(Foto: Istimewa)
Bongkar Post
Bandar Lampung,
Kepala Stasiun TVRI Lampung, Herly Marjoni, S.Sos yang telah memimpin selama 2 tahun 3 bulan (terhitung 15 April 2021 sampai dengan sekarang) telah melakukan banyak hal terkait program untuk menaikkan level TVRI di kancah nasional.
Seperti yang dijelaskan oleh Herly pada saat konferensi pers di Hotel Novotel pada hari Jumat, 7 Juli 2023, dihadapan para awak media, dengan mengusung slogan 1 Negeri 1 Frame.
Slogan tersebut di dukung program kolaborasi & awareness, pendirian studio/stasiun pemancar di beberapa titik strategis Propinsi Lampung, telah mampu meningkatkan kualitas siaran dan daya jangkau secara nasional bahkan internasional di bidang pertanian, pendidikan, ekonomi & bisnis (UMKM), serta pariwisata.

“Dengan Sumber Daya Manusia (10 kontributor), TVRI Lampung mampu memaksimalkan semua potensi berita lokal dengan program unggulan dan pengembangan, misalnya awareness & kolaborasi, UMKM, menggalang kerjasama sebagai mitra pemerintah Propinsi dan Kabupaten/Kota dalam bentuk KPPS & PNBP, termasuk refleksi akhir tahun bersama Gubernur Lampung,” pungkasnya.
Menjawab pertanyaan media tentang program pariwisata di Kabupaten Pesawaran dan Lampung Barat, Marjoni mengatakan, potensi kelautan di Tanjung Putus dan Teluk Lampung sudah terkenal baik nasional maupun luar negeri. “Luar biasa potensi bawah lautnya, biota dan keindahan karangnya dikedalaman 15-20 meter, kita sudah ekpos itu, saya sudah pernah nyelam di sana bersama kru,” ujarnya.
Tentang bisnis UMKM, TVRI Lampung memiliki siaran melalui website dengan 22 episode secara bertahap melalui program Lensa UMKM, pendaftarannya pun bisa gratis. 1 episode ada 4 program. Mengenai tarif siaran disesuaikan dengan kebutuhan, apakah prime time atau bukan.
Merespon pertanyaan tentang persaingan TVRI dengan kompetitor lain, “kita lebih ke penguatan konten yang berkualitas ketimbang channel lain yang terkenal karena konten negatifnya,” tegasnya.
Saat ini, TVRI Lampung telah membangun infrastruktur stasiun di Gunung Betung, Kotabumi, Liwa, dan Simpang Pematang. (Nopri).







