Bongkar Post – Dinas Perpusda Terima Audiensi Satu Pena Lampung, Bahas Pengembangan Literasi dan Pencegahan Judi Online

Dinas Perpusda Terima Audiensi Satu Pena Lampung, Bahas Pengembangan Literasi dan Pencegahan Judi Online

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

Bandar Lampung,

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung menerima audiens dari Satu Pena Lampung, sebuah komunitas yang aktif dalam dunia literasi dan penulisan di Provinsi Lampung.

Pertemuan tersebut berlangsung di kantor Dinas setempat, pada Senin 30/9/2024, dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Riski Sopyan, beserta jajaran penting lainnya, termasuk Sekretaris Dinas, Kepala Bidang Layanan, dan beberapa staf dinas.

Riski Sopyan mengatakan bahwa audiensi ini diadakan dengan tujuan mendiskusikan berbagai topik strategis terkait pengembangan literasi masyarakat Lampung.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan komunitas literasi seperti Satu Pena dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada di perpustakaan daerah.

Menurutnya, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan minat baca dan memperkaya wawasan masyarakat.

“Perpustakaan daerah memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan literasi masyarakat. Namun, pengelolaan dan pengembangan fasilitasnya masih terus membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas literasi,” ujar Riski Sopyan.

Dalam diskusi tersebut, Riski juga menyebutkan bahwa salah satu isu utama yang diangkat adalah bagaimana perpustakaan daerah dapat berperan aktif dalam pencegahan maraknya judi online di tengah masyarakat.

Ia menekankan pentingnya literasi digital sebagai salah satu cara untuk membantu masyarakat, terutama generasi muda, agar lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan terhindar dari kegiatan-kegiatan ilegal seperti judi online yang saat ini semakin marak.

“Pencegahan judi online bisa dilakukan dengan meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat. Literasi bukan hanya soal kemampuan membaca buku, tapi juga memahami risiko dan dampak dari penggunaan teknologi yang salah. Kami, melalui perpustakaan daerah, akan berusaha untuk mengedukasi masyarakat terkait bahaya judi online ini,” tambah Riski.

Audiensi ini juga menghasilkan beberapa poin kesepakatan antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung dan Satu Pena Lampung. Keduanya sepakat untuk mengadakan program-program bersama yang fokus pada peningkatan literasi masyarakat, baik secara konvensional maupun digital. Beberapa program yang dibahas antara lain pelatihan penulisan, kegiatan literasi untuk anak-anak dan remaja, serta penyuluhan mengenai bahaya judi online yang akan melibatkan pelajar dan mahasiswa sebagai target utama.(Jim)

Pos terkait