Bongkar Post – Fasilitas Terbengkalai, Pokdarwis Pantai Pidada Lamsel Diduga tak Maksimal Kelola Lokasi

 

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

Lampung Selatan, BP

Fasilitas wisata Pantai Pidada, di Dusun Induk Sumur, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, tampak terbengkalai. Saung dan sejumlah bangunan di lokasi pantai, terlihat tidak terurus.

Pantai yang pengelolaanya diserahkan kepada Pokdarwis setempat, terkesan mengabaikan fasilitas yang dibangun dengan APBD Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, tahun anggaran 2021. Pokdarwis setempat diduga tak maksimal kelola lokasi wisata.

Sumber media yang enggan namanya ditulis, mempertanyakan kejelasan atas status pengelolaan pantai. Apalagi saat ini kondisinya sudah ada yang rusak dan tidak terurus.

“Dari awal kami tidak tahu siapa yang mengerjakan, kami tahunya hanya dari Dinas Pariwisata. Pada Juni 2021, proyek selesai dan sempat ramai pengunjung beberapa bulan saja, setelah itu hingga sekarang tidak ada lagi pengunjung yang datang, hanya warga sekitar saja yang memang rumahnya berada di pantai tersebut,” ujar sumber.

Saat hal ini dikonfirmasi, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung melalui Kabid Destinasi Wisata, Mustakim mengatakan, bahwa pihaknya telah serahterima fasilitas yang dibangun di pantai tersebut kepada Pokdarwis selaku pengelola.

“Memang serahterima tidak melibatkan pamong desa, hanya Dinas dan Pokdarwis,” aku Mustakim.

Dikatakan, kondisi yang dialami Pantai Pidada di Lampung Selatan ini juga dialami di lokasi wisata yang ada di Lampung Timur.

“Ya, ini salah satu faktornya akibat pandemi sehingga kondisi lokasi wisata menjadi tidak terurus dan cepat rusak. Setelah serahterima,

semua Pokdarwis yang kelola, termasuk bagaimana mencari dana untuk perawatannya,” jelasnya.

Sementara, Ketua Pokdarwis setempat, Edy Dolar, saat dikonfirmasi via pesan Whatsapp, enggan menjawab.

Malah diketahui, saat ini pantai tersebut dikelola oleh salah seorang pimpinan media massa yang ada di Lampung.

“Bulan depan akan lebih maksimal lagi dijalankan, karena perbaikan fasilitasnya perlu dana yang besar, dan akses jalannya juga masih jalan kampung,” akunya. (tk)

Pos terkait