara chemistry sudah sama, orang yang lahir di waktu yang sama, berarti punya nalar dan gagasan yang sama, lahirnya reformasi menandakan launchingnya kader perubahan dari tokoh PKS dan PKB sebagai tokoh penentu waktu itu,” ujar Teh Ela, sapaan karib pekacamata kelahiran Kota Tasikmalaya ini, menyatakan PKB siap untuk berkolaborasi bersama PKS di Pilkada nanti.

Olah data, dukungan PKS bakal perkuat barisan bakal gabungan parpol pengusung Ela setelah PKB, Partai Gerindra, dan Partai NasDem, bukukan rekor modal 30 kursi dari total 50 kursi DPRD setempat.

Berstatus penguasa eksekutif 2021-2025, sebelumnya PKB sukses rontokkan kejayaan PDI Perjuangan, parpol pemenang Pileg 2019 di Lamtim. PKB meraup 12 kursi Pileg 2024, naik 4 kursi dari 2019, disusul Gerindra 8 kursi naik 2 kursi dari 2019, NasDem 7 kursi turun 1 kursi dari 2019, PKS sendiri 3 kursi turun 2 kursi dari 2019.

Pengingat, keok di dapil 2 dan 5, 2019 lalu PKS mendudukkan Nur Fauzan dapil 1 peraih 2.021 suara, Muslih Haryono dapil 3 peraup 3.141 suara, Teguh Suyatman dapil 4 perengkuh 3.494 suara, satu-satunya aleg perempuan Siti Bari’ah dapil 6 perebut 3.093 suara, Awal Riyadi dapil 7 pendulang 992 suara.

Konstelasi one day election Pileg-Pilpres lalu yang ceunah praktis buat konfigurasi produk politiknya pun berubah drastis, bagi PKS di Lamtim terbukti dimana selain tetap minus caleg terpilih DPRD 2024–2029 di dapil 2 (Labuhan Maringgai, Bandar Sribhawono, Melinting, alokasi 7 kursi); dan dapil 5 (Marga Tiga, Sekampung Udik, Waway Karya, alokasi 8 kursi).

PKS –notabene peraih 6 kursi Pileg 2009, idem PKB sesama peraih 7 kursi 2014 dan keduanya tiga besar kursi terbanyak setelah PDI Perjuangan (9 kursi), kini juga harus menelan pil pahit, kehilangan kursi di dapil 3 (Way Jepara, Mataram Baru, Labuhan Ratu, Braja Selebah, alokasi 7 kursi); dan dapil 4 (Jabung, Gunung Pelindung, Pasir Sakti, Marga Sekampung, alokasi 7 kursi).

Raihan 3 kursi mendatang, ditorehkan aleg terpilih pendatang baru dapil 1 Sukadana, Purbolinggo, Bumiagung, Way Bungur, alokasi 8 kursi) Yudhistira Harry Wibowo Adji dengan 3.840 suara, petahana perempuan dapil 6 (Sekampung, Batanghari, Metro Kibang, alokasi 7 kursi) Siti Bari’ah 4.779 suara, dan pendatang baru dapil 7 (Pekalongan, Raman Utara, Batanghari Nuban, alokasi 6 kursi) Ismu Prayitno dengan 2.903 suara.

Pada Pilbup 2020, PKS jua Gerindra berkoalisi dengan petahana PDI Perjuangan (17 kursi) usung duet petahana bupati Zaiful Bokhari dan kader Golkar (kini di Gerindra) eks Presiden BEM KBM Unila Sudibyo meraih 202.392 suara setara 38,1 persen, kalah tipis 1,6 persen dari duet penantang M Dawam Rahardjo-Azwar Hadi (DADI) usungan trio PKB, Partai Golkar, PAN (16 kursi), dengan raihan 210.732 suara (39,7 persen).

Duet penantang lainnya usungan NasDem – Demokrat (14 kursi), Yusran Amirullah-Benny Kisworo harus puas di tempat ketiga dengan 118.086 suara setara 22,2 persen.

Kali ini, PKS, NasDem, Gerindra, satu dayung satu perahu bareng PKB, naga-naganya Golkar juga (8 kursi), usung Ela. Jika koalisi ini kelak fixed hingga masa pendaftaran paslon ke KPU setempat 27-29 Agustus mendatang, praktis tersisa tinggal PDI Perjuangan (8 kursi) Partai Demokrat (3 kursi), dan PAN (1 kursi).

Jika beberapa hari kedepan, bacabup atau sudah berikut sepaket bacabup-bacawabup Lamtim termasuk batch pertama antrean nama bakal calon kepala daerah diusung yang akan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai pembuka pandora umumkan, saat bersamaan Demokrat-PAN sekompak kontan merapat, maka publik politik, aktivis politik, dan calon rakyat pemilih Pilkada Lamtim bisa sedikit bernapas lega.

Pilbup Lamtim 2024 bisa terselamatkan dari alarm tanda bahaya demokrasi, dari bayang cenayang krisis kepemimpinan politik daerah, dari kekuatiran meluas kecondongan Pilkada lawan kotak kosong. (Muzzamil)

Pos terkait