Bongkar Post – Hobi ke Hoki, UMKM Gendis Ayu Jahe Tulang Bawang Barat di Herb Euphoria Fest 2024

Founder/CEO UMKM Gendis Ayu Jahe, Ponco Eriyanto beserta putranya di pojok foto Bazar UMKM untuk Indonesia “Herb Euphoria Fest”, Grand Floor Sarinah, Jakarta, 20 Juni 2024 lalu. | Kolase Grid Art/dokpri/Muzzamil

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

BANDARLAMPUNG – Tiga warsa ikutan ‘monitor jauh’ pendar aura positifnya, sejak tahun kedua situasi kahar, saat pagebluk COVID-19 varian Delta lagi ganas-ganasnya, baru pada keikutsertaan pelaku usaha mikro kuliner rempah botanikal berbasis di Jl Ratu Pengadilan 008 RT 32 RK 8 Tiyuh (Desa) Karta Raharja, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) ini di momen Jakarta 21-23 Juni lalu lanjut 27-30 Juni di Bali dia ikuti, reportase ini lahir.

Secara kuantitas, keikutsertaannya berkat didapuk BUMN skuad Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) ini, senada sebelumnya dalam taja berbau-bau stan, tenant, displai, dan etalase: bazar, eksibisi, gathering, mau pun pameran, keikutsertaan buah pencapaian kiprah dia, kali kesekian.

Seperti banyak terdengar, keikutsertaan demi keikutsertaannya lebih jamak undang decak kagum, menakjubi pun sekadar kesan dalam hati, “kok mau ya” pemiliknya yang berparas cukup tampan, se-telaten itu menyibukkan diri dengan ragam seluk beluk ramu-ramuan.

Padahal pula, kesemuanya dan seluruh proses kreatif yang per kini telah dijalaninya, semata berawal dari sebuah kegemaran.

Hobi? Ya, tetapi bukan sembarang hobi, yang selain menjadi pundi ‘cuan’ efek bola saljunya kemudian, namun kini juga telah menjadi kran ladang pahalanya lantaran relatif telah lebih leluasa lapang sehingga dapat senyamannya untuk lebih kerap berbagi pengalaman dan pengetahuan, mendiseminasi informasi juga sharing session barang kelumit kisah sukses dan praktik baik lelakonnya ke khalayak ramai.

Seperti disebut, berparas cukup tampan tadi, sayangnya bagi para jomblowati dipersilakan gigit jari lantaran dia telah berkeluarga ini, pria berpembawaan tenang, santun, supel, sederhana dan cerdas kognisi, cerdas afeksi, dan workaholic ini, trengginas motorik, dulu hobi betul bercocok tanam. Sebelum tahun Pemilu kala itu 2019. Dan, minum ramuan jahe.

Sadar lahan pertanian di kampung halaman sedemikian subur makmur nan gemah ripah lohjinawi tata tenterem karta raharja, atau kasar omong dengan meminjam istilah lirik lagu Koes Plus: “orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman”; Ponco Eriyanto, paras tampan dimaksud itu, beringsut, bangkit hingga kelak kini dititipi jalan Tuhan menjadi driving force, penggerak.

Ponco 2019, tak gembar gembor sini sana nun memulai dengan coba berbudidaya tanaman rempah jahe merah atau nama Latin Zingiber officinale var rubrum rhizoma yang masyhur bercita rasa khas pedas ini, seterusnya mengembangkan usaha bisnisnya, perlahan.

Dari berani memulai, mencoba demi setapak, diperolehnyalah satu titian berikutnya titian.

Sebagai ‘pacar pertama’ sang buah hati, nama sang putri kelak kini terbukti bawa hoki. Dibesut jadi jenama produk.

“Gendis Ayu Jahe, saya ambil dari nama anak pertama saya, Gendis. Gendis, artinya gula. Gula kan pasti manis. Berharap usaha kami akan berbuah manis sebagaimana nama produknya,” kisah Ponco WhatsApp 081310637181 ini, kepada jurnalis Lampung Post Adi Sunaryo, 24 April 2024, dikutip.

Diketahui, jahe merah, tanaman rimpang yang memiliki kandungan utama zat gingerol dan shogaol, dua senyawa yang berperan aktif sebagai antioksidan, berguna sebagai bumbu penyedap atau bahan tambahan masakan, dapat diolah menjadi minuman tradisional semisal di Indonesia khususnya Jawa yaitu wedang jahe, untuk menghangatkan badan.

Jahe warna merah muda sedikit kecokelatan bagian dalamnya, juga lebih tipis kulit luarnya (tampak luar sekilas mirip lengkuas merah) ini notabene jenis jahe yang banyak digunakan.

Secara komposisi, jahe merah salah satu jenis tanaman herbal berciri khas akar berbentuk rumpun dan daging bewarna merah muda, memiliki komponen utama karbohidrat sekitar 50-70 persen, dan lemak sekitar 3-8 persen.

Lalu terpenoid (zingiberene, beta-bisabolene, alpha-farnesene, beta-sesquiphellandrene, alpha-curcumene), antioksidan fenolik yakni berupa gingerol, paradol, dan shogaol. Serta mengandung senyawa penting lain termasuk zingerol, capsaicin, cineole, caprylic acid, aspartic, linolenic acid, dan gingerdione.

Jahe merah kaya vitamin B2, B3, B6, dan B9, kaya kandungan mineral penting termasuk kalium, zat besi, fosfor, zink, dan magnesium.

Asal tahu, aroma khas jahe merah ternyata muncul dari campuran minyak atsiri, shogaol, dan gingerol. Menariknya, kandungan minyak atsiri dalam jahe merah lebih tinggi ketimbang jahe putih biasa. Lebih pedas juga rasanya. Jahe putih lebih umum sebagai bumbu menu Asia. Meski sedikit beda, faedah kesehatan si merah dan si putih, konon kurang lebih sama.

Belum “ngeh” bakal lucky lantaran hobi lantas serbaneka ide kreatif di kepala sulit dipasung hingga tunai tereksekusi pecah di kaki, dan sekali lagi, kelak kini terbukti hoki, sejak mula Ponco memulai telah pula menggarisbawahi, Gendis Ayu Jahe meyakini rempah-rempah lokal menjadi salah satu keunggulan masakan Indonesia yang juga berfungsi sebagai bahan sehat penunjang kesejahteraan masyarakat.

“Usaha kecil-kecilan ini didirikan tahun 2019, fokus pada produksi minuman bubuk botani yang terbuat dari bahan-bahan alami lokal, diolah secara tradisional oleh tangan-tangan terampil petani dan masyarakat sekitar.”

Di Tiyuh Karta Raharja, desa Ponco tinggal. Meletak 25 kilo sekira 45 menit dari kantor bupati setempat, bilangan Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Dari situ, menjangkaunya bisa dengan melintasi jalan arah Tugu Empat Marga hingga lewati Simpang 3 Panaragan, Rumah Dinas Sekretaris Daerah, RSUD, BPBD, Taman Kota, Auditorium Kesenian Tulang Bawang Barat, mentok Tugu Rato Nago Besanding belok.

Melewati Islamic Center, Masjid At-Takwa, Hotel Jasa Prima, BPS, Gereja GKSBS Imanuel lalu Jembatan Way Tuni mentok Pasar Pulung Kencana belok kanan mentok setelah Masjid Miftahul Ulum, belok Jl Ratu Pengadilan lurus melewati Lapangan Desa dan gerai waralaba, tiba simpang empat dekat SDN 1 belok kanan maju dikit nanti tiba di lokasi, kiri jalan.

Lima tahun jibaku selaku produsen minuman serbuk jahe merah berkomposisi jahe merah, gula, serai, cengkeh, dan kayu manis; Ponco antara lain melahirkan jenis produk minuman botanikal Serbuk Jahe Merah ukuran 20 gram harga Rp4.000, Serbuk Jahe Merah 100 gram harga Rp20 ribu, Serbuk Jahe Merah 250 gram harga Rp35 ribu, dan Serbuk Jahe Merah Gula Aren 250 gram harga Rp40 ribu.

Selain telah masuk jajaran pelaku UMKM produsen minuman serbuk rempah jahe merah ngetop naik kelas, Gendis Ayu Jahe turut dikenal terus bersetia mengembangkan kegiatan edukatif kebun, semisal outing class siswa siswi TK-SMP dan SMA/SMK, inisiatif gerakan cinta rempah dan cegah stunting.

Selain pula, bermitra dengan kelompok tani lokal pensuplai bahan bakunya. “Semoga bisa terus bergerak dan berdampak,” asa Ponco, di menu Ulasan aplikasi raksasa peta digital.

“Tempat yang ramah anak. Dan produk yang enak berkualitas,” ulas Winarto Santosa, dua tahun lalu, di menu yang sama.

Teranyar demi turut bikin Peringatan Hari Jamu 2024 menggebyar, Ponco menggelar mini seminar wirausaha bertema “Sehatkan Negeri Bersama Jamu”, digenapi performansi jejaring lewat bazar UMKM, pentas seni solo dan klasik, dan stand up comedy, di Kebun Edukasi Gendis Ayu Jahe, 25 Mei 2024 lalu.

Dia abdikan taja, sebagai media perkenalkan budaya Lampung dan melestarikan jamu di kalangan warga. Bazar disesaki displai produk UMKM dari komunitas Kelompok Wanita Tani (KWT) mitra rantai pasok Gendis Ayu Jahe.

Pentas seni, stand up comedy, diikuti oleh siswa-siswi SMA dan Forum Anak Daerah Kabupaten Tubaba. Tujuannya ujar dia, ingin memberi kesempatan menampilkan bakat dan kreativitas, melatih mental, menggali potensi.

“Dengan acara ini saya berharap jadi ladang edukasi bagi seluruh pengunjung, siswa pun masyarakat. Ini bukan tentang perkebunan jahe saja, saya hadirkan juga edukasi menapis, demo meracik jamu dipandu guru penggerak, banyak lagi,” ujar dia disela even dihadiri utusan OPD Pemkab Tubaba, Camat Tulang Bawang Udik, Kepalo Tiyuh se-Tulang Bawang Udik, komunitas KWT dan pelajar SMA se-Tubaba, Tim Guru Penggerak, HIPMI Tubaba, BPOM Bandarlampung, BKKBN Perwakilan Lampung, pelaku usaha jamu dan UMKM se-Lampung, kreator konten, lainnya.

Kepalo Tiyuh Karta Raharja, Bandarudin, bertekad menjadikan KWT Tiyuh-nya dapat menggawangi UMKM setempat khususnya sebagai penyedia pasokan bahan rempah yang dibutuhkan Gendis Ayu.

Kebun Edukasi Gendis Ayu Jahe kedatangan pula Muslimat NU dan Pengurus Ranting NU Tiyuh Candra Mukti, Tulang Bawang Udik, dipimpin Gustin Surya Jaya Rades, 26 Mei 2024. Kunjungan studi tiru ini merangsang tumbuhnya semangat berusaha melalui wadah UMKM rempah guna kesejahteraan masyarakat khususnya kaum perempuan.

Dengan inovasi produknya, Gendis Ayu Jahe terus mempromosikan rempah lokal kepada generasi muda guna menumbuhkan kecintaan atas cita rasa rempah Indonesia. Produknya, antara lain olahan jahe merah dan mocaf, diformulasi cermat, dikemas higienis, demi menunjang kesehatan masyarakat luas.

Semirip kendala umum UMKM bertumbuh lainnya dengan beda sini sana besaran skala prioritas peretasan bentang kendalanya, pun Ponco juga sesabar itu menempa diri, belajar berlatih bagaimana demi berstatus terampil, misal soal seputaran sekitaran problematika pengemasan dan pemasaran.

Ya manajemen ya manajerial, tata laksana tata kelola, ya metodologi ya strategi misal terkait pemasaran hingga taraf go digital, tekun dia ikuti. Ponco tahan jauh-jauh demi bisa ikut pelatihan pengembangan usaha taja BRI di Rumah Kreatif BUMN, Bakauheni, Lampung Selatan, sekian tahun silam. Termasuk, yang membekas baginya, bagaimana dia beroleh insight baru, perkasanya digital marketing.

Terus belajar seturut praktikkannya, per kini, sedikitnya Ponco telah menjelma menjadi sosiopreneur penggerak pemberdaya.

Salah satu kata kunci sukses Ponco, tak lain cermat jeli bangun dan kembangkan jejaring -berjejaring, hulu hilir bisnisnya. Bersamaan agregat, piawai pula berjejaring sosial.

Mitra binaan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tubaba ini, antara lain terhimpun Sistem Pendaftaran Informasi dan Evaluasi Inkubasi (SIPENSI) Kemenkop UKM bidang usaha makanan dan minuman klasifikasi agribisnis, hasil masa inkubasi 20 Juli-28 Desember 2020.

Sebagai entitas ekonomi pendukung apapun bunyi terobosan, bebunyian inovasi kebijakan berwatak pemberdayaan, dan melihatnya lebih sebagai ikhtiar pemuliaan, seturut, Gendis Ayu Jahe juga terhimpun lokapasar Gallery sIKaM, galeri virtual produk industri kecil menengah (IKM) Lampung buah iktikad Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung via inisiasi dan fasilitasi teknis Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat.

Sebagai informasi, Disperindag Lampung meluncurkan Gallery sIKaM, platform aplikasi digital berbasis situs web sebagai galeri virtual produk IKM di Lampung, bebas akses kapan pun dimana pun oleh siapa pun.

Misinya mendukung kemajuan pelaku usaha khususnya IKM di Lampung, memperluas publikasi, meningkatkan pemasaran produk, sekaligus sebagai database (basis data), mempertemukan IKM dengan konsumen untuk meningkatkan penjualan produk.

“Database akan dimanfaatkan bagi instansi Pemprov Lampung dalam penyusunan kebijakan, pembinaan, fasilitasi dan pendampingan bagi IKM/UKM yang membutuhkan,” terang Kadisperindag Lampung saat itu Elvira Umihanni, pekan pertama Agustus 2022.

Seperti Gendis Ayu Jahe ikuti, IKM pendaftar wajib isi 18 data primer dashboard Registrasi galleryikm-disperindaglampungprov.go.id ini, saat login.

Yakni, Nama Pemilik, Nama Usaha, Nama Perusahaan, Deskripsi Usaha, Nomor Induk Berusaha (NIB), Nomor WhatsApp, Merek, Nomor Sertifikasi Halal, Nomor Standar Nasional Indonesia (SNI), P-IRT, Merek Dagang/BPOM, HACPP, Kategori Usaha, Nama Kabupaten/Kota, Nama Kecamatan, Nama Desa/Kelurahan, Alamat, dan katakunci.

Tak melihat Gallery sIKaM hadir sebatas ujud bakal lokapasar mini belaka, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Lampung, Ary Meizari Alfian, saat itu komentarnya menyebut 3 hal.

Pertama, galeri itu juga cikal bakal keranjang ekosistem. “Ini contoh simbiosis mutualisme Pemprov Lampung selaku regulator dengan IKM/UMKM, dunia usaha dunia industri, dunia kerja, BUMN/swasta, koperasi, dan pemangku lainnya di Lampung,” sebut Ary.

Kedua, hadirnya galeri juga senapas eksekusi program kerja termasuk baurannya dengan program vokasi industri, ekonomi digital, pariwisata, ekonomi kreatif, dan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemendikbudristek.

Ketiga, kehadiran Gallery sIKaM dapat pula diperformansi demi memperkuat bentang kendali, memperluas rentang kendali, dan pertajam-kokohkan ruang kendali strategi program digitalisasi UMKM-IKM Lampung.

“Bentang kendali di awal pasti ada perkuatan interaksi aktor satu sektor misal fesyen, kriya, kuliner, wastra. Disusul pertukaran informasi, saling bela saling beli produk, saling getok tular, perkuatan jejaring rantai pasok, perluasan jejaring pasar UMKM-IKM satu klaster. Tanpa sadar, rentang kendali meluas. Konsumen antara (reseller), konsumen akhir bertambah, di ujung ruang kendali digitalisasi akan muncul forecasting,” ulas Ary.

Sehingga, mau tak mau bakal ada kompetisi kreatif antar UMKM-IKM terhimpun kelak, guna saling berlomba dalam kebaikan dalam balutan sinergi kolaborasi, saling berupaya mendigitalisasi seluruh proses hulu-hilir bisnisnya.

