Bandar Lampung, BP
Di usia yang terbilang sangat muda, pasangan Rahmat Mirzani Djausal – Jihan Nurlela, mungkin dinilai minim pengalaman di pemerintahan, apabila mereka terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung periode 2024 – 2029 mendatang. Namun hal itu tidak menjadi penghalang buat keduanya untuk tetap maju dan berpasangan mengikuti kontestasi Pilgub Lampung.
Fenomena kotak kosong yang nyaris terjadi pada Pilgub Lampung tahun ini, hanya menyisakan PDIP dengan mengusung pasangan Arinal – Sutono, sementara partai lainnya diborong pasangan Rahmat Mirzani Djausal – Jihan Nurlela.
Apakata Ir. Nerozely Koenang, Ketua Laskar Lampung Indonesia (LLI) Provinsi Lampung, soal Sang Cagub Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (RMD), yang akrab disapa Iyay Mirza.
“Mirza itu orangnya baik, santun,” begitu ucap Nero, yang kerap disapa Panglima, politisi Partai Demokrat yang khas dengan tagline “ok, ok”.
Dikatakan, dengan menangnya Prabowo menjadi Presiden serta kemenangan Partai Gerindra di Lampung, Mirza pantas untuk mencalonkan diri menjadi calon gubernur.
“Ya saya pikir, Mirza sebagai Ketua Partai Gerindra, pantas nyalon gub,” kata pria paruh baya yang kental dengan logat cadel “R” nya ini.
Menurutnya, ketika Mirza – Jihan mendapat kesempatan untuk memimpin Lampung, dengan segala persoalan yang dihadapi daerah, maka harus ada tim yang solid.
“Mereka kan nanti akan ada tim ahli, hal ini harus dibicarakan (bagaimana menyelesaikan persoalan, red),” tandas Nero yang juga pernah menduduki kursi Legislatif di DPRD setempat.
Bagaimana membangun Lampung ke depan agar lebih maju dan berkembang?
“Yang utama adalah niat, nawaitu nya, harus baik,” ungkap adik ipar Dang Ike, mantan Kapolda Lampung.
“Dari niat mereka berdua (Mirza – Jihan, red) memulainya, kalau niat baik hasilnya pasti baik,” tutup Nero. (tk)







