Bandar Lampung, BP
Ketua DPC Gerindra Kabupaten Pesawaran, Ahmad Rico Julian menceritakan terjadinya dugaan kekerasan yang ditudingkan kepadanya.
Saat dihubungi media ini, melalui sambungan telepon, Rico mengaku menggunakan senjata api untuk membela diri dan senjatanya pun juga memiliki izin resmi.
“Kejadian sebenarnya pada pukul 02.00 WIB pagi. Saya lihat buktinya di rekaman CCTV. Pemuda-pemuda tersebut mencurigai bolak-balik didepan rumah saya. Seperti mengintai dan satu orang membawa pedang. Gelagat orang mencurigakan di depan rumah. Saya langsung keluar memakai senjata api. Karena mereka mau maling. Senjata saya gunakan sudah ada izinnya resmi dari Mabes Polri untuk membela diri,” bener Rico, pada Senin (18/9/2023).
Ia pun telah melaporkan ke RT setempat dan polisi atas kejadian tersebut. Dan polisi membawa para pemuda yang diduga akan melakukan aksi kriminal itu.
“Prinsipnya, mereka sudah ada niat melakukan kejahatan, untuk apa jam 2 pagi di depan rumah orang bawa senjata tajam dan mobil mereka dibawa kabur ke perumahan bawah,” tutur Rico.
Menurutnya, rumahnya akan dimaling.
“Sebelum dimaling, kita menggagalkannya,” imbuh Rico.
Diketahui sebelumnya, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Pesawaran, Ahmad Rico Julian diberitakan melakukan tindak kekerasan terhadap anak-anak muda di sekitar rumahnya, di Jalan Tirtayasa, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung.
Rico menggunakan senjata api miliknya. Dan dugaan kekerasan berawal dari laporan keluarga korban, yakni Yasir (17), M. Basirul (17), Leonardo (15), Oka Ernandha (21) dan satu wanita bernama Desi Masari.
Menurut keterangan salah satu paman korban, Mawardi Sapri, bahwa kejadian pada pukul 02.30 WIB pagi. Pelaku diduga Calon Anggota Dewan dan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pesawaran.
Awalnya mereka (para pemuda, red) dipanggil dengan mengacungkan senpi dan langsung melepaskan tembakan keatas, karena dituduh maling kelapa di depan rumah korban.
“Pelaku langsung melaporkan ke Polsek Sukarame, karena tidak ada bukti kuat ponakan saya bersama teman-temannya (korban) dipulangkan kembali ke rumah masing-masing,” kata Maward, pada Minggu (17/9/2023).
Dia menceritakan, bahwa keponakannya dipukul menggunakan senpi dan ditodongkan di kepala pada pukul 03.40 WIB pagi. Dan pada pukul 12.15 wib, mereka dipulangkan. Namun dari hasil pemeriksaan tidak ada bukti yang dituduhkan kepada Rico Julian
Pelaku membawa kendaraan roda empat, dan saat digeledah tidak ditemukan barang yang mencurigakan.
Ia menjelaskan, di tempat kejadian banyak saksi yang melihat pelaku melepaskan tembakan, dan pelaku memukul menggunakan senpi.
“Saat ini kami sedang melakukan visum guna melaporkan balik kejadian ini. Jangan mentang-mentang dia ketua partai seenak-enaknya melakukan kekerasan,” ucapnya. (tk/red)