“Jadilah ekosistem. Apalagi ada intervensi regulator disitu. Gallery sIKaM keranjang eksistingnya. Negara hadir. Terbaru UMKM-IKM bukan cuma dituntun masuk ekosistem digital, Go Digital, melek digital, terdigitasi terdigitalisasi aja. Tapi juga dituntut kecepatan zaman harus jadi raja ratu digital, tuan di negeri sendiri, bangga buatan sendiri, maka ada Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia,” ujar inisiator program APINDO Lampung UMKM Merdeka yang lantas diadopsi jadi program nasional APINDO, diluncurkan Agustus 2023.

Gendis Ayu Jahe, kebetulan juga salah satu anggota Bidang UMKM-IKM DPP APINDO Lampung.

Termasuk velocity cipratan energi positifnya turut Gendis Ayu Jahe rasakan, kesigapan Disperindag Lampung mencicil perluasan cakupan seiring tumbuh kembang dipertajam jamaknya peningkatan profiling fasilitasi, grafik trafik pendampingan oleh institusi pemerintahan, DUDI, dunia kerja, badan usaha, perguruan tinggi, kelas menengah, entitas masyarakat sipil (LSM/LPSM/Ormas/OKP/parpol) di Lampung terhadap pelaku usaha ultramikro minimikro, UMKM-IKM, koperasi, korporasi pertanian; yang kategori upscaling upgrading-nya klaster anggota, mitra binaan, pun artisan (local champion).

Menilik data terhimpun, mengacu data Kemenkop UKM, dari 398.034 produk tertayang di e-Katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) per Juli 2022, katalog lokal terinput kala itu baru 48.800 produk.

Padahal, mendasari keterangan Staf Ahli Menkop UKM Bidang Produktivitas dan Daya Saing, Julius [Rakor Mensukseskan Gernas BBI Menuju 1 Juta Produk UMKM, 4 Juli 2022], butuh serapan super ekstra termasuk yang dikontribusi dari partisipasi pemda demi untuk segera berkemampuan mengejar target itu, sesuai arahan direktif Presiden Joko Widodo melalui Instruksi Presiden (Inpres) 2/2022: Kementerian/Lembaga dan Pemda wajib meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, sesuai peran masing-masing.

Sehingga, dari masih rendahnya serapan katalog lokal ini, pemerintah menugaskan antaranya kepada pemda untuk: memainkan peran aktif dalam pendampingan UMKM-IKM daerahnya guna masuk e-katalog lokal. Dan, segera mengelola katalog lokal dan mengisi produk sediaan LKPP dengan target 1.000 produk per daerah.

Pun seperti terang Julius, ada embel-embel punishment bagi kementerian/lembaga dan pemda yang tak gapai target pemanfaatan produk dalam negeri minimal 40 persen.

Merujuk himpunan data relevan tersebut, forecasting outlook Ketua APINDO Lampung Ary Meizari, Kadisperindag Lampung saat itu Elvira Umihanni, kini masih relevan demi tak menyebutnya sahih, jadi kredit poin rasional.

 

Digaet Bank Mandiri, Gendis Ayu Jahe Ikut Ini

Rezeki anak gadis, Gendis Ayu Jahe terpilih sebagai satu dari 90 UMKM binaan 5 BUMN penyelenggara, peserta Bazar UMKM untuk Indonesia 2024 tajuk Festival Jelajah Kuliner Nusantara 2024 bertema raya herbal khas Nusantara “Herb Euphoria Fest 2024”, sukses helat di Sarinah, MH Thamrin 11 Menteng, Jakarta Pusat, Kamis-Minggu, 20–23 Juni 2024.

Lanjut beda lokasi, usai sukses di tiga kota: Medan, Bandung, Jakarta; dari 13 rencana agenda di 8 kota (yang belum Balikpapan, Jayapura, Makassar, dan Labuan Bajo); kini tengah hadir di Living World Denpasar, Bali, 27–30 Juni 2024.

Beda tahun sebelumnya, Bazar UMKM Untuk Indonesia 2024 dihelat tematik lebih menarik. Melanjutkan sukses taja KAWFEST 2024 di Sarinah Jakarta Mei lalu, Kementerian BUMN usung Bazar UMKM Untuk Indonesia kali ini beserta lima BUMN skuad pendukung: Adhi Karya, Bank Mandiri, Pelindo, Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Perhutani.

Digaet Bank Mandiri, Gendis Ayu Jahe tampil bareng 89 UMKM peserta se-Indonesia dengan lebih dari 100 jenis produk olahan herbal, jamu, aromaterapi, makanan minuman, beauty and wellness, juga produk fesyen ramah lingkungan (eco print) dan kerajinan berbasis bahan alami dikemas memikat.

Hari pertama pembukaan festival di Sarinah Kamis (20/6/2024) lalu, pengunjung Sarinah disuguhi Pawai Herbal Nusantara. Dilanjutkan pembukaan Herb Euphoria Fest, ditandai penabuhan alu dan lesung oleh Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Loto Srinaita Ginting, perwakilan BUMN penyelenggara, serta Kadisperindag, Koperasi UMKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo.

Pidato pembuka Loto Srinaita Ginting bilang, Bazar UMKM untuk Indonesia merupakan ujud nyata komitmen Kementerian BUMN bersama perusahaan BUMN dukung pengembangan UMKM, khususnya UMKM binaan BUMN yang bergerak dalam usaha herbal khas Nusantara, terutama dalam upaya perluasan produk.

“Kegiatan diharapkan dapat memberi edukasi soal kekayaan herbal Nusantara, mendorong gaya hidup sehat alami khususnya pada generasi muda Indonesia, dan mendorong pertumbuhan ekonomi termasuk di daerah.”

Hadir, Komisaris Bank Mandiri Loeke Larasati Agoestina beserta SVP Hendrianto Setiawan, Komisaris Utama Pelindo Agus Suhartono beserta Direktur SDM & Umum Ihsanuddin Usman, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Perum Perhutani Dewi Fitrianingrum, Corporate Secretary Adhi Karya Rozi Sparta, EVP Pengembangan dan Jasa Manajemen PNM Razaq Manan Ahmad.

Berpidato mewakili BUMN penyelenggara, Ihsanuddin Usman mengaku turut berbangga bisa terlibat penyelenggaraan Herb Euphoria Fest 2024 sebagai bentuk dukungan BUMN dalam program pengembangan UMKM.

“Herb Euphoria Fest dipilih sebagai tema Bazar UMKM karena produk herbal memiliki pasar sangat besar dan Indonesia sebagai negara tropis memiliki sumber daya alam dan budaya pengelolaan herbal luar biasa, yang berkontribusi besar terhadap keberagaman produk UMKM lokal. Sebagai anak bangsa, kita harus dukung Herb Euphoria Festival,” tutur Ihsanuddin.

Selain bazar, tangkai acara banjir pengunjung lainnya yakni Herbs Talkshow tema “Evolusi Rasa dan Kemasan Jamu dari Berbagai Merk” dan “Herb & Spices to Reboost Your Business” dinarasumberi pakar herbal.

Di Creative Workshop “Meracik Jamu Khas Nusantara” narasumber founder Suwe Ora Jamu, Nova Dewi; dan “Donut Herbal Rasa Nusantara” pemateri Founder Herbsays, Dwipuspita Pangastuti, peserta teregistrasi beroleh pembelajaran seru, seseru acaranya.

Ada kompetisi meracik jamu dan acara lain yang pengunjung gratis nikmati, yaitu Pawai Herbal, Business Consulting, serta Wellness Program yaitu Free Flow Jamu dan Massage Corner. Bazar ditutup penampilan grup RAN.

Lanjut Bazar Bali kini, hadirkan artis lokal Meiska Adinda, Jun Bintang, Tika Pagraky. Herb Euphoria Fest gratis untuk umum pukul 10.00-22.00 WIB. Informasi dan agenda, bisa stalking lewat Instagram @herbphoria.fest.

Gendis Ayu Jahe kini bukan sekadar serbuk. Bareng Ponco, kini ia adalah duta. (Muzzamil)

Pos terkait